Listrik Diputus Developer Warga Aruba Residence Depok Lapor Polisi

In Metropolis
IRWAN/RADAR DEPOK
BIKIN LAPORAN: Sejumlah warga RW08 Perumahan Aruba Residence melaporkan developer perumahan tersebut ke polisi, karena telah memutuskan aliran listrik secara sepihak, Kamis (13/9).

DEPOK – Setelah diminta membayar uang bulanan Rp700 ribu, kini aliran listrik di RW08 perumahan Aruba Residence diputuskan oleh developer. Alhasil, warga geram dan melaporkan aksi developer tersebut ke Polresta Depok, Kamis (13/9).

Salah satu warga, Rico mengaku, pemutusan aliran listrik terjadi Rabu (12/9) oleh developer tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu kepada warga. Diduga, mereka terdesak karena mendapatkan surat peringatan dari Pemkot Depok agar menyerahkan fasos-fasum.

“Developer Aruba Residence sudah semena-mena dengan warga perumahan. Mereka merasa terdesak karena sudah mendapatkan teguran dari pemkot Depok,” kata Rico, kepada Radar Depok di Mapolresta Depok, Kamis (13/9).

Awal mula persoalan dari pihak developer yang memaksakan warga untuk membayar iuran bulanan cukup tinggi. Sebelumnya hanya Rp200 ribu untuk sampah, keamanan, dan lainnya. Karena keberatan iuran bulanan mencapai Rp700 ribu hingga Rp1 juta, sesuai besar dan luas rumah dimiliki warga.

“Kenaikan ini kemauan developer, kami tidak sangup. Kok developer jadi arogan ke kami. Malah kami mau masuk ke rumah pintu gerbang ditutup, kita masuk buka sendiri,” kata Rico kesal bersama warga lainya.

Lebih lanjut, rumah di perumahan tersebut sudah memiliki IMB dan lunas. Seharusnya pihak develover menyerahkan asetnya ke Pemkot Depok sehingga pelayanan bisa masuk. “Ini malah developer ingin menguasai dan mengatur aturan lingkugan perumahan seenaknya,” kata dia.

Selain itu lanjut Rico, develover menyewa centeng untuk mengamankan. “Mereka memutus listrik biar warga tunduk, tapi kami tetap menolak dan meminta pemkot menyelesaikan masalah ini,” tandasnya.

Senada, penghuni Aruba Residence, Andreas mengatakan, warga memang sudah beberapa kali terlibat konflik terkait pengelolaan lingkungan. Dimulai sejak Juli 2018, saat itu petugas sampah dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, dilarang masuk komplek untuk mengambil sampah. “Petugas sampah tidak boleh masuk, jadi sampah berserakan di sepanjang komplek,” kata Andreas.

Hal tersebut menurutnya, bermula saat developer Aruba Residence menaikan harga Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL). Sebelumnya IPL hanya Rp200 ribu perbulan, tapi tiba-tiba secara sepihak developer Aruba Residence menaikan harga tanpa persetujuan warga menjadi Rp700 ribu perbulan. Bahkan, Rabu (25/7) pihak developer melalui para pekerja sengaja membuang sampah ke depan rumah ketua RT5/8. “Pihak developer dengan sengaja membuang sampah di depan rumah pak RT, dan itu terekan di kamera CCTV milik warga,” jelas Andreas.

Sementara pada perjanjian sebelumnya, warga membeli rumah di Aruba Residence berikut prasarana, sarana dan utilitas. Tapi yang terjadi adalah pembatasan hak warga untuk menikmati lingkungan Aruba. Warga kemarin sudah mendatangi kantor Walikota Depok, untuk mengadukan permasalahan tersebut, dan diterima Inspektur Pembantu Wilayah II, Adhy Parayudha. “Kami telah mengadukan ke pemkot, tinggal menunggu jawaban pemkot,” jelas Andreas.

Terpisah, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok Nina Suzana menegaskan, pihak developer Aruba Residence belum menyerahkan fasos dan fasum kepada pemkot. Tapi dalam hal ini BKD Depok telah melayangkan surat peringatan (SP) dua kepada pengembang. “Mau kita panggil dulu pengembangnya. Baru nanti dimediasi antar warga dan pengembangnya,” tegas Nina.

Prihal waktu mediasi dua pihak ini sambung Nina, masih proses pembahasan.  “Nanti kita temukan dua pihak ini, untuk menyelesaikan masalahnya,” ucap dia singkat.(irw)

 

You may also read!

Tersangka Curanmor di Depok Tewas di Hotel Prodeo

DEPOK – Ternyata Hotel Prodeo Polresta Depok sangat angker bagi tahanan. Tersangka Yulius Lucas Tahapary alias Ulis, yang terjerat

Read More...

8.243 Pengendara Ditilang

DEPOK – Ternyata pengguna kendaraan di Kota Depok belum terlalu patuh akan aturan. Faktanya, selama operasi zebra sedari 30

Read More...

Kontraktor Rusak Taman Pipit Depok

DEPOK – Akibat tidak berkordinasi sejak awal, akhirnya seluas 20 meter Taman Pipit rusak. Kuat dugaan taman yang terletak

Read More...

Mobile Sliding Menu