Petamburan Tak Penuhi Akses Jalan Tembus

In Metropolis
RUBIAKTO/RADAR DEPOK
BERSUMPAH: Kedua saksi yang dihadirkan dalam sidang Derden Verzet Pasar Kemirimuka sedang disumpah di muka persidangan.

DEPOK – Sidang lanjutan derden verzet sengketa pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji kembali dilanjutkan dengan mendegarkan keterangan saksi dari pedagang Pasar Kemirimuka. Penggugat menghadirkan dua orang saksi yang hari-hari berdagang di Pasar Kemirimuka.

Salah satu saksi yang dihadirkan oleh pedagang Pasar Kemirimuka, Sartono mengatakan dirinya memang sudah berdagang sejak tahun 1988. Dia juga mengaku membeli kios di Pasar Kemirimuka dari PT Petamburan Jaya.

Dia juga mengaku sejak pertama kali mendaftar berjualan di Pasar Kemirimuka dia belum sama sekali membayar iuran.

“Saya mendaftar dan membayar uang muka sebesar Rp440.000 untuk uang muka los yang seluas 2×2 meter persegi,” kata Sartono.

Sementara itu, dia juga mengaku belum membayar iuran untuk melunasi harga kios dengan harga Rp 2,2 juta yang dijanjikan selama lima tahun.

“Saya belum membayar iuran, karena PT petamburan belum merealisasikan jalan keluar menuju Jalan margonda yang telah dijanjikan sebelumnya,” kata Sartono di dalam kesaksiannya.

Sementara itu dia juga bersaksi di Pasar Kemirimuka pernah terjadi kebakaran, pada tahun 2005, namun menurutnya tidak satupun pengurus PT Petamburan yang membantu, atau membangun kembali pasar yang telah hangus terbakar di Blok F.

“Pascakebakaran PT Petamburan juga tidak mau membantu pedagang dengan membangun pasar yang telah hangus, yapi yang bangun malah Pemkot Depok,” ujar Sartono.

Sementara Weli yang juga seorang pedagang Pasar Kemirimuka menyatakan hal yang sama seperti yang diutarakan Sartono. Selain itu, dia juga mengatakan karena tidak dibuatkan akses keluar oleh PT Petamburan, tiba-tiba dibuatkan jalan yang berada di sisi rel kereta api.

“Karena PT Petamburan tidak membuatkan akses jalan seiring berjalannya waktu ada jalan yang berada di sisi rel kereta api yang langsung menuju Jalan Arif Rahman Hakim,” kata Weli. (rub)

 

You may also read!

Asep Kalap Lihat Paha Bule, Pemerkosa-Pencuri WNA Jerman di Depok Ditangkap

DEPOK – Asep Maulana sudah mengenakan kaos berwarna orange dengan tulisan tahanan, saat masuk hotel prodeo Polresta Depok. Pria

Read More...

Tujuh Rumah Gedong Numpang Listrik, Developer Aruba Residence Depok Putus Aliran

DEPOK – Entah apa permasalahannya sampai-sampai developer Aruba Residence berbuat tega seperti ini. Selama sembilan hari, tujuh rumah mewah

Read More...

Sehari 60 Orang Buat Kartu Kuning

DEPOK – Selain Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Ternyata, pemohon pembuatan Kartu Kuning atau AK1 juga mengalami peningkatan   kemarin.

Read More...

Mobile Sliding Menu