Upaya Kemensos di PKH dan Rastra, Dorong KPM Graduasi Mandiri dari Kepesertaan PKH

In Politika
Biro Humas Kemensos
MANDIRI: Plh. Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Dadang Iskandar bersama Direktur Jenderal PFM, Andi ZA Dulung menghadiri acara penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Beras Sejahtera (Rastra) di Balai Budaya Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali.

Kementerian Sosial (Kemensos) mendorong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah mandiri scara ekonomi untuk graduasi mandiri dari kepesertaan PKH.

Laporan : Ricky Juliansyah

Gianyar, Bali 16 September 2018 Berkebaya putih dipadu kain songket warna ungu, Ni Balik Sekar (40) mengangkat piagam penghargaan dengan senyum cerah. Perempuan berkulit sawo matang ini adalah KPM PKH yang menyatakan keluar dari kepesertaan program pengentasan kemiskinan ini karena telah mandiri secara ekonomi.

Penghargaan diserahkan Plh. Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Dadang Iskandar bersama Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) Andi ZA Dulung yang hadir mewakili Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Beras Sejahtera (Rastra) di Balai Budaya Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali.

Ni Balik Sekar mengaku lega telah graduasi mandiri dari kepesertaan PKH sejak Februari 2018. Ibu dua anak yang tinggal di Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh ini mengisahkan ia menerima bansos sejak tahun 2016.

“Uang PKH dimanfaatkan untuk biaya sekolah anak saya yang kedua. Waktu itu dia masih SMA. Untuk modal usaha saya pinjam ke koperasi untuk beli dua mesin jahit. Berdua dengan anak saya, kami membuka pesanan kebaya,” katanya.

Dirjen PFM mengatakan Sekar adalah penerima manfaat PKH yang pertama di Kabupaten Gianyar yang telah graduasi mandiri.

“Ia dengan kesadaran sendiri menyatakan keluar dari kepesertaan PKH karena telah mengalami peningkatan kesejahteraan dan status kondisi sosial ekonomi,” katanya.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo, lanjutnya, terus berupaya menurunkan kemiskinan melalui berbagai langkah. Pertama, pogram yang diarahkan untuk mengurangi beban pengeluaran melalui PKH, Beras Sejahtera (Rastra), Program Indonesia Pintar dan Program Indonesia Sehat.

Kedua, program yang diarahkan menambah penghasilan melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) , dana Desa, KUR dan Pemberdayaan Lintas Sektor dan lain sebagainya. Ketiga, program strategis yang diproyeksikan memobilisasi rakyat melalui pembangunan infrastruktur, tol laut, bandara dan lain sebagainya.

“Di Kementerian Sosial ikhtiar untuk menurunkan kemiskinan diwujudkan dalam PKH, Rastra dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Untuk Rastra pada tahun 2019 diharapkan sudah bertransformasi ke BPNT. Jadi sudah tidak terima beras lagi, tapi uang ditranser ke rekening penerima manfaat untuk dibelanjakan beras dan telur,” terang Andi. (*)

You may also read!

Diduga Digondol Maling, Tutup Selokan di Pancoranmas, Kota Depok Hilang

DEPOK – Tutup selokan yang terbuat dari beton di Jalan Raya Sawangan hilang. Tepatnya, di wilayah Kelurahan Rangkapanjaya, Kecamatan

Read More...

SDN Tanah Baru 5 Depok Bobok Celengan, Untuk Korban Bencana di Sulteng

DEPOK – Aksi sosial SDN Tanah Baru 5 terus berlanjut. Kali ini, programnya adalah Bobok Celengan siswa. Nanti, seperti

Read More...

Pangkalanjati, Depok Bebersih dan Tanam Pohon

DEPOK – Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kelurahan Pangkalanjati dan Kecamatan Cinere serta sejumlah pengurus lingkungan Kelurahan Pangkalanjati melaksanakan

Read More...

Mobile Sliding Menu