Awas Korupsi Nangka Berujung SP3

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
BELUM SIDANG : Mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail usai diperiksa penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Polresta Depok, dalam kasus dugaan korupsi proyek lebaran Jalan Nangka, Kecamatan Tapos.

DEPOK – Berkas dugaan korupsi pelebaran Jalan Nangka, Kecamatan tapos, milik Nur Mahmudi Ismail dan Harry Prihanto tak ada juntrungannya. Cuma mondar-mandir di Polresta Depok, Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, dan balik lagi ke Polresta Depok. Akhirnya, sebagian pihak khawatirkan berkas tersebut nantinya berujung SP3 alias dihentikan. Setelah dinyatakan P19 oleh Kejari Depok pada Rabu (3/10) lalu. Kini berkas tersebut mengendap di Polresta Depok.

Pakar Politik dan Pemerintahan dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Profesor Asep Warlan Yusuf mengkritisi, kasus yang menjerat mantan Walikota Depok, dan Sekda Kota Depok. Menurutnya, Polisi harus lebih teliti dalam menyiapkan berkas sebelum dilimpahkan ke Kejari. Pasalnya, kelengkapan berkas sangat dibutuhkan dalam tahapan hukum selanjutnya.

“Secara aturan memang diperbolehkan mengembalikan berkas ke Polisi, tapi kan seharusnya jangan sampai terjadi,” ujar Prof Asep hanya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sebagai bentuk kepastian hukum, aparat penegak hukum yang menangani kasus tersebut juga harus bekerja maksimal, dan terbuka. “Harus terbuka, karena ini kan masalah kepentingan masyarakat luas. Semua berhak mengetahui prosesnya, sesuai dengan undang-undang keterbukaan publik,” papar Prof Asep.

Dia juga menekankan, jangan sampai kasus tersebut di SP3. Meskipun penghentian penyidikan merupakan kewenangan dari penyidik yang diatur dalam pasal 109 ayat (2) KUHAP. “SP3 hanya bisa dilakukan jika terjadi nebis in idem atau seseorang tidak boleh dituntut dua kali. Karena perbuatan yang telah mendapat putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, dan tersangka meninggal dunia,” tegasnya.

Sementara, Kepala Kejari Depok, Sufari mengatakan, berkas dari tim penyidik Polresta Depok sebelumnya sudah diterima. “Setelah diterima dan diteliti, ternyata sudah P-19 dan harus dikembalikan lagi ke tim penyidik Tipikor Polres Depok dari tim Kejari Depok. Ini dikarenakan masih kurang lengkap dan harus dilengkapi,” ucapnya.

Dia mengatakan, setelah berkas diserahkan seminggu lalu oleh tim Tipikor Polres Depok ke Kejari Depok. Kemudian diteliti serta diperiksa berkas oleh tim bidang Pidana Khusus Kejari Depok. Terpaksa dikembalikan lagi, karena masih ada kekurangan data dalam pemberkasan untuk dilengkapi kembali.

Pihaknya memang telah mengembalikan berkas tersebut ke tim Tipikor Polres Depok, untuk dilengkapi berkas kedua tersangka dugaan korupsi pembebasan Jalan Raya Nangka senilai Rp10 miliar lebih. “Kami tunggu saja hasil perbaikan berkas dari tim Tipikor Polres Depok,” terangnya.

Terpisah, Kapolresta Depok, Kombes Didik Sugiarto menuturkan, mohon doanya agar cepat selesai. Intinya, saat ini Polresta Depok terus melengkapi berkas. “Jika sudah lengkap kami akan kembalikan ke Kejari, kemudian penyidik. Intinya saat ini penyidik terus menindaklanjuti dari JPU,” paparnya.

Didik kembali menegaskan, meminta doa restunya kepada masyarakat agar kelengkapan berkas itu dapat cepat selesai.(rub)

You may also read!

Porsigal Cinere Jalani TC

DEPOK – Berbagai persiapan dilakukan perguruan Pendidikan Olah Raga Silat Indah Garuda Loncat (Porsigal) Cinere menghadapi kejuaraan Pakubumi Open

Read More...

Lapbas Jabar Peduli Korban Tsunami Selat Sunda

DEPOK – Dibawah kepemimpinan Iswandi, DPD Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas) Jawa Barat (Jabar) membuat gebrakan di awal 2019.

Read More...

Tim Akar Rumput Nobar Debat Pilpres

  DEPOK – Tim Akar Rumput (TAR) Kota Depok menghadiri acara nonton bareng debat Capres dan Cawapres 2019, yang

Read More...

Mobile Sliding Menu