PN Depok Tantang Bos First Travel

In Utama

DEPOK – Pengadilan Negeri (PN) Depok tak takut dengan ancaman Bos  First Travel, Andika Surachman melalui suratnya yang beredar. Kemarin, PN Depok pastikan tidak ada skandal dalam kasus hukum First Travel, dan Andika diminta ajukan Kasasi.

Humas Pengadilan Negeri Kota Depok, Teguh Arifiano mengatakan, sudah mengadakan persidangan dengan tebuka, sehingga jika terjadi kejanggalan sudah akan terbaca pada proses persidangan. “Sidangnyakan dibuka, dan terbuka untuk umum, jadi semua piohak sudah bisa menilai,” kata Teguh kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sementara, terkait surat ancaman dari Andika Surahman Teguh mengatakan, itu haknya terdakwa. Karena menurutnya di dalam putusan dipersidangan semuanya sudah dipertimbangkan secara lengkap dan menyeluruh. Namun, jika keberatan dalam persidangan terdakwa bisa lanjutkan masalah hukum First Travel silahkan melakukan kasasi ke Mahkamah Agung.

“Kalau buat kami siapun yang tidak terima putusan pengadilan, ya dilakukan upaya hukum saja, karena segala sesuatunya sudah dipertimbangkan secara lengkap dalam putusan,” tegas Teguh.

Sementara diberitakan sebelumnya, Setelah melalui proses hukum yang panjang, akhirnya, Pengadilan Tinggi (PT) Bandung menolak banding Andika Surachman dan istrinya Anniesa Hasibuan.

Itu terungkap dalam pengadilan dalam kasus pencucian uang jemaah umrah First Travel. Keduanya tetap divonis 20 tahun dan 18 tahun penjara dalam kasus First Travel.

“Menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Depok No 83/Pid.B/2018/PN.Dpk, tanggal 30 Mei 2018, yang dimintakan banding tersebut,” demikian putusan hakim yang dikutip dari situs Mahkamah Agung (MA), beberapa waktu lalu.

Dalam pengadilan itu, Ketua Majelis Arief Supratman, dengan anggota Ade Komarudin dan Abdul Fattah. Vonis itu diketok pada 15 Agustus 2018 dengan nomor perkara 195/PID/2018/PT.BDG.

Menanggapi putusan PT Bandung, Andika Surachman-Anniesa Hasibuan, pemilik jasa perjalanan umrah First Travel merasa tidak diperlakukan secara adil selama menjalani proses hukum di pengadilan. Salah satu ketidakadilan itu menurut Andika adalah penyitaan terhadap aset-aset First Travel yang tidak transparan.

Andika mengancam akan membuka orang-orang yang terlibat dalam kasus Firs Travel, termasuk mereka yang ikut menggelapkan aset-aset milik perusahaannya.

“Saya akan buka semua keterlibatan orang-orang di balik First Travel,” ujar Andika.

Andika bahkan menyatakan siap mati demi membongkar kejanggalan persidangan dalam kasus First Travel.

“Parahnya proses hukum terhadap kami, bahkan kami tidak mendapat bukti aset kami yang disita dan bobroknya bisnis umrah. Saya rela mati demi terbongkarnya skandal hukum ini,” kata Andika.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Depok Sufari pun tak menampik jika surat yang tertulis dan beredar di kalangan media adalah tulisan Andika. Namun Sufari membantah keras tudingan yang dilayangkan ke institusinya itu.

“Kami sudah mendatangani yang bersangkutan untuk menanyakan apa maksud anda (Andika) menulis bahwa kejaksaan menghilangkan (aset), coba jelasin sebab, JPU (Jaksa Penuntut Umum) menuntut sesuai barang bukti atau aset yang ada dalam berkas,” kata Sufari, Kamis (30/8).

Kemudian, lanjut Sufari, setelah dikroscek langsung dan dicocokkan dengan data serta berkas penyitaan aset, Andika pun akhirnya sadar bahwa tidak ada asetnya yang hilang.

“Nah akhirnya dia menjelaskan, ternyata setelah saya pelajari tuntutan jaksa itu telah sesuai dengan apa yang ada dalam berkas. Jadi tidak ada yang dihilangkan. Saya mohon maaf. Saya nulis itu dalam kegelisahan saya,” kata Sufari menirukan ucapan Andika.

Dia menambahkan, Andika masih merasa aset-aset yang diamankan itu tidak terdaftar di berita acara.

“Saya bilang kenapa enggak cek langsung apalagi kan sudah ada kuasa hukum. Intinya salinan aset-aset sudah dia terima, sudah kami kasih semua. Kan dia punya penasihat hukum. Dari dulu harusnya dipersoalkan. Lagian di persidangan juga kan sudah dibahas,” ungkapnya.(rub)

You may also read!

Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya antar Provinsi se-Jawa Siap Digulirkan

      Oleh: Supartono JW*) Pengamat Pendidikan Sepak Bola Nasional   Festival Sepak Bola antar Provinsi se-Jawa, Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya U-8, U-10,

Read More...

Dapat Bisikan Misterius, Painah Loncat dari Jembatan Juanda Depok

BUNUH DIRI : Paniah yang mencoba bunuh diri dengan melompat dari jembatan di Jalan Juanda,

Read More...

Ratusan Pesilat Adu Jurus di Cimanggis Cup

BERTANDING : Dua orang pesilat sedang bertarung di Gelanggang A pada Kejuaraan Silat Cimanggis Cup

Read More...

Mobile Sliding Menu