150 Pelajar Diare Massal, Dinkes Depok: Tunggu Hasil Lab 14 Hari

In Metropolis
SANI/RADAR DEPOK
Halaman utama SD Islam Terpadu Pondok Duta yang berlokasi di Perumahan Pondok Duta 1, Jalan Duta Plaza 1 No. 1, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.

DEPOK – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta, tengah dirundung musibah. Sejak Rabu (10/10) hingga kemarin, sekolah di Perumahan Pondok Duta 1, Jalan Duta Plaza 1 No1, Kelurahan Tugu, Cimanggis mengalami diare massal. Tak tanggung-tanggung, racun yang ditengarai dari saluran air membuat 150 anak didiknya mual, sakit perut, dan gatal-gatal.

Saat disambangi ke sekolah, Ketua Yayasan SDIT Pondok Duta, Usman Rizal mengaku, tak menampik kebenaran adanya insiden yang menimpa ratusan didiknya tersebut. Namun, dia belum bisa memberikan penjelasan penyebab terjadinya. Karena masih menunggu hasil laboratoriun dari pihak Dinas Kesehatan Kota Depok.

“Kami mendapat laporan dari siswa dan guru 10 Oktober. Di tanggal 10 Oktober ada sejumlah anak didik yang tidak masuk. Tapi, belum pasti karena apa penyebabnya masih menunggu dari pihak Dinkes dulu. Iya sekitar 150-an yang terdampak,” kata Rizal kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Setelah mendapat informasi tersebut, pihak sekolah langsung mengecek dugaan bau yang ada pada aliran air keran wudhu anak-anak. Lalu 11 Oktober langsung berkoordinasi dengan pihak Dinkes, untuk diambil sampel air dan makanan yang ada pada kantin sekolah.

Hasil pemeriksaan tersebut, lanjut Rizal, baru akan keluar sekitar dua minggu yang akan datang. Kini, sambil menunggu hasil lab pihak sekolah menggunakan saluran air baru yang baru selesai 2017 lalu. “Kami langsung copot saluran air lama yang sudah dari 1991 itu, jadi sekarang aliran air di SD sudah pakai yang baru,” lanjutnya.

Setelah satu minggu berjalan, sejumlah siswa di SDIT Pondok Duta sudah mulai berangsur membaik. Dan banyak di antara mereka yang sudah kembali beraktivitas mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

“Kejadian ini baru pertama kali kami alami selama 27 tahun berdirinya sekolah, untuk memastikannya kami tetap memantau kesehatan anak didik dan menunggu hasil lab dari Dinkes,” terang Rizal.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok, Ernawati mengatakan, kasus ini sudah ditangani Dinkes Depok dan sedang dalam tahapan pembuatan laporan investigasi. Menurut dia, kasus diare di sekolah tersebut ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Selain itu, Dinkes Depok masih menunggu hasil lab dari air penyebab diare.

“Masih dilakukan monitoring kasus dan analisa kasus sambil menunggu lab. Kasus ini akan dibuatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB),” tegas dia.

Berdasarkan data tim dari Dinkes Depok ada penamabahan kasus diare di awal oktober 2018 sampai pertengahan oktober. “Total jumlah kasus 137. Semua kasus sudah ditangani fasilitas kesehatan baik swasta dan pemkot. Seperti sudah dilakukan koordinasi penyuluhan dan identifikasi faktor penyebab,” kata Ernawati, kepada Radar Depok, kemarin.

Dinkes Depok dalam hal kasus diare di sekolah tersebut sudah menerima laporan sejak 11 Oktober dari Puskesmas Tugu. Dari laporan Dinkes Depok melakukan investigasi oleh tim gerak cepat dengan mendatangi ke rumah sakit, rumah siswa, dan sekolah. Memberikan penyuluhan PHBS dan monitoring oleh puskesmas.

Selain pihak Dinkes Depok melakukan pengambilan sampling air dan makanan untuk dikirim ke IPB Bogor. “Kita masih menunggu hasil selama 14 hari. Sumber air yang dicurigai sebagai penyebab ditutup dan tidak digunakan,” ungkapnya. (san/irw)

You may also read!

Pemkot Depok Gugat Petamburan, Fokus Persiapkan Materi Gugatan

DEPOK – Pemkot Depok tidak diam dalam memperjuangkan Pasar Kemirimuka. Pasca putusan sidang Derden Verzet sengketa lahan Pasar Kemirimuka,

Read More...

Cuaca Buruk, Harga Beras di Depok Naik

DEPOK – Cuaca buruk di sejumlah daerah, berdampak pada kenaikan harga beras di Kota Depok. Meski tidak begitu besar,

Read More...

TMMD Ke-103 Depok Rampung

DEPOK – Kurang lebih 30 hari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103, di Kecamatan Cipayung, resmi selesai

Read More...

Mobile Sliding Menu