Aksi Relawan Bogor-Depok, Siaga Pengobatan dan Ahli Patah Tulang

In Utama
DICKY AGUNG PRIHANTO/RADAR DEPOK
KUNJUNGAN: Camat Tanantobae, Darwis saat mengunjungi posko Relawan Bogor dan Depok saat pemeriksaan kesehatan para pengungsi di Desa Wani Satu, Kecamatan Tanantobae, Kabupaten Donggala, kemarin (15/10).

DONGGALA – Memasuki pekan ketiga, pendataan penduduk yang rumahnya hancur diterjang gempa dan tsunami terus dilakukan di Kecamatan Tanantobae, Kabupaten Donggala. Tercatat ada 319 rumah milik warga sudah rata dengan tanah, dan puluhan jiwa meninggal.

Tak jauh dari lokasi, tepatnya di Desa Wani Satu berdiri posko Relawan Bogor dan Depok. Kemarin (15/10) posko tersebut dikunjungi Camat Tanantobae, Darwis.

Darwis mengaku, keberadaan para relawan sangat membantu terutama pada saat pengecekan kesehatan para pengungsi di wilayah Tanantobae.

“Masih ada masyarakat yang belum tersentuh kesehatannya pasca gempa bumi dan tsunami. Kami bersyukur bisa dibantu tim relawan Bogor dan Depok ini,” ujar Darwis kepada Radar Depok, kemarin (15/10).

Darwis menjelaskan, peristiwa gempa bumi dan tsunami yang melanda Donggala, khususnya Tanantobae menyisakan duka mendalam. Pasalnya, hingga kemarin dia mencatat sebanyak 73 warga Tanantobae meninggal dunia tertimpa bangunan akibat gempa dan tsunami.

Tidak hanya itu, lanjut Darwis warga Tanantobae harus kehilangan harta benda dan tempat tinggal. Dari laporan yang diberikan kepala desa, sebanyak 319 rumah hilang atau rata dengan tanah sedangkan rumah rusak mencapai 159 bangunan.

Darwis menambahkan, Kecamatan Tanantobae akan terus melakukan pendataan karena belum semua desa yang dia pimpin belum memberikan pendataan.

“Pendataan sesuai instruksi Bupati untuk dilaporkan ke pemerintah pusat,” terang Darwis.

Darwis menuturkan, untuk kebutuhan pokok di Tanantobae telah mendapatkan dari pemerintah, sejumlah relawan dan organisasi sosial lainnya. Namun tidak dapat dipungkiri, diwilayahnya masih membutuhkan Mandi Cuci Kakus (MCK).

Posko pengungsian sangat terbantu dengan keberadaan rumah warga di sekitar pengungsian yang tidak mengalami kerusakan yang parah, dikarenakan warga pengungsian sementara menggunakan MCK milik warga lain.

Selain itu, sambung Darwis untuk kebutuhan MCK dan air bersih Kecamatan Tanantobae telah melakukan upaya maksimal untuk mendapatkan fasilitas tersebut dari pihak Provinsi Sulawesi Tengah. Dia berharap, pengadaan tersebut dapat segera diberikan sehingga warga pengungsi dapat menggunakan MCK yang layak.

“Kami semua telah berupaya untuk warga kami yang tinggal di pengungsian,” ucap Darwis.

Sementara itu, Ketua Tim Relawan Bogor dan Depok, Benny Irawan mengatakan, akan terus menjangkau masyarakat pengungsi gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi. Menurutnya, masih ada pengungsi yang masih membutuhkan kesehatan.

“Kami ingin memberikan sentuhan kesehatan kepada masyarakat terdampak gempa bumi dan tsunami,” ujar Benny.

Benny menambahkan, tidak sedikit selain gangguan kesehatan yang dialami warga yang terkena gempa bumi dan tsunami, warga banyak yang mengalami luka memar atau pergeseran tulang tubuh. Untuk itu, Relawan Bogor dan Depok telah menyiapkan ahli patah tulang Cimande untuk membantu korban gempa bumi dan tsunami. (dic)

You may also read!

Pemkot Depok Gugat Petamburan, Fokus Persiapkan Materi Gugatan

DEPOK – Pemkot Depok tidak diam dalam memperjuangkan Pasar Kemirimuka. Pasca putusan sidang Derden Verzet sengketa lahan Pasar Kemirimuka,

Read More...

Cuaca Buruk, Harga Beras di Depok Naik

DEPOK – Cuaca buruk di sejumlah daerah, berdampak pada kenaikan harga beras di Kota Depok. Meski tidak begitu besar,

Read More...

TMMD Ke-103 Depok Rampung

DEPOK – Kurang lebih 30 hari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103, di Kecamatan Cipayung, resmi selesai

Read More...

Mobile Sliding Menu