Pak Nur Mahmudi Sakti

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
BELUM DITAHAN : Mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail usai diperiksa penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Polresta Depok, dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan lahan untuk pelebaran Jalan Nangka, Kecamatan Tapos. Diduga telah merugikan keuangan negara sebesar 10,7 miliar, Kamis (13/9).

DEPOK – Dua hari Polresta Depok maraton periksa dua tersangka rasuah Jalan Nangka, Kecamatan Tapos. Pertama Rabu (12/9), tersangka Harry Prihanto mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Depok, sampai 15 jam. Nah Kamis (13/9), mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail juga diperiksa selama 14 jam lebih sedari pukul 09:00 WIB. Menariknya, sama-sama hampir 15 jam diperiksa, Nur Mahmudi Ismail hanya dicecar 64 pertanyaan. Sementara Harry sampai 171 pertanyaan.

Sejauh ini dari pihak Polresta Depok, belum memberikan keterangan dari hasil pemeriksaan tersebut. Jika dibandingkan dengan Komisi Anti Rasuah, setelah pemeriksaan KPK langsung menggelar  konferensi pers.

Mengenakan kemeja krem garis hitam, Nur Mahmudi sangat kelelahan saat keluar dari ruangan penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polresta Depok pada pukul 23:22 WIB. Mantan Walikota Depok dua periode itu keluar sambil didampingi tiga orang pengacaranya dan penyidik.

Nur Mahmudi enggan memberikan komentar saat wartawan memberondongnya dengan sejumlah pertanyaan. Dia hanya melempar senyuman.

“Terkait pemeriksaan hari ini akan dijawab sama pengacara saya. Saya hanya dilempar 64 pertanyaan,” singkat Nur kepada Harian Radar Depok, kemarin malam.

Nur Mahmudi Isamil, kemudian bergegas masuk ke mobil Toyota Innova. Tidak ada penahanan bagi Nur Mahmudi malam ini.

Sementara, Kuasa Hukum Nur Mahmudi Ismail, Iim Abdul Halim menyebutkan, telah mengeluarkan permohonan penangguhan penahanan terhadap tersangka kasus korupsi Jalan Nangka Kota Depok.

“Ya alhamdulilah, penangguhan penahanannya dikabulkan penyidik,” bebernya.

Iim menyebutkan, alasan penyidik kepolisian tidak menahan Nur Mahmudi karena Eks Walikota Depok menyatakan kesiapannya untuk kooperatif.

“Ya, Pa nur menyatakan juga siap dipanggil kapan saja,” tandasnya.(rub)

You may also read!

Asep Kalap Lihat Paha Bule, Pemerkosa-Pencuri WNA Jerman di Depok Ditangkap

DEPOK – Asep Maulana sudah mengenakan kaos berwarna orange dengan tulisan tahanan, saat masuk hotel prodeo Polresta Depok. Pria

Read More...

Tujuh Rumah Gedong Numpang Listrik, Developer Aruba Residence Depok Putus Aliran

DEPOK – Entah apa permasalahannya sampai-sampai developer Aruba Residence berbuat tega seperti ini. Selama sembilan hari, tujuh rumah mewah

Read More...

Sehari 60 Orang Buat Kartu Kuning

DEPOK – Selain Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Ternyata, pemohon pembuatan Kartu Kuning atau AK1 juga mengalami peningkatan   kemarin.

Read More...

Mobile Sliding Menu