Pedagang Kemirimuka Depok Siapkan Saksi Ahli

In Metropolis
RUBIAKTO/RADAR DEPOK
SIDANG LANJUTAN: Sidang Derden Verzet sengketa Pasar Kemirimuka, Beji dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi dari pedagang Pasar Kemirimuka, di Pengadilan Negeri Depok, kemarin (27/9).

DEPOK – Sidang lanjutan derden verzet sengketa pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji kembali dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi dari pedagang Pasar Kemirimuka, pihak pedagang juga telah menyiapkan saksi ahli untuk memberikan keterangan, Senin (15/10) mendatang.

Keterangan saksi yang dihadirkan pihak pedagang, Abdul Haris mengaku telah membayar iuran melunasi harga kios dengan harga Rp2,2 juta yang dijanjikan selama lima tahun. “Saya sudah melunasi iuran,” kata Abdul Haris di dalam kesaksiannya pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Depok.

Namun, pihaknya merasa dibohongi lantaran PT petamburan jaya tidak menepati janjinya untuk membuatkan akses jalan keluar ke Jalan Margonda Raya. “Pascakebakaran PT Petamburan juga tidak mau membantu pedagang dengan membangun pasar yang telah hangus, tapi yang bangun malah Pemkot Depok,” ujar Abdul Haris.

Sementara itu, Kuasa Hukum Pedagang Pasar Kemirimuka, Leo Prihardiansyah mengatakan pihaknya akan mendatangkan saksi ahli dalam persidangan mendatang yang di jadwalkan Senin (15/10).

Menurutnya saksi ahli yang akan dihadirkan akan membeberkan masalah agrarian yang terjadi di Pasar Kemirimuka. “Kalau ahli bisa hadir, nanti dia akan membeberkan masalah yang sebenarnya terjadi di Lahan Pasar Kemirimuka,” kata Leo.

Sementara sebelumnya, meski telah sepakat untuk membentuk tim untuk menangani masalah sengketa lahan di Pasar Kemirimuka. Pedagang tetap, mendorong Pemkot Depok menggugat kembali PT Petamburan, dengan menggunakan bukti baru SK Gubernur Jawa Barat.

Menurut Koordinator Pedagang Pasar Kemirimuka, Karno Sumardo. Pedagang mendorong Pemkot Depok segera menggugat PT Petamburan Jaya. “Kami meminta Pemkot kembali menggugat PT Petamburan, dengan menggunakan bukti baru berupa SK Gubernur Jawa Barat,” kata Karno kepada Harian Radar Depok, kemarin (27/9).

Dia mengatakan, sebelumnya pedagang diundang ke Pemkot Depok lantaran mengancam ingin berdemo di Kantor Walikota Depok. “Kami memberi waktu kepada Pemkot Depok selama sebulan kedepan, jika Pemkot Depok tidak juga mau menggugat balik PT Petamburan, kami akan Demo Kantor Walikota Depok,” ujar Karno.

Sebelumnya, pedagang dan Pemkot Depok akhirnya bersatu melawan PT Petamburan Jaya Raya (PJR). Selasa (18/9), sejumlah pedagang Pasar Kemirimuka dan Pemkot Depok mengadakan pertemuan di Ruang Mawar, Balaikota Depok. Hasilnya, pemkot siap membuat tim kecil agar Pasar Kemirimuka bisa tetap menjadi aset milik pemerintah Kota Depok.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Setda Kota Depok, Herman Hidayat mengatakan, setelah dilakukan pertemuan. Pemkot mengupayakan proses Pasar Kemirimuka tetap menjadi aset milik pemerintah Kota Depok. Herman mengaku, akan membentuk tim kecil untuk melakukan langkah-langkah, untuk menghadapi proses hukum yang akan terjadi.   “Selama ini kita seperti berjalan masing-masing, nanti kita dapat berjalan bersama antara dinas terkait dan para pedagang untuk menyelesaikan masalah hukum yang sedang terjadi,” ucap Herman, beberapa waktu lalu. (rub)

You may also read!

Pemkot Depok Gugat Petamburan, Fokus Persiapkan Materi Gugatan

DEPOK – Pemkot Depok tidak diam dalam memperjuangkan Pasar Kemirimuka. Pasca putusan sidang Derden Verzet sengketa lahan Pasar Kemirimuka,

Read More...

Cuaca Buruk, Harga Beras di Depok Naik

DEPOK – Cuaca buruk di sejumlah daerah, berdampak pada kenaikan harga beras di Kota Depok. Meski tidak begitu besar,

Read More...

TMMD Ke-103 Depok Rampung

DEPOK – Kurang lebih 30 hari pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103, di Kecamatan Cipayung, resmi selesai

Read More...

Mobile Sliding Menu