Bumi Cimanggis, Kota Depok Terbelah

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
FENOMENA ANEH : Warga melihat tanah yang terbelah di salah satu lapangan yang berada di Kampung Pedurenan, RT 02/ RW 02, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Minggu (21/10). Belum diketahui apa yang menyebabkan tanah tersebut terbelah sepanjang 20 meter.

DEPOK – Kampung Pedurenan RT2/2, Kelurahan Cisalak Pasar (Cipas), Cimanggis, dibuat tercengang dengan fenomena tanah terbelah di lahan kosong yang tak jauh dari rumah warga. Belahannya cukup lebar, panjang belahan sampai 20 meter. Hingga kemarin, belum diketahui musabab tanah tersebut terbelah.

Warga RT2/2 Kelurahan Cisalak Pasar, Nasa mengatakan, kejadian tanah terbelah terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang, pada Sabtu (20/10). “Waktu itu sedang hujan deras, sekitar pukul 15:00 WIB. Anak perempuan saya yang menyadari tanah terbelah langsung melaporkan ke saya, saya lihat air hujan tiba tiba masuk ke dalam belahan tanah yang retak di lapangan,” ungkapnya kepada Harian Radar Depok, Minggu (21/10).

Dia mengaku, tetangga dan warga lain yang berdatangan ke lokasi awalnya tidak merasa ada yang janggal, ihwal terbelahnya tanah tersebut. Pasalnya, tidak ada tanda-tanda pergeseran tanah. “Ya tidak ada getaran-getaran (gempa) atau apapun. Namun, memang anginnya kencang disertai petir,” bebernya.

Nasa menjelaskan, warga sekitar kaget setelah hujan berhenti, ternyata tanah di lapangan tersebut telah terbelah dengan posisi horizontal. “Itu dalam, bisa dilihat ada sekitar kurang lebih 1,5 meter kedalamannya. Sempat warga masukin bambu panjang hampir dua meter ke salah satu celah tanah itu dan ternyata cukup dalam,” paparnya.

Sementara, Ketua RT2/2, Kelurahan Cipas, Endang Suherman menuturkan, lapangan tersebut merupakan tanah kosong yang menurut warga sekitar dulunya sempat dibangun rumah dan ada sumurnya. “Itu menurut warga yang sudah lama tinggal disini, tapi sekarang sudah rata dengan tanah dan menjadi lapangan, kalau sumurnya gak tau dimana letaknya,” ungkapnya.

Atas kejadian tersebut Endang berharap, Pemerintah Kota Depok segera turun tangan menanggapi kejadian ini. Karena warga sekitar ketakutan bila kedepannya fenomena tanah terbelah tersebut terjadi hingga ke rumah mereka.

“Kita takut efek kedepannya, alhamdulilah retakannya gak sampai rumah. Tolong di croschek untuk dinas terkait datang dan memeriksa. Apakah akan mengembang ke lokasi lain. Karena kami dapat info ada pergerakan tanah dari Cibinong Bogor sampai kesini,” paparnya.

Menurutnya, sempat datang perwakilan dari Pemerintah Kota Depok yang mengukur lebar belahan tanah tersebut. “Mereka datang dan hanya mengukur saja, tadi katanya panjangnya 26 langkah atau 20 meteran dan kedalamannya lebih dari satu meter,” terangnya.

Terpisah, Ahli Geologi Universitas Indonesia (UI), Muhammad Rizqy Septyandy menyebutkan, terbelahnya tanah tersebut diduga terdapat rongga di bawah permukaan tanah, yang tidak dapat menampung jumlah air hujan. Sehingga mengakibatkan bagian atas mengalami ambles.

“Rongga di bawah permukaan tanah tersebut ketika kandungan air di dalam tanah melewati titik jenuh, sehingga tanah terbelah atau ambles,” kata Andy kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Namun, kata dia, masih terus melakukan investigasi dan mengkaji lebih dalam, dugaan penyebab terbelahnya tanah tersebut. Dia menambahkan, tanah yang mudah terlapukkan seperti itu memang kerap terjadi ambles. Serta disertai volume air dari hujan menjadi penyebab tambahan tanah ambles.

“Diduga tanah ini sudah lapuk ditambah juga rongga dibawahnya yang memang sudah ada airnya. Hujan kemarin itu sebagai penambah volume air di tanah. Sehingga ketika sudah melewati titik jenuhnya, maka tanah langsung ambles,” tutup Andy.(dra/san)

You may also read!

Pemkot Depok Gugat Petamburan, Fokus Persiapkan Materi Gugatan

DEPOK – Pemkot Depok tidak diam dalam memperjuangkan Pasar Kemirimuka. Pasca putusan sidang Derden Verzet sengketa lahan Pasar Kemirimuka,

Read More...

Cuaca Buruk, Harga Beras di Depok Naik

DEPOK – Cuaca buruk di sejumlah daerah, berdampak pada kenaikan harga beras di Kota Depok. Meski tidak begitu besar,

Read More...

TMMD Ke-103 Depok Rampung

DEPOK – Kurang lebih 30 hari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103, di Kecamatan Cipayung, resmi selesai

Read More...

Mobile Sliding Menu