BPJS Ketenagakerjaan Depok Genjot Layanan Digital dan Tertib Administrasi

In Metropolis
IRWAN/RADAR DEPOK
SOSIALISASI : Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Depok mengundang 130 perusahaan peserta untuk megikuti sosialisasi seputar manfaat program BPJS Ketenagakerjaan dan tertib administrasi di Hotel Margocity Depok (11/10).

DEPOK – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Depok, mengundang 130 perusahaan peserta, di Hotel Margocity Depok (11/10). Ratusan perusahaan dikumpulkan, guna megikuti sosialisasi seputar manfaat program BPJS Ketenagakerjaan dan tertib administrasi.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok, Multanti mengungkapkan, sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman terhadap seluruh perusahaan binaan. Tentang program dan manfaat yang didapat saat mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya, dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Empat program tersebut, yaitu Jaminan Hari Tua, Jaminan Kematian, Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Pensiun.

Menurut dia, sosialisasi ini penting untuk tertib administrasi dalam pembayaran iuran setiap bulan berjalan. Supaya ketika timbul haknya, juga cepat terlayani. Contohnya, iuran perusahaan untuk bulan Oktober 2018 seharusnya dibayar paling lambat bulan Oktober 2018. Jika ini diabaikan maka, ketika terjadi risiko pada pekerjanya misalkan kecelakaan kerja atau meninggal, maka karyawan akan sangat dirugikan.

“Karena proses pembayaran klaim akan tertunda sampai iuran dibayarkan oleh perusahaan, dan bagi perusahaan yang menunggak iuran lebih dari enam bulan. Maka kewajiban membayarkan santunan sementara menjadi tanggungan perusahaan” ujar Multanti, kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Selain tertib administrasi pembayaran iuran. Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan terkait katidak kepatuhan pemberi kerja, serta layanan elektronik (e-service) dari BPJS Ketenagakerjaan.

Kabid Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok, Yanuar Wirandono menyampaika,n masih terdapat perusahaan yang tidak melaporkan upah dengan sebenarnya. Hal itu akan merugikan tenaga kerja, karena manfaat yang diterima merupakan perkalian dari upah.

Misalnya santunan cacat total tetap karena kecelakaan kerja peserta 56 kali upah, santunan meninggal dunia karena kecelakaan kerja 48 kali upah.

“Sesuai dengan ketentuan, dasar upah yang menjadi perhitungan iuran BPJS Ketenagakerjaan adalah upah pokok ditambah dengan tunjangan. Ini bersifat tetap dan diterima setiap bulan oleh tenagakerja” ungkap Yanuar.

Disamping pelanggaran terkait upah, masih juga ditemukan perusahaan yang tidak mendaftakan seluruh karyawannya. Jika karyawannya ada lima atau sepuluh tentunya mereka lapor semua. Jangan sampai karyawannya ada sepuluh, tetapi yang didaftarkan hanya dua orang saja. “Selama ini yang terjadi seperti itu, bahkan yang didaftarkan hanya pemilik perusahaannya saja,” harap Yanuar.

Selain mengejar target tertib dalam membayar iuran, lanjutnya, sosialisasi tertib administrasi  kepesertaan ini, tujuannya juga untuk menginformasikan tentang layanan elektronik BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Yanuar memperkenalkan aplikasi berbasis smartphone yaitu BPJSTKU. Fitur melimpah yang kian memudahkan para pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Salah satu fitur yang hadir di BPJSTKU, pengecekan saldo jaminan hari tua dan jaminan pensiun secara online kapan saja dimana saja. Tak hanya itu, dapat memunculkan kartu digital untuk memperoleh berbagai layanan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu, juga disediakan fitur pelaporan terkait ketidaksesuaian data kepesertaan maupun pelaporan perusahaan nakal. “Laporan ini akan kami tindaklanjuti. Data pelapor kami lindungi, kami rahasiakan,” jelasnya.

Fitur digital lain yang juga disosialisasikan, adalah antrian Online yang bertujuan untuk mempersingkat alur pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT), di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan.

“Antrean Online juga merupakan salah satu fitur digital yang kami kembangkan. Hal ini untuk mempermudah peserta mendapatkan nomor antrean jika ingin melakukan pencairan saldo JHT di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan,” imbuhnya.

Setelah mengikuti sosisialisasi tersebut, sambung Yanuar, diharapkan semua perusahaan yang beroperasi di wilayah BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok mau mendaftarkan seluruh karyawannya sebagai peserta BPJS Ketenegakerjaan dan tertib dalam membayarkan iuran sesuai dengan upah yang sebenarnya.(irw)

 

You may also read!

Pemkot Depok Gugat Petamburan, Fokus Persiapkan Materi Gugatan

DEPOK – Pemkot Depok tidak diam dalam memperjuangkan Pasar Kemirimuka. Pasca putusan sidang Derden Verzet sengketa lahan Pasar Kemirimuka,

Read More...

Cuaca Buruk, Harga Beras di Depok Naik

DEPOK – Cuaca buruk di sejumlah daerah, berdampak pada kenaikan harga beras di Kota Depok. Meski tidak begitu besar,

Read More...

TMMD Ke-103 Depok Rampung

DEPOK – Kurang lebih 30 hari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103, di Kecamatan Cipayung, resmi selesai

Read More...

Mobile Sliding Menu