Ketua RW: Pembangunan Taman Jangan Ada yang Dirugikan

In Satelit Depok, Wilayah Depok
REGI/RADAR DEPOK
TERANCAM HILANG: Lapangan Pirus yang rencananya akan diganti dengan Taman Kelurahan Pondok Jaya dan mendapat tentangan dari warga RT10/07 Sektor Pirus.

DEPOK – Rencana pembangunan Taman Kelurahan Pondok Jaya yang berlokasi di Lapangan Pirus, RT10/07 Perumahan Permata Depok, Kelurahan Pondok Jaya, Cipayung, belakangan mendapat penolakan dari warga, khususnya Sektor Pirus.

Ketua RW07, La Ode M. Saprianton menyatakan, rencana pembangunan tersebut menjadi program Pemkot Depok. Awal rencana pembangunan taman kelurahan, kata dia, sekitar tahun 2017.

“Kronologis kejadian taman ini sekitar tanggal 9 dan 11 September, itu ada datanya di saya,” kata Anton panggilan La Ode M. Saprianton.

Pada tahun itu, pihak kelurahan bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) memanggil warga untuk menyaksikan pengukuran.

“Luas taman tersebut sekitar 2.000 sampai 3.000 meter lebih. Bukan hanya Lapangan Pirus yang ada di sana. Jadi di situ ada RT10, 11 dan 12,” katanya.

Setelah dilakukan pengukuran oleh pihak DLHK, tetapi tidak ada konfirmasi sebelumnya kepada ketua RT maupun RW. Ternyata site plan pembangunan taman sudah ada. “Pihak DLHK tidak ada konfirmasi. Setelah site plan jadi, baru tarik sosialisasi,” katanya.

Anton melanjutkan, terkait penolakan warga, dari 12 RT di Perumahan Permata Depok setuju untuk dilaksanakan pembanguan taman kelurahan. Sedangkan penolakan hanya terjadi pada warga RT10.

“Mayoritas setuju, ya RT10 saja yang menolak. Kemudian saya meminta rapat diadakan bersama seluruh RT melalui grup WhatsApp, karena ramai di grup itu,” katanya.

Setelah itu, Anton menceritakan diskusi bersama dengan Ketua RT10, pengurus RT, dan warga RT10. Hasil diskusi didapatkan poin untuk melakukan rapat langsung bersama pihak DLHK.

“Tanggal 16 Agustus itu kita pertemuan dengan pihak DLHK di kantor. Empat poin permintaan warga yang saya ingat, semua direalisasikan oleh Bu Ety selaku pihak (Kepala) DLHK,” Anton mengingat.

Permintaan warga, kata Anton, agar dibuatkan drainase, sekretariat, pengelolaan dan pengamanan, sebelum pembangunan taman dilakukan. Permintaan tersebut sudah direalisasikan berupa dana sekitar Rp200 juta.

“Drainase sudah direalisasikan. Poin lain menunggu setelah pembangunan sudah terlaksana. Terkait poin-poin permintaan warga, jika masih kurang nanti ditambahkan lagi di tahun 2019. Itu masuk ke anggaran ABT. Keseluruhan, pengoperasionalan taman diserahkan kepada warga. Mulai dari kebersihan, pengelolaan, hingga pengamanan,” paparnya.

Dia berharap, terkait rencana pembangunan tersebut, tidak ada yang dirugikan atau merugikan salah satu pihak.

Sementara itu, seorang warga RT10/07 Sektor Pirus, Irma Suryati menegaskan, sampai kapan pun warga di lingkungannya tetap menolak rencana pembangunan taman yang harus menggusur Lapangan Pirus.

“Kita akan maju jika pembangunan dilakukan. Kita khawatir dampak yang ditimbulkan setelah taman itu dibangun,” kata Irma. (cr1)

You may also read!

Tersangka Curanmor di Depok Tewas di Hotel Prodeo

DEPOK – Ternyata Hotel Prodeo Polresta Depok sangat angker bagi tahanan. Tersangka Yulius Lucas Tahapary alias Ulis, yang terjerat

Read More...

8.243 Pengendara Ditilang

DEPOK – Ternyata pengguna kendaraan di Kota Depok belum terlalu patuh akan aturan. Faktanya, selama operasi zebra sedari 30

Read More...

Kontraktor Rusak Taman Pipit Depok

DEPOK – Akibat tidak berkordinasi sejak awal, akhirnya seluas 20 meter Taman Pipit rusak. Kuat dugaan taman yang terletak

Read More...

Mobile Sliding Menu