Sehari 60 Orang Buat Kartu Kuning

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PEMBUATAN KARTU KUNING : Warga saat melakukan pembuatan AK-1 (kartu kuning) di Ruang Pelayanan, Balaikota Depok, Jumat (21/9).

DEPOK – Selain Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Ternyata, pemohon pembuatan Kartu Kuning atau AK1 juga mengalami peningkatan   kemarin. Sejak 19 September sedikitnya ada 60 orang, mengurus pembuatan AK1 di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Depok.

Kepala Disnaker Kota Depok, Diah Sadiah mengatakan, peningkatan pemohon pembuatan AK1 di hari biasa hanya 30 hingga 40 orang pemohon. Semenjak ada info CPNS pemohon rata-rata mencapai 60 orang setiap harinya.

Pemohon AK1 ini, sambung dia, memang diperuntukan untuk melamar pekerjaan. Tapi, apakah AK1 ini untuk persyaratan pendaftaran CPNS atau tidak, karena masih dalam pembahasan. “Kita harus lihat apakah AK1 atau kartu kuning jadi atau tidak kadi persyaratan pendaftaran CPNS,” kata dia bertanya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Berdasarkan data di pelayanan AK1 sejak awal tahun 2018 hingga sekarang jumlah yang buat kartu kuning mencapai 3.519. Diah menambahkan, sebagai upaya mengentaskan pengangguran di Kota Depok. Disnaker Depok menggencarkan pembuatan AK1. “Fungsi AK1 agar pencari kerja terdaftar resmi di Disnaker dan bisa mendapatkan id untuk bisa masuk di Bursa Kerja online,” ungkap Diah.

Nantinya, lanjut Diah, dengan AK1 para pencari kerja dapat berkomunikasi langsung bersama perusahaan yang dimaksud secara online. “Mirip bursa kerja kami, jadi jika ada perusahaan yang meminta pencaker ke Disnaker dalam rekruitmen pegawainya, AK1 dapat membantu,” tutur Diah.

Adapun persyaratan membuat AK1, kata Diah, antara lain, foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Ijazah terakhir, dan pas foto. “Persyaratan lengkap pelayanan cepat insya Allah 15 menit juga sudah jadi kartunya dan gratis tidak dipungut biaya,” jelas Diah.

Terpisah, warga Depok Quwatul Nissa mengaku, membuat kartu kuning untuk mendaftar sebagai CPNS 2018. Perempuan lulusan UIN Tangerang Selatan ini, baru membuat kartu kuning karena baru lulus kuliah tahun lalu. “Ada info CPNS saya ikut, itu pun ada dorongan mama,” ucap Quwatul kepada Radar Depok di lokasi pelayanan AKI.

Ia yang bersama ibunya berharap, mengikuti prosea pendaftaran CPNS tidak ada kendala dan tidak ada kecurangan dari pihak penyelengara CPNS 2018 ini. “Harap saya diterima jadi CPNS?” ucapnya.(irw)

You may also read!

Komunitas Depok Kumpul Jelang Bagen Festival 2018, Wadahi Komunitas di Depok, Siap Berkarya Bersama-sama

Di Minggu (21/10) sore, dalam satu acara seluruh komunitas di Kota Depok berkumpul dan diskusi tentang berbagai karya seni.

Read More...

Evaluasi Peserta Didik Sama Penting dengan Pelatihan

DEPOK – Ketua Hisppi Kota Depok, Atiek Warih Setiawati berpendapat, seorang pendidik kursus dan pelatihan memiliki tanggungjawab yang besar

Read More...

12 Rumah di Depok Tersapu Beliung

DEPOK – 12 bangunan rumah warga di Kampung Bojong RT05/19, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, porak-poranda disapu angin puting beliung,

Read More...

Mobile Sliding Menu