Guru SMP di Depok Ikut Pembinaan Pembelajaran Ramah Anak

In Pendidikan
SANI/RADAR DEPOK
PEMBINAAN: Guru SMP di Kota Depok mengikuti pembinaan pendidikan melalui pembelajaran elektronik ramah anak yang di gelar di aula SMPN 2 Depok, Jalan Bangau Raya, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas.

DEPOK – Sebanyak 110 tenaga pendidik jenjang SMP negeri dan swasta mengikuti pembinaan pendidikan melalui pembelajaran elektronik ramah anak. Workshop ini bertujuan agar para guru dapat mengajar dengan mengkombinasikan tiga modalitas belajar, baik dengan visual, auditori, dan kinestetik.

Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan SMP Bidang Pendidikan Dasar (Pendas) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Diah Haerani mengatakan, ketiga modalitas belajar anak didik dapat dilihat dari hasil tes psikologi. Seperti dalam proses pembelajaran di kelas, seharusnya siswa mendapatkan pengajaran dari salah satu modalitas belajar tersebut.

“Pendidikan yang ramah anak itu artinya sekolah dapat mengakomodir potensi anak. Ditambah lagi, sekarang sudah era komputerisasi, sehingga proses pembelajaran akan lebih diarahkan kepada aplikasi dan media digital,” kata Diah kepada Radar Depok.

Dia menjelaskan, saat ini dirinya bersama Pusat Teknologi dan Komunikasi (Pustekkom) Kemendikbud RI tengah mengembangkan aplikasi rumah belajar. Melalui media ini, nantinya guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) membuat bahan ajar dan soal-soal yang didasarkan pada tiga modalitas belajar anak tersebut.

“Kalau sudah diterapkan dalam satu kelas, anak-anak bisa belajar sesuai dengan gaya belajarnya. Diharapkan, pelajar yang memiliki potensi visual potensinya semakin terasah, karena media pembelajaran yang dihadirkan menunjang ke arah tersebut,” jelasnya.

Workshop diselenggarakan di aula SMP Negeri 2 Depok yang berlokasi di Jalan Bangau Raya, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas. Dalam kesempatan ituy mendatangkan Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Yeti Supriati selaku pemateri.

Dia mengajak para guru untuk kreatif dalam mengajar. Dirinya juga memberikan beberapa teori pengajaran, mulai dari cara pemrosesan informasi, mengembangkan kreativitas siswa, dan kecerdasan dasar siswa.

“Guru harus tahu dan mengikuti perkembangan teknologi. Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru bisa lebih kreatif lagi dalam menyajikan materi ajar. Termasuk memfasilitasi berbagai gaya belajar anak-anak, sehingga potensi mereka bisa lebih berkembang lagi,” tutup Yeti. (san)

You may also read!

Porsigal Cinere Jalani TC

DEPOK – Berbagai persiapan dilakukan perguruan Pendidikan Olah Raga Silat Indah Garuda Loncat (Porsigal) Cinere menghadapi kejuaraan Pakubumi Open

Read More...

Lapbas Jabar Peduli Korban Tsunami Selat Sunda

DEPOK – Dibawah kepemimpinan Iswandi, DPD Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas) Jawa Barat (Jabar) membuat gebrakan di awal 2019.

Read More...

Tim Akar Rumput Nobar Debat Pilpres

  DEPOK – Tim Akar Rumput (TAR) Kota Depok menghadiri acara nonton bareng debat Capres dan Cawapres 2019, yang

Read More...

Mobile Sliding Menu