Percepat Margonda Dua di Depok

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
SILATURAHMI: Anggota Komisi V DPR RI, Intan Fauzi saat mengadakan ‘Ngobrol Santai’ dengan wartawan Depok di salah satu rumah makan di Bilangan Margonda Depok beberapa waktu lalu.

DEPOK – Anggota Komisi V DPR RI, Intan Fitriana Fauzi meminta Pemkot Depok mempercepat eksekusi pembangunan enam kawasan bisnis baru yang dirancang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Depok.

“Program yang dikenal dengan sebutan Margonda Dua yang membentang mulai dari Cinere, Bojongsari, Cimanggis, Cibubur, Tapos, dan Citayam dinilai sebagai salah satu solusi mengurai kemacetan yang terjadi di kawasan bisnis Margonda selama ini,” kata Intan disela-sela acara “Ngobrol Santai” dengan wartawan di Depok,

Intan menilai, rencana penerapan ganjil genap di Jalan Margonda, Depok, hanya sebagai proyek sementara atau solusi jangka pendek saja. Pemkot Depok harus punya program jauh ke depan salah satunya membangun Jalan Margonda Dua di wilayah Barat Depok, yaitu Bojongsari dan Sawangan. Kendati sistem ganjil genal ini terbukti ampuh mengurai kemacetan di Jakarta ketika perhelatan Asian Games 2018, namun penerapan sistem ini bersifat sementara sehingga perlu dicarikan solusi jangka panjangnya.

“Itu hanya sebagai rekayasa lalu lintas saja. Saat ini pertumbuhan penduduk dan pemilik kendaraan jauh lebih besar dibandingkan ruas jalan, sehingga diwacanakan ganjil genap. Tapi jangan sampai ini malah membuat warga membeli kendaraan labih dari satu, karena tidak mau kena sistem ini,” papar Intan.

Menurutnya, Pemkot Depok harus melakukan pemerataan pembangunan. Salah satunya dengan mempercepat proyek Jalan Margonda Dua yang salah satu titiknya ada di kawasan Bojongsari. Dengan demikian perkembangan ekonomi dan roda perputaran uang tidak hanya terpusat di Margonda saja.

Dengan demikian kemacetan juga otomatis terurai.

“Margonda Dua ada enam titik. Jika itu dikembangkan maka kemacetan di Margonda tidak lagi signifikan. Jadi, solusi jangka panjangnya adalah pemerataan permbangunan,” kata Intan.

Politisi PAN ini mengingatkan agar tidak lagi dikeluarkan perizinan di kawasan Margonda. Jika ada investor yang mau berinvestasi diarahkan ke wilayah lain di Depok selain Margonda. Jika perizinan yang dikeluarkan hanya sebatas di Margonda, maka kawasan lainnya tidak akan berkembang.

“Pusat kota tidak boleh hanya satu titik, karena untuk mengurai kemacetan perlu dibangun sentra bisnis baru. Harus dibangun titik-titik lain yang juga dekat dengan warga, sehingga akses mereka pun menjadi mudah dan perekonomian berkembang,” ucap Intan. (cky)

You may also read!

Senin, Penentuan Nasib 500 CPNS Depok

DEPOK – Nasib 500 calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari Kota Depok akan ditentukan pada Senin, 10 Desember 2018.

Read More...

Lokasi Longsor di Depok akan Dipasangi Bronjong

DEPOK – Kali Tanah Baru di RT05/03, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, yang mengalami longsor pada  Kamis (6/12) silam,

Read More...

Chicking Depok Rasa Dubai

DEPOK – Rasanya hampir kebanyakan orang suka menyantap makanan berbahan dasar ayam. Baik ayam goreng tradisional, ayam goreng tepung

Read More...

Mobile Sliding Menu