Belajar Bahasa Sunda Melalui Teknik Menyenangkan

In Pendidikan
SANI/RADAR DEPOK
MENYENANGKAN: Drs Taufik Faturohman menyampaikan materi dalam pelatihan kurikulum 2013 Bahasa dan Sastra Sunda kepada 350 guru SD/sederajat, di Gedung Dibaleka II Lantai 10, Balaikota Depok, Jumat (19/10).

DEPOK – Guna meningkatkan kompetensi guru bahasa Sunda dalam menyampaikan pelajaran kepada peserta didik. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok mengadakan pelatihan Kurikulum 2013 Bahasa dan Sastra Sunda yang diikuti 350 guru SD dan sederajat, kemarin (19/10).

Dalam diskusi yang digelar di Gedung Dibaleka II Lantai 10, Balaikota Depok tersebut mengundang dua pemateri langsung dari pakar bahasa sunda. Yakni, Prof Ganjar Kurnia dan Drs Taufik Faturohman.

Taufik mengatakan, dalam mengajarkan bahasa Sunda ke anak didik, hendaknya para guru menggunakan metode atau teknik pembelajaran dengan cara menyenangkan tidak harus terus-menerus berdasarkan teorits.

“Siswa jika diajarkan dengan teknik pembelajaran yang menarik pasti akan menyerap dengan mudah pelajaran tersebut. Seperti dikaitkan dengan sastra, di antaranya lagu dan bermain peran,” kata Taufik kepada Radar Depok.

Kota Depok memiliki beragam suku bangsa dan budaya di dalamnya. Dengan begitu, lanjut Taufik, tidak perlu memaksakan anak didik untuk mengerti dan memahami secara baik Bahasa Sunda. Minimal, para siswa tertarik dan senang dengan belajar Bahasa Sunda.

“Saya berharap bahas Sunda yang dijadikan sebagai salah satu bahasa ibu ini tidak punah. Dengan anak-anak,” Ujar Taufik yang juga sebagai penulis buku pelajaran bahasa Sunda.

Sementara itu, Ketua Ikatan Budaya Sunda (IBS) Kota Depok, Usep Kusnadi mendukung kegiatan pelatihan yang ditujukan bagi guru bahasa Sunda tersebut. Menurutnya, guru di Kota Depok masih perlu pembekalan pengetahuan tentang cara mengajarkan materi bahasa sunda yang mudah dan menyenangkan ke peserta didik.

“Kami (IBS) juga memiliki wayang goleh fabel yang bisa dijadikan salah satu sarana untuk memudahkan guru-guru menyampaikan materi kepada peserta didik di sekolah. Jangan sampai ada lagi ungkapan dari anak-anak belajar bahasa Sunda sulit,” tutur Usep.

Ditemui di lokasi yang berbeda, Kadisdik Kota Depok, Mohamad Thamrin menerangkan bahwa mapel bahasa Sunda masuk ke dalam muatan lokal wajib untuk seluruh satuan pendidikan di Kota Depok. Dia berharap, pelatihan ini dapat menumbuhkan kemampuan berbahasa Sunda bagi anak-anak di Kota Depok.

“Peningkatan kompetensi guru sangat kami perlukan, harapannya untuk anak-anak bukan hanya kemampuan dalam bahasa sunda tapi juga budayanya. Misalnya, cerita rakyat yang didekatkan dengan anak didik,” tutup Thamrin. (san)

You may also read!

Pemkot Depok Gugat Petamburan, Fokus Persiapkan Materi Gugatan

DEPOK – Pemkot Depok tidak diam dalam memperjuangkan Pasar Kemirimuka. Pasca putusan sidang Derden Verzet sengketa lahan Pasar Kemirimuka,

Read More...

Cuaca Buruk, Harga Beras di Depok Naik

DEPOK – Cuaca buruk di sejumlah daerah, berdampak pada kenaikan harga beras di Kota Depok. Meski tidak begitu besar,

Read More...

TMMD Ke-103 Depok Rampung

DEPOK – Kurang lebih 30 hari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103, di Kecamatan Cipayung, resmi selesai

Read More...

Mobile Sliding Menu