Palu-Donggala Disapu Tsunami, Bergetar 31 Kali, Korban Didata

In Utama

SULTENG – Alam Indonesia kembali mengamuk. Gempa besar berkekuatan 7,7 skala richter, mengguncang Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (28/9) sekira pukul 17:00 WIB. Tak lama berselang, tsunami ketinggian 1,5 meter hingga dua meter menerjang dua daerah tersebut.

Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menegaskan, benar terjadi Tsunami, menghantam kawasan Kota Palu dengan ketinggian hingga 1,5 meter akibat gempa berkekuatan 7,7 pada skala Richter yang mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah.

“Dari pemantauan di lapangan, benar terjadi tsunami, dan bahwa video yang beredar itu memang benar,” kata Dwi Korita Karmawati dalam jumpa pers di kantor BMKG.

Tsunami, kata dia terjadi pada pukul 17:32 WIB. Di media sosial beredar video yang menunjukkan ombak besar menerjang pantai sekitar pesisir Palu. Video lain menunjukkan, air bah menerjang masuk pemukiman.

Kepala Pusat Seismologi Teknik Biofisika Potensial BMKG, Bambang Setiyo Prayitno mengatakan, berdasarkan peta gempa, gempa di Donggala adalah gempa bumi tektonik diakibatkan sesar Palukoro, Selat Makasar.  “Kalau melihat dari peta dampak guncangan dari gempa bumi diperkirakan timbulnya kerusakan karena sudah mencapai sekitar 8 MMI di dekat sumber gempanya,” tambahnya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menerangkan, BMKG telah memutakhirkan kekuatan gempa yang semula magnitudo 5,9 menjadi magnitudo 6 dengan pusat gempa dua kilometer arah utara Kota Donggala pada kedalaman 10 kilometer pada Jumat, 28 September 2018, pukul 14:00 WIB.

“Untuk sumber gempa berasal dari sesar Palu Koro. Dari analisis peta guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Donggala IV MMI, Palu III MMI, Poso II MMI),” sambung dia.

Sementara itu, posko BNPB telah mengkonfirmasi ke BPBD Kabupaten Donggala terkait dampak gempa. Gempa dirasakan di wilayah Kabupaten Donggala, Kota Palu dan Parigi Moutong.

Secara umum gempa dirasakan berintensitas sedang selama dua hingga sepuluh detik. Gempa dirasakan beberapa kali karena adanya gempa susulan.

Tim BNPB masih mendata korban yang terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Namun, sejumlah korban dilaporkan tewas. “Jumlahnya masih didata. Beberapa korban memang meninggal karena tertimpa bangunan,” katanya.

Meski demikian, Sutopo kembali menegaskan belum bisa memastikan jumlah korban baik meninggal maupun luka. “Belum bisa jumlah, masih pendataan,” ujarnya.

Satu keluarga di Pantai Palu juga dilaporkan hilang saat tsunami. Selain itu, sejumlah warga juga dilaporkan tertimpa bangunan. “Kami juga dapat laporan ada beberapa warga yang tertimpa oleh bangunan di kota Palu dan Donggala. Jumlahnya masih didata, yang pasti ada satu warga tewas,” ujarnya.

Terpisah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan semua jajaran pemerintahannya, untuk siap menangani kondisi pasca-gempa di Sulawesi Tengah. Gempa ini telah menimbulkan kerusakan bangunan hingga tsunami.

“Menjelang maghrib tadi, gempa bumi mengguncang wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya. Saya memantau dan menyiagakan seluruh jajaran pemerintah terkait menghadapi segala kemungkinan pasca gempa bumi,” kata Jokowi lewat akun Twitternya, Jumat (28/9).

Jokowi mendengar kabar gempa di Donggal adan Palu pada petang tadi. Dia terus memantau perkembangan kondisi usai gempa. Dia menyampaikan harapan. “Semoga saudara-saudara kita di sana tetap tenang dan dalam keadaan selamat,” kata Jokowi.

Setelah terjadi gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6 di Donggala, Sulawesi Tengah, ada gempa susulan sebanyak 31 kali. Gempa tersebut terhitung hingga pukul 21:00 WIB malam ini.

“Sampai pukul 21:00 WIB, telah tercatat ada 31 gempa susulan. Sebelumnya, pada pukul 14.00 WIB gempa Magnitudo 6,0 di Donggala terjadi menimbulkan korban dan kerusakan,” ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono di kantornya, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sebanyak 31 gempa susulan itu termasuk gempa Magnitudo 7,4 yang memicu munculnya gelombang tsunami. Gempa yang terjadi menyebabkan terjadinya kerusakan bangunan.

BMKG mengimbau masyarakat tidak tinggal di rumah yang kondisinya sudah retak.

“Jadi bangunan-bangunan yang kondisi sudah retak. Kami akan tetap monitor gempa susulan ini. Beberapa hari ke depan, untuk masyarakat di Donggala, Palu, untuk tidak meninggali rumah-rumah yang dalam kondisi miring. Kecuali rumah yang masih kokoh,” tutur Rahmat.(jpnn/dtk/kps)

You may also read!

Baznas bantu korban rumah rusak di bojongsari

Baznas Kota Depok Bantu Tiga Rumah Rusak di Bojongsari

BANTUAN : Baznas Kota Depok di dampingi anggota DPRD Kota Depok dan KecBojongsari mengunjungi rumah

Read More...
volcano team buka kelas

Volcano Team Buka Kelas Reguler Plus

LATIHAN : Atlet Taekwondo Volcano team dari Cakra Rajasa Club berfoto bersama sebelum melakukan pemanasan

Read More...
Alumni FMIPA UI

Alumni FMIPA UI Gelar Pertandingan

TANDING : Alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam berfoto bersama menjelang pertandingan melawan tim

Read More...

Mobile Sliding Menu