5.000 Santri Tumpah Ruah di Margonda Depok

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PERSIAPAN : Kepala Kementerian Agama Kota Depok, Asnawi (kedua kanan) saat melakukan persiapan dengan pihak terkait mengenai kirab budaya yang akan dilakukan di kawasan Jalan Margonda Raya, kemarin.

DEPOK – Jelang Hari Santri pada Senin (22/10) mendatang. Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok bakal menggelar kirap santri di Jalan Margonda, Sabtu (20/10). Sedikitnya 5.000 santri akan berkumpul di Balaikota Depok.

Kepala Kemenag Depok, Asnawi mengatakan, kirap santri diadakan sebagai bentuk menyambut Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober 2018 yang ke-4. Lalu kegiatan ini juga sebagi bentuk gelora hari santri, dengan penampilan dan kreasi santri. Seperti membawa tulisan slogan santri anti hoaks, radikalisme, santri tolak kekerasan, dan lain-lain.

“Semacam long march dari Balaikota – sampai Perumahan Pesona balik ke balaikota. Kita targetkan 5.000 santri dan masyarakat yang perduli terhadap santri,” kata Asnawi, kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Di Hari Santri yang ke-4 Tahun 2018 Kemenag Depok, membawakan tema Bersama Santri Damailah Negeri. Tidak hanya itu Hari Santri juga ada upacara, bersama ponpes pada tanggal 22 Oktober.

Pria yang sudah merasakan menjadi santri ini menjelaskan, Hari Santri ini dilihat dari perjuangan santri ketika kemerdekaan dan pasca.  Artinya, santri juga ikut menjaga keutuhan menjaga bangsa ini peran santri terutama Indonesia setelah merdeka.

Adanya Hari Santri, kata dia itu melihat sejarah bawah  Presiden Pertama Indonesia Soekarno atau Bung Karno, meminta fatwa kepada  Kiyai Azhari ulama Besar Nahdatul Ulama (NU) untuk menanyakan   hukumnya apa membela negara.

Lalu dibahas dan makna membela negara adalah jihad fisabilillah.

Ketika itu pada 22 okotber ditetapkan dan berkumpul para santri. Terjadilah perperangan 10 November di Surabaya. Nah, perjalanan itulah yang dikenang sebagai masa resolusi jihad upaya santri menjaga keutuhan RI yang baru merdeka. Sekarang para santri harus menjaga keutuhan RI, terutama proses pembangunan. “Disampingnya sumbangsih, berpolitik juga berkebangsaan menjaga keutuhan RI jangan sampai negara carut marut, santri ada di depan,” tandasnya. (irw)

You may also read!

Pemkot Depok Gugat Petamburan, Fokus Persiapkan Materi Gugatan

DEPOK – Pemkot Depok tidak diam dalam memperjuangkan Pasar Kemirimuka. Pasca putusan sidang Derden Verzet sengketa lahan Pasar Kemirimuka,

Read More...

Cuaca Buruk, Harga Beras di Depok Naik

DEPOK – Cuaca buruk di sejumlah daerah, berdampak pada kenaikan harga beras di Kota Depok. Meski tidak begitu besar,

Read More...

TMMD Ke-103 Depok Rampung

DEPOK – Kurang lebih 30 hari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103, di Kecamatan Cipayung, resmi selesai

Read More...

Mobile Sliding Menu