Buat Surat Keterangan Palsu, Lurah Bojongsari, Kota Depok Dipolisikan

In Metropolis
REGI/RADAR DEPOK
DILAPORKAN : Kuasa hukum pemilik lahan Abdul Kohar, Jamalludin memperlihat surat pelaporan ke Polda Metro jaya, atas dugaan telah membuat keterangan palsu, kemarin.

DEPOK – Lurah Bojongsari, Undang Hidayat dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Keladinya, saat Undang menjabat sebagai Lurah Pondok Petir (Pontir), Kecamatan Bojongsari telah memberikan pernyataan palsu untuk penerbitan Serfifikat atas nama Mugeni, dengan luas tanah 4.000 M2.

Kepada Harian Radar Depok, Kuasa hukum pemilik lahan Abdul Kohar, Jamalludin  mengaku, telah melaporkan Undang Hidayat mantan Lurah Pondok Petir Kecamatan Bojongsari ke Polda Metro Jaya. Terkuaknya kasus ini, bermula dari masalah penguasaan tanah seluas 6.030 meter diwilayah RT3/3 Kelurahan Pondok Petir. Mugeni ternyata telah mengantongi serfifikat hak milik nomor 04430, yang dikeluarkan oleh Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Depok.

“Kasus bermula saat klien kami Abdul Kohar, melihat adanya penguasaan tanah seluas 6030 meter persegi atas nama Djan Bin Djanim (kakek Abdul Kohar, Red),” terang Jamal, kemarin (10/10).

Menurutnya, di atas lahan itu sudah ada kegiatan rencana pembangunan. Setelah ditelusuri, ternyata memang benar lahan itu sudah dikuasai Mugeni. Mugeni juga telah membuat sertifikat di BPN atas lahan tersebut. Padahal, sebelumnya tidak ada jual beli. Ini dikuatkan dari pernyataan Camat Sawangan dan Bojongsari. Begitu juga dari sertifikat yang diterbitkan melalui letter C no246.

“Seharusnya sertifikat itu dasar dari letter C no527 yang sesuai buku sudah dicoret dari Kelurahan Pasir Putih,” tegasnya.

Jadi, sambung Jamal, Mugeni membuat sertifikat berdasarkan surat pernyataan Lurah Undang Hidayat, yang menyatakan ada Akte Jual Beli sehingga terbitlah sertifikat itu.

Dia menambahkan, dalam laporannya ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/2385/V/2018/PMJ/Dit Reskrimum. Lurah Undang Hidayat yang telah membuat pernyataan berstatus terlapor dua, sementara Mugeni pihak yang membuat sertifikat berstatus terlapor satu.

“Kami meyakini dua terlapor ini bakal segera menjadi tersangka. Karena sekarang ini sudah masuk tahap penyidikan itu artinya keduanya bakal terjerat pasal 263 memberikatan pernyataan palsu, yang mengakibatkan kerugian orang lain,” beber Jamal.

Sebelum melaporkan Mugeni dan Undang Hidayat, dia selaku kuasa Hukum Abdul Kohar sudah melakukan koordinasi investigasi dengan berbagai pihak terkait proses munculnya sertifikat 04430 atas nama Mugnei. Ternyata, memang banyak kejanggalan yang ditemukan atas munculnya sertifikat itu berkaitan dengan alas hak yang digunakan untuk penerbitan sebuah sertifikat hak milik.

“Saya sudah koordinasi dengan Camat Bojongsari dan Sawangan, tapi kedua pejabat mengatakan tidak pernah ada akte jual beli atas lahan yang dimaksud. Semakin jelas Lurah Pondok petir Undang Hidayat saat itu yang kini menjabat sebagai Lurah Bojongsari telah membuat pernyataan palsu,” katanya.

Sementara, saat dikonfirmasi ke Lurah Bojongsari, Undang Hidayat tidak merespon pertanyaan yang telah dilontarkan Radar Depok melalui WhatsApp. Begitu juga dengan saat menelpon, lurah malah merijek saat dihubungi. (cr1)

You may also read!

3.200 Guru Honor di Depok Mogok Ngajar

DEPOK – Pagi ini, ratusan guru honorer si-Kota Depok ontrog gedung DPRD Kota Depok, di Jalan Boulevard, Grand Depok

Read More...

18 Lagu Slank Rockin Fest

DEPOK – Sukses menghentak rangkaian tour Sumatera Agustus lalu. SUPERMUSIC kembali mempersembahkan event bertajuk Rockin Fest. Menariknya, Supermusic kali

Read More...

2020 Pemprov Jabar Tata Situ Depok

DEPOK – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, berencana menjadikan Depok sebagai destinasi wisata situ atau danau. Alasannya, Depok memiliki

Read More...

Mobile Sliding Menu