Vonis Koruptor RTLH Ditunda

In Metropolis
REGI/RADAR DEPOK
SIDANG PUTUSAN: Tiga koruptor dana Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), masuk pada tahap sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin, (17/9) Bandung.

BANDUNG – Drama kasus rasuah dana RTLH sudah sampai puncaknya. Senin (17/9), tiga tersangka korupsi harap-harap cemas menjalani sidang dengan agenda putusan. Sayangnya, saat sidang dimulai majelis hakim belum siap membacakan. Tak hanya itu, pelantikan Kepala PN Bandung, Edison M juga jadi penyebabnya. Jadi, sidang putusan kembali ditunda Rabu (19/9) mendatang.

Hakim PN Bandung, yang ditunjuk sebagai humas, Wasdi Permana menjelaskan, penyebab Sidang Putusan ditunda informasi dari  ketua majelis, putusannya belum siap. Karena majelis ingin pada saat dibacakan, putusan sudah jadi dan siap untuk dibacakan pada jadwal sidang selanjutnya.

Selain itu, sejak pukul 08:33 WIB, banyak rangkaian bunga ucapan selamat kepada Kepala PN Bandung Edison M. Jadi, Sidang Putusan bersamaan dengan acara pelantikan Kepala PN Bandung yang baru. Hal tersebut juga yang menjadi salah satu penyebab tertundanya Sidang Putusan.

“Iya bersamaan dengan acara pelantikan kepala yang baru juga hari ini. Soal Putusan, majelis ingin dalam waktu yang singkat para pihak dapat memperoleh salinan putusan tersebut,” terangnya kepada Harian Radar Depok, di Bandung.

Begitu Putusan selesai, dan ditandatangan Majelis Hakim, maka akan dibacakan pada Rabu. “Putusan belum siap pengetikannya. Ya karena manusia ya ada saja halangannya, kita gabisa disebut kenapa intinya. Mulai dari pengetikannya, ini itu lah. Terlebih, perkara yang kita hadapi bukan hanya satu,” ungkap Wasdi.

Sementara itu, Kuasa Hukum salah satu tersangka Agustina, Andi Tatang mengungkapkan, agenda pada sidang kali ini, Sidang putusan akhir terkait Tindak Pidana Korupsi dana RTLH, Kelurahan Sukamaju, Cilodong. Namun karena ada Hakim anggota yang menjadi panitia di acara pelantikan Kepala PN Bandung yang baru, sehingga agenda putusan harus ditunda hingga tanggal 19 September.

Sejauh ini, dia berharap putusan tersebut, sesuai dengan fakta dipersidangan. Bahwa Ina sejauh ini tidak terbukti bersalah. Hal itu, berkaitan dengan keterangan-keterangan para saksi tidak terbukti.

“Keterangan para Saksi berkaitan dengan pembelanjaan, pemotongan (dana), pengelolaan, itu semua tidak dilakukan terdakwa atau kelaen kami. Tetapi, itu semua dilakukan Almarhum Husien bersama saksi Susanti,” ungkapnya.

Susanti ini, menjadi tokoh baru dalam kisah penyelewengan dana RTLH. Menurut Tatang, Susanti pernah dihadirkan Kejaksaan. Pada saat Susanti dihadirkan, banyak fakta yang ditemukan bahwa Susanti memiliki peran yang luar biasa, berkaitan dengan pemotongan, pengelolaan dana, pembelanjaan material dan lainnya, dilakukan oleh Susanti dan Almarhum Husein.

“Perkara kelaen kami ini terkesan paksaan oleh kejaksaan. Saya sih berpikirnya ini ada unsur-unsur  politik, yang kita tahu dalam persidangan selalu menyebutkan anggota dewan DRPD Kota Depok. Tetapi dalam pemeriksaan BAP di Kejaksaan, ya nama Anggota DRPD tersebut memang tidak terlibat,” ucap Tatang kepada Harian Radar Depok.

Sebab RTLH, sambung Tatang, adalah program pemerintah yang diatur oleh perwal No 40  tahun 2013. Dalam Perwal tidak menyebutkan bahwa anggaran RTLH tersebut berasal dari usulan pokir dan musrenbang. Karena, lanjut Tatang, itu Perwal tersendiri.

“Jaksa pun kami anggap keliru membuat tuntutan atau dakwaan, karena disitu menggunakan Perwal No 27 tahun 2016. Sedangkan RTLH ini, Perwalnya tersendiri Perwal No 40 tahun 2013. Namun, Jaksa menggunakan dakwaan dan tuntutannya menggunakan Perwal No 27 tahun 2016, berkaitan dengan masalah Bansos. Jadi tidak nyambung dengan perkara ini,” tegas Tatang.(cr1)

You may also read!

Tiga Poin Penting dalam Raker SMP Islam Al Muhajirin Depok

DEPOK – Dalam rangka mengevaluasi kinerja guru dan pengembangan kualitas sekolah, SMP Islam Al Muhajirin mengadakan rapat kerja yang

Read More...

BKPAKSI Depok Gelar Festival Anak Saleh

DEPOK – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Badan Kordinasi Pendidikan Alquran dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI)

Read More...

Diduga Digondol Maling, Tutup Selokan di Pancoranmas, Kota Depok Hilang

DEPOK – Tutup selokan yang terbuat dari beton di Jalan Raya Sawangan hilang. Tepatnya, di wilayah Kelurahan Rangkapanjaya, Kecamatan

Read More...

Mobile Sliding Menu