Arifin Ilham Korban Selamat dari Lumpur Petobo, Tidak Berhenti Berzikir, 24 Jam Tidak Bertemu Orang Tua

In Utama
DICKY/RADARDEPOK
SELAMAT : Arifin Ilham (baju merah), bocah selamat dari lumpur likuifaksi Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, kemarin.

Berbagai macam kisah dimiliki masyarakat Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, saat  peristiwa lumpur likuifaksi. Seperti yang dialami Arifin Ilham. Anak 10 tahun tersebut, hampir tertimpa tiang listirk saat berusaha melarikan diri bersama pamannya.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

Menggunakan pakaian seragam sepak bola Manchester United (MU) berkelir merah. Arifin Ilham asik bermain dengan teman sebayanya di pengungsian Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu pagi kemarin. Ilham seakan berusaha melupakan sejenak tragedi yang dia alami. Bocah berusia 10 tahun ini, ingat betul bagaimana  rumah milik keluarganya di Kelurahan Petobo diratakan lumpur likuifaksi.

Walaupun bermain di halaman tempat pengungsian yang terbilang gersang dan berdebu. Tidak melunturkan Ilham untuk bermain bersama keempat temannya. Sambil meminum segelas air putih, usai bermain, anak yang kerap disapa Ilham mengatakan, sebelum terjadi peristiwa lumpur likuifaksi di Kelurahan Petobo, Ilham tengah mengikuti kegiatan pramuka di SDN II Petobo.

“Saya lagi asik mengikuti kegiatan pramuka yang menjadi kegemaran saya,” ujar anak yang menyukai sepak bola.

Padahal, lanjut Ilham, sempat disuruh pulang oleh pamannya,  Haerudin. Karena sudah menjelang maghrib. Getaran gempa bumi sebesar 7,4 magnitudo, akhirnya membuat dia bersama pamannya berlalu keluar dari bangunan sekolah. Ilham melihat, bumi berguncang sangat keras. Dia bersama pamannya sulit untuk berdiri sekira pukul 16:30 WITA, saat peristiwa terjadi. Ilham berusaha memgang erat tangan pamannya, untuk tidak terlepas sambil menyelamatkan diri. Ilham melihat jalanan seperti gelombang air laut yang siap menelan apa saja kedalam bumi. Saat itu, dia diajak pamannya untuk menyelamatkan diri dan sempat melihat wilayah rumahnya. Namun, tetesan air mata tidak terbendung membasahi pipinya, karena teringat orang tua dan kakaknya di Petobo.

“Saya berlari bersama paman dan berzikir semampu saya berlari,” terang Ilham.

Pada saat berlari, Ilham sempat terjatuh dikarenakan guncangan gempa bumi. Tidak sampai disitu, saat terjatuh Ilham melihat tiang listrik jatuh dan akan menimpa Ilham. Namun, karena kekuasan Tuhan, dia sempat berzikir saat tiang tersebut akan menimpa dirinya. Namun saat tiang itu akan mendekat sekitar 1,5 meter, seakan tiang tersebut tertahan. Dan Ilham dapat bangkit untuk melarikan diri bersama pamannya.

Ilham menambahkan, pamannya mengajak Ilham untuk mengungsi diwilayah Karajalemba. Ditempat tersebut Ilham harus berpisah dengan keluarganya dalam waktu 24 jam. Saat itu, Ilham tidak ingin bicara dikarenakan memiliki rasa trauma dan sedih berpisah dari kedua orang tuanya. Namun, dia dapat tersenyum saat Ilham dapat berkumpul kembali dengan keluarganya.

“Senang dapat berkumpul walaupun sekarang tidak memiliki tempat tinggal,” tutup Ilham. (*)

You may also read!

Tolak, Ricuh, Rata Juga

DEPOK – Sempat dibatalkan pada 1 Oktober lalu. Akhirnya 10 rumah yang ada di Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya berhasil diratakan.

Read More...

12 Lulus Seleksi, Dua Gugur

DEPOK – Pelaksanaan seleksi untuk tiga kepala dinas, mulai mengeliminir peserta. Dari 14 Aparatur Negeri Sipil (ASN), ada dua

Read More...

Walikota Depok Harap 2025 ODHA Tak Bertambah

DEPOK – Di peringatan Hari Aids Sedunia, yang jatuh pada 1 Desember lalu. Walikota Depok Mohammad Idris berharap 2025

Read More...

Mobile Sliding Menu