Ina 3 Tahun, Tajudin-Aulia 15 Bulan

In Metropolis
REGI/RADARDEPOK
SIDANG PUTUSAN: Tiga koruptor dana Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), masuk pada tahap sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Rabu (19/9) Bandung.

BANDUNG – Akhirnya kasus rasuah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Sukamaju, Cilodong finish. Rabu (19/9), Agustina Tri Handayani, Aulia, dan tajudin divonis bersalah, di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung. Hanya saja, putusan hakim jauh dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam sidang, Agustina Tri Handayani dianggap bersalah karena menyelewengkan anggaran RTLH di Kelurahan Sukamaju, Cilodong di vonis 3 tahun penjara. Denda Rp 150 juta atau diganti masa tanahan selama 3 bulan. Selain itu, Ina juga diminta mengembalikan kerugian negara sebesar Rp417 juta, atau diganti dengan masa tahanan 1 tahun penjara.

Putusan tersebut jauh dari tuntutan JPU selama 6 tahun 6 bulan penjara, dengan denda Rp200 juta atau diganti masa tahanan 6 bulan penjara. Juga mewajibkan Ina mengganti kerugian negara sebesar Rp 417 juta, atau diganti masa tahanan selama 3 tahun penjara.

Vonis bagi kedua terdakwa Ketua LPM kelurahan Sukamaju, Cilodong, Aulia, dan Sekretaris LPM Kelurahan Sukamaju, Cilodong, Tajudin juga lebih rendah dari tuntutan JPU. Yaitu 15 bulan penjara, dan denda Rp50 juta atau diganti dengan 1 bulan penjara. Sekaligus mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 29 juta atau diganti dengan 3 bulan penjara.

Padahal sebelumnya, JPU menuntut Aulia, dan masing-masing satu tahun enam bulan penjara, dengan menjatuhkan denda masing-masing sebesar Rp50 juta subsider kurungan 3 bulan penjara. “Ina dituntut 3 tahun penjara, Aulia dan Tajudin 15 bulan penjara,” kata Humas PN Bandung, Wasdi hanya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menyikapi putusan tersebut, Kuasa Hukum Agustina Tri Handayani, Andi Tatang mengaku masih pikir-pikir. Sebab, pihaknya akan mengkonsulatikan hal tersebut kepada keluarga. “Kami masih pikir-pikir untuk melakukan banding, karena kami masih akan koordinasi dengan kelularga korban,” kata Tatang.

Sementara diketahui, kerugian negara yang dialami dalam korupsi RTLH di Kelurahan Sukamaju, Cilodong sebesar Rp482.550.525 dengan rincian adanya pemotongan Rp3 juta yang dilakukan oleh terdakwa Agustina terhadap 52 penerima manfaat, dan pemotongan Rp1 juta yang dilakukan terdakwa Aulia dan Tajudin terhadap 15 penerima manfaat.

Selain itu, Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kurang bukti, sehingga ada selisih. Selain itu, yang membuat LPJ adalah para terdakwa, bukan penerima manfaat. (rub)

You may also read!

Awas Korupsi Nangka Berujung SP3

DEPOK – Berkas dugaan korupsi pelebaran Jalan Nangka, Kecamatan tapos, milik Nur Mahmudi Ismail dan Harry Prihanto tak ada

Read More...

MR-ORI Depok di Bawah Target Kemenkes

DEPOK– Cakupan imunisasi measle-rubella (MR) dan outbreak response imunization (ORI) difteri 3 di Kota Depok, masih di bawah target

Read More...

Sehat Dimulai dari Cuci Tangan

DEPOK – Memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS). Selasa (16/10), Walikota Depok Mohammad Idris, Dinas Kesehatan (Dinkes)

Read More...

Mobile Sliding Menu