Dinkes Depok Pede Angka Gizi Buruk Turun

In Metropolis

DEPOK – Kendati hasil proses validasi kasus gizi buruk 2018, belum beres. Dinas Kesehatan (Dinkes), pede kasus penyakit yang menyerang anak-anak ini diklaim menurun. Di 2017, berdasarkan data Dinkes terdapat 83 kasus, dan sudah ditangani di puskesmas dan rumah sakit

Sekretaris Dinkes Depok, Ernawati mengatakan, kasus gizi buruk di Depok trennya menurun. Ini dikarenakan Dinkes Depok terus melakukan penanganan. Misalnya seperti, Penanganan pemberian makanan tambahan, pemantauan pertumbuhan, konseling gizi, pembinaan di pos gizi, dan penanganan di terapheutic feeding center (TFC) “Jumlah balita gizi buruk Kota Depok dalam satu tahun 2017 ada 83 kasus. Semuanya sudah ditangani di puskesmas dan rumah sakit,” jelas Ernawati, kepada Radar Depok, Jumat (19/10).

Sementara, untuk tahun 2018 Dinkes Depok belum memiliki data kasus gizi buruk di kota ini. 2018 masih dalam proses validasi data dan entry data elektronik pencatatan dan pelaporan Gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM), oleh enumerator Provinsi Jawa Barat.

“Ada laporan gizi buruk segera kami tangani dengan baik, sebab di lima puskesmas di Depok sudah ada layanan tersebut,” tuturnya.

Menurutnya, lima puskesmas yang sudah memikiki layanan gizi buruk, yakni pusat pemulihan gizi (PPG) bagi balita. PPG antara lain, Puskesmas Cimanggis, Puskesmas Bojongsari, Puskesmas Sawangan, Puskesmas Tapos, dan Puskesmas Pancoranmas.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Depok, May Haryanti menambahkan, PPG ini pelayanan yang diberikan kepada balita tumbuh kejar dengan sistem layanan rawat jalan. Di PPG diisi oleh tim kesehatan yang sudah terlatih, sehingga bayi yang kurang gizi bisa ditangani di puskesmas tersebut. Dalam pelayanan untuk menstabilkan berat badan PPG memberikan arahan kepada orang tua. Seperti diberikan susu tambahan, serta makanan tambahan yang memiliki kandungan lebih. “Tentu upaya ini untuk meningkatkan status gizi balita tersebut,” tutur May.

May mengatakan, jika ditemukan balita tumbuh kejar yang disebabkan oleh suatu penyakit, puskesmas setempat akan memberikan rujukan. Selanjutnya, apabila penyakit tersebut berangsur pulih, balita tumbuh kejar akan mendapatkan perawatan khusus untuk meningkatkan status gizi.

May berpesan kepada masyarakat yang memiliki balita dengan status gizi kurang dapat melaporkan ke puskesmas setempat. Dengan begitu, nantinya akan memperoleh perawatan khusus agar pertumbuhan balitanya dapat optimal. “Jangan segan untuk datang ke puskesmas, karena perawatan ini gratis dan akan didampingi hingga balita mengalami status gizi baik,” tandasnya.(irw)

You may also read!

Pemkot Depok Gugat Petamburan, Fokus Persiapkan Materi Gugatan

DEPOK – Pemkot Depok tidak diam dalam memperjuangkan Pasar Kemirimuka. Pasca putusan sidang Derden Verzet sengketa lahan Pasar Kemirimuka,

Read More...

Cuaca Buruk, Harga Beras di Depok Naik

DEPOK – Cuaca buruk di sejumlah daerah, berdampak pada kenaikan harga beras di Kota Depok. Meski tidak begitu besar,

Read More...

TMMD Ke-103 Depok Rampung

DEPOK – Kurang lebih 30 hari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103, di Kecamatan Cipayung, resmi selesai

Read More...

Mobile Sliding Menu