Depok Butuh Pertalite Sejibun

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
HARGA BBM NAIK : Masyarakat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax di salah satu SPBU di kawasan Jalan Tole Iskandar, Kecamatan Sukmajaya, Rabu (10/10). PT. Pertamina (Persero) menaikkan beberapa jenis BBM salah satunya adalah jenis Pertamax dengan kenaikan harga Rp900.

DEPOK – Pertamina wajib menambah stok Pertalite di Kota Depok. Kemarin, selepas adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BMM) jenis Pertamax, Pertamax Dex, dan Dexlite secara mendadak pukul 11:00 WIB. Warga Depok berbondong-bondong isi BBM jenis Pertalite di SPBU.

Warga Kecamatan Sukmajaya, Agus Simanjuntak mengaku, kaget harga Pertamax naik tanpa ada pemberitahuan dari pemerintah. Sehingga ia harus mengeluarkan kocek lebih untuk membeli BBM jenis Pertamax.

“Aku kaget lihat harga di mesin BBM di pom besin, yang awalnya perliter Rp9.500 jadi Rp10.400,” ucap Agus kepada Harian Radar Depok, ketika ditemui di SPBU 3416416 Jalan Tole Iskandar, Kecamatan Sukmajaya, kemarin.

Adanya kenaikan ini pun, membuat Agus berpidah ke BBM jenis Pertalite karena harga tidak naik. “Kasian warga udah Dollar lemah. BBM naik pula,” ulasnya.

Hal serupa juga diungkapkan Irul Marullah. Wrga Kelurahan Pancoranmas ini mengaku, akan menganti BBM Pertalite dari Pertamax. Menurut dia, kenaikan ini cukup besar Rp900 perliter.

“Pidah bahan bakar, harganya pas buat kami yang gaji UMR. Mahal juga kalau pakai Pertamax. Kita isi Rp15 ribu cuma dapat satu liter setengah,” kata dia.

Sementara itu, Pengawas SPBU 3416416 Tole Iskandar, Hendru mengatakan, kenaikan harga BBM non subsidi sejak pukul 11:00 WIB. “Yang naik BBM jenis Pertamax Rp9.500 ke Rp10.400 kenaikan Rp900, Pertamina dex Rp10.500 ke Rp11.850 kenaikan Rp1.350,” kata Hendru.

Sedangkan, kata dia, informasi didapat kenaikan Premium pun ikut pada pukul 18.00 WIB. Kabar info kenaikan ini tentu tidak dapat kabar dari pihak Pertamina. “Pertalite tidak naik, sekarang harga perliter Rp7.500,” kata dia.

Menurut dia, harga BBM kalau mau naik sudah lama sejak Dollar Amerika (AS) naik. Namun, pemerintah menunda kenaikan. “Pemicunya karena harga minyak dunia naik,” kata dia.

Melihat kondisi kenaikan BMM secara mendadak. Membuat Kepala Kadin Depok, Miftah Sunandar angkat bicara. Menurut dia, kenaikan BBM tentu berdampak pada pengusaha yang ada. Terutama pada produksi yang sudah direncanakan sebelumnya.

Pihak perusahaan, tentu menyetop produksi dulu. “Kenaikan ini mendadak membuat rencana produksi tergangu. Bisa stop sementara produksinya,” kata Miftah.

Tentunya, sambung Miftah, akan ada kenaikan harga yang dilakukan para pengusaha.  Ia berharap, pemerintah bisa menstabilkan harga BBM dan harga Dollar AS. “Berdampak pada pengusaha arah ke produksi yang sudah direncanakan,” ucap dia.

Pemerintah batal menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM jenis Premium, Rabu (10/10). Padahal, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM, Ignasius Jonan telah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM Premium menjadi Rp7 ribu per liter paling cepat mulai hari ini, pukul 18.00 WIB.

Staf Khusus Presiden Ahmad Erani Yustika mengatakan hal tersebut disebabkan Presiden Joko Widodo ingin adanya kecermatan dalam mengambil keputusan. “Termasuk juga menyerap aspirasi publik,” ujar dia dalam keterangan tertulis, kemarin.

Soal kebijakan harga BBM, Erani mengatakan Jokowi punya tiga poin pertimbangan. Pertama, bekas Gubernur DKI Jakarta itu meminta Kementerian ESDM untuk menghitung secara cermat dinamika harga minyak internasional, termasuk neraca migas secara keseluruhan.

Kedua, Jokowi meminta Kementerian Keuangan untuk menganalisis kondisi fiskal secara keseluruhan. Dengan begitu, setiap kebijakan yang dikeluarkan, termasuk harga BBM, tetap dalam koridor menjaga kesehatan fiskal.

Ketiga, Erani mengatakan, daya beli masyarakat tetap menjadi prioritas dari setiap kebijakan yang diambil. “Demikian pula fundamental ekonomi tetap dijaga agar ekonomi tetap bugar,” ujar dia lagi.

Sebelumnya Menteri Jonan mengumumkan harga BBM bakal dinaikkan mulai hari ini pukul 18.00 WIB. “Pemerintah mempertimbangkan Premium mulai hari ini jam 18.00 WIB, paling cepat. Tergantung dari persiapan Pertamina mensosialisasikan sebanyak 2.500 SPBU yang menjual Premium naik sekitar 7 persen,” katanya.

Menteri Jonan mengatakan, untuk kenaikan harga Premium di Jawa, Madura dan Bali naik dari Rp 6.550 per liter menjadi Rp 7.000 per liter. Sedangkan kenaikan di luar Jawa, Madura dan Bali naik menjadi Rp 6.900 per liter dari sebelumnya, Rp 6.450 per liter.

Sebelumnya, PT. Pertamina (Persero) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM di SPBU, khususnya Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO mulai hari ini dan berlaku di seluruh Indonesia pukul 11.00 WIB.

External Communication Manager PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita mengatakan penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik di mana saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus 80 dolar per barel.(irw/tmp)

You may also read!

Disdukcapil Kota Depok Bakar 30 Ribu Blangko e-KTP Rusak

DEPOK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok memusnahkan 30 ribu blangko Elektronik KTP di Balaikota Depok,

Read More...

Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Disdagin Depok Operasi Pasar

DEPOK – Mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI)

Read More...

NU Depok Serukan Perkuat Kebinekaan

DEPOK – Plt Ketua PC NU Kota Depok, Ahmad Solechan menyerukan ajakan untuk memperkuat kebinnekaan dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Read More...

Mobile Sliding Menu