4 Tahun Masih Bebas Merokok

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
JANGAN DITIRU: Warga saat merokok di lingkungan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) saat berada di Balaikota Depok, beberapa waktu lalu. Walaupun sudah ada larangan untuk tidak merokok di tempat tersebut, masih ada saja perokok yang menghiraukan peraturan itu.

DEPOK – Merokok merupakan gangguan publik yang begitu nyata, dan seharusnya dibatasi pada privasi rumah atau tempat pribadi lainnya. Sehingga, merokok di tempat umum merupakan hak istimewa yang harus dicopot demi kebaikan.

Bahkan, untuk membatasi kebebasan perokok dan melindungi hak untuk sehat warga Depok, Pemkot Depok telah memiliki Peraturan daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Ada tujuh kawasan tanpa rokok yang wajib mematuhi Perda Nomor 3 Tahun 2014. Tujuh kawasan tanpa rokok tersebut meliputi fasilitas kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat umum, tempat kerja, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum.         Kendati sudah dibuat aturan sedemikian rupa. Namun, masih saja ada yang melanggar dan seakan mengacuhkan serta menganggap Perda tersebut tidak ada. Entah tidak tahu atau memang mereka sudah tidak peduli dengan aturan, dan terus melakukan kebiasaan yang sudah dilarang di tujuh lokasi. Radar Depok pun mencoba menelusuri beberapa tempat yang memang jelas-jelas dilarang untuk menghisap tembakau, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2014 tentang KTR.

Kamis (11/10), kami menelurusi salah satu dari tujuh tempat yang masuk dalam KTR, salah satunya pusat perbelanjaan modern di Jalan Margonda. Dari jalur masuk setelah parkir motor, memang tidak ada yang merokok. Namun, begitu menyusuri pedestrian menuju atrium utama mall tersebut, beberapa orang tengah asik merokok.

Begitu ditanya, salah seorang ahli hisap tersebut Anwar Nur Salim mengatakan, sudah menjadi kebiasaan ketika selesai makan dilanjutkan merokok. Sehingga ia bersama kawan-kawannya sesama ahli hisap mencari tempat merokok, kendati sudah jelas ada stiker pemberitahuan larangan merokok. “Asam mulutnya kalau enggak merokok. Jadi di sini,” kata Anwar yang berdomisili di Lenteng Agung Jakarta.

Masuk lebih ke dalam masih di mall tersebut, kami berbelok ke kiri, tidak jauh dari sana, ada satu panggung yang digunakan untuk melepas lelah setelah pelesiran mencari kebutuhan sandang dan pangan di mall tersebut. Lagi-lagi ada ahli hisap yang sangat menikmati kebiasaan buruknya di sana. Lebih parahnya, tidak jauh dari tempat mereka duduk, juga ada papan larangan merokok.

“Sudah biasa merokok, kalau ada waktu dan ruangan yang bisa digunakan, pasti merokok. Di dalam kan tidak bisa,” tutur Mardiansyah warga Pancoranmas.

Banyak alasan untuk melanjutkan aktivitas merokok para ahli hisap. Salah satunya dijumpai Radar Depok di sebuah tempat ibadah di Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya. Sambil mendengarkan khutbah, sekelompok anak muda malah asik menghisap rokok di belakang tempat ibadah tersebut. Begitu ditanya, mereka sekenanya menjawab. “Belum mulai, ngerokok sebatang dulu,” tutur salah satu dari ahli hisap tersebut.

Memang di KTR sendiri dijabarkan salah satunya tempat ibadah. Namun, di sana, tidak ada satupun sticker atau ada yang mau menegur mereka yang merokok. Terakhir penelusuran di lingkungan Balaikota Depok.

Ketika parkir di belakang Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Depok, tidak dijumpai ahli hisap yang beraktivitas di sana. Namun, diyakini di lokasi tersebut dijadikan lokasi merokok lantaran terdapat beberapa puntung rokok. Kondisi demikian juga didapati puntung rokok di selokan sekitaran gedung.

Masuk menuju kantin Dibaleka Balaikota Depok. Di lokasi ini banyak stiker hingga banner yang digunakan untuk sosialisasi dan menyukseskan KTR. Memang di area tempat makan yang berada di tengah steril dari para ahli hisap.

Namun, di sudut lorong masih dijumpai mereka yang asik merokok. Meski pun berpakaian bebas dan tidak ada yang menggunakan seragam Korpri, sangat disayangkan masih ada yang melanggar aturan KTR. (cky)

You may also read!

Pemkot Depok Gugat Petamburan, Fokus Persiapkan Materi Gugatan

DEPOK – Pemkot Depok tidak diam dalam memperjuangkan Pasar Kemirimuka. Pasca putusan sidang Derden Verzet sengketa lahan Pasar Kemirimuka,

Read More...

Cuaca Buruk, Harga Beras di Depok Naik

DEPOK – Cuaca buruk di sejumlah daerah, berdampak pada kenaikan harga beras di Kota Depok. Meski tidak begitu besar,

Read More...

TMMD Ke-103 Depok Rampung

DEPOK – Kurang lebih 30 hari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103, di Kecamatan Cipayung, resmi selesai

Read More...

Mobile Sliding Menu