Bos Golkar Depok Di-Musdalub-kan

In Utama
RAMA SAKTI/RADAR DEPOK
MELAWAN: Ketua Fraksi Partai Golkar Kota Depok, Juanah Sarmili (kanan) menyerahkan surat keputusan DPD Golkar Jabar kepada Ketua DPRD Depok perihal status quo yang harus dipatuhi pengurus DPD Golkar Depok.

DEPOK – Kontestasi politik di tubuh DPD Partai Golkar Kota Depok mulai gaduh. Ihwal kegaduhan ini lantaran Ketua DPD Partai Golkar Depok dianggap tidak mematuhi surat keputusan yang dikeluarkan DPD Partai Golkar Jawa Barat (Jabar): DPD Golkar Depok supaya tidak melakukan perubahan struktur Alat Kelengkapan Dewan (AKD) Fraksi Partai Golkar di DPRD Kota Depok.

Dalam isi surat yang dikeluarkan DPD Golkar Jawa Barat dan ditanda tangani oleh Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi dan Wakil Sekretaris, Sukim Nur Arif memutuskan: pertama, DPD Golkar pada tanggal 2 Agustus 2018 telah menerima surat dari pengurus PK, Pekel, kader, dan tokoh Partai Golkar Depok perihal permohonan segera dilaksanakan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD Golkar Depok.

Poin ke dua, DPD Partai Golkar Depok tidak diperkenankan melaksanakan pergantian atau pengangkatan Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan Kecamatan, Kelurahan atau perubahan struktur Alat Kelengkapan Dewan (AKD) Fraksi Partai Golkar di DPRD Kota Depok.

Namun, pada saat rapat Paripurna Persetujuan DPRD Kota Depok terhadap KUPA dan PPAS Perubahan APBD Depok Tahun Anggaran 2018 kemarin. Pengurus DPD Golkar Depok mendesak Ketua DPRD Depok untuk membacakan pergantian Ketua Fraksi Golkar.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Depok, Juanah Sarmili kemudian melakukan interupsi dan meminta masalah fraksi menunggu hasil investigasi tim Jawa Barat. “Selama investigasi berjalan maka DPD Partai Golkar dalam status quo,” kata Juanah di hadapan seluruh anggota DPRD Depok dan kepala dinas yang hadir.

Kemudian Juanah menyampaikan bahwa hasil pertemuan dari lima orang anggota Fraksi Golkar DPRD Depok beserta tim investigasi di Bandung, tepat pada saat paripurna keluar surat dari Provinsi Jawa Barat.

Setelah menyampaikan pendapatnya, Juanah bersama koleganya di DPRD, Supriatni walk out dari sidang dan menolak pembahasan penggantian Ketua Fraksi. Permasalahan tidak sampai di situ, informasi yang didapat Radar Depok menyebut, keluarnya surat dari DPD Golkar Jabar berawal dari persoalan uang saksi pada saat Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 yang digelontorkan Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi yang pada saat itu menjadi calon wakil gubernur.

Uang saksi di Kota Depok yang seharusnya diberikan sebesar Rp100 ribu per TPS, tetapi hanya dikeluarkan Rp20 ribu per TPS oleh DPD Kota Depok. Sedangkan jumlah TPS di Kota Depok ada 3.300. Kemudian tim investigasi memanggil para Ketua PK di Kota Depok beserta Sekretaris untuk dimintai klarifikasi.

Selain itu, pemecatan yang dilakukan DPD Golkar terhadap empat Ketua PK dan Sekretarisnya pun dinilai sewenang-wenang.

Salah satu Sekretaris PK mengaku, kecewa dengan kepengurusan DPD Golkar Depok saat ini. Pengurus DPD dinilai otoriter dalam mengambil setiap keputusan. “Contohnya kayak pemecatan (Ketua PK dan Sekretaris) kemarin, saya salah satunya. Harusnya kita dipanggil dulu, meminta penjelasan. Jangan tiba-tiba langsung maen pecat saja,” katanya.

Dia juga mendapat informasi bahwa Ketua PK kembali dipanggil pengurus DPD untuk diminta klarifikasi perihal pemberitaan. “Sebelumnya kan sudah dipanggil, tapi hari ini (kemarin) dipanggil lagi. Ketua PK harusnya dirangkul, bagaimana Golkar mau maju kalau gini caranya,” terangnya.

Menimpali hal tersebut, Ketua DPD Partai Golkar Depok, Farabi A Rafiq membantah, adanya surat tersebut yang dikeluarkan oleh DPD Partai Golkar Jawa Barat. “Mana ada, nggak ada surat itu,” bantah Farabi.

Dia malah mempertanyakan kebenaran surat tersebut, karena dia dan kadernya sama sekali belum melihat surat itu. “Dapat kabar angin darimana, salah info sepertinya,” terang Farabi.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Depok, Didin Syafrudin mengatakan, belum ada perintah Musdalub dari DPD partai Golkar Jawa Barat, dan saat ini kepemimpinan DPD Partai Golkar Kota Depok masih dipimpin Farabi. “DPD Partai Golkar Kota Depok masih dipimpin Farabi, dan jajaran pengurus dibawahnya,” tandas Didin.(ram/rub)

You may also read!

Asep Kalap Lihat Paha Bule, Pemerkosa-Pencuri WNA Jerman di Depok Ditangkap

DEPOK – Asep Maulana sudah mengenakan kaos berwarna orange dengan tulisan tahanan, saat masuk hotel prodeo Polresta Depok. Pria

Read More...

Tujuh Rumah Gedong Numpang Listrik, Developer Aruba Residence Depok Putus Aliran

DEPOK – Entah apa permasalahannya sampai-sampai developer Aruba Residence berbuat tega seperti ini. Selama sembilan hari, tujuh rumah mewah

Read More...

Sehari 60 Orang Buat Kartu Kuning

DEPOK – Selain Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Ternyata, pemohon pembuatan Kartu Kuning atau AK1 juga mengalami peningkatan   kemarin.

Read More...

Mobile Sliding Menu