01 Atau 02

In Utama
FOTO: DARREN WHITESIDE/ REUTERS

JAKARTA – Kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden sudah mengambil undian nomor urut untuk Pilpres 2019. Hasilnya, capres petahana Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin mendapat nomor 1 dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat nomor 2.

Mulanya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mempersilakan Ma’ruf Amin dan Sandiaga maju ke depan untuk mengambil nomor yang akan menentukan urutan. Masing-masing mendapat nomor 10 dan nomor 1.

Kemudian, kedua capres mengambil nomor urut sesuai dengan hasil tersebut. Prabowo mengambil terlebih dahulu tabung yang berisi nomor urut, lalu diikuti dengan Jokowi. Uniknya, sebelum Jokowi mengambil tabung tersebut, dia mempersilakan Ma’ruf Amin untuk memimpin doa. Lantas Ketua Majelis Ulama Indonesia (nonaktif) itu menengadahkan tangan dan mulai berdoa.

Tak lama kemudian, Sandiaga ikut menengadahkan tangan, kemudian juga diikuti Prabowo dan Jokowi. Keempatnya pun terlihat berdoa dengan khidmat.

Sesi pembukaan tabung pun dimulai, Arief kembali mempersilakan Jokowi dan Prabowo membuka secara bersamaan. Setelah mengetahui nomor urut masing-masing, mereka pun berpose dengan tangan membentuk angka 1 dan 2.

“Dengan ini memutuskan, menetapkan, pasangan calon nomor urut Pilpres 2019. Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin nomor 1 dan Prabowo-Sandi nomor 2,” ujar Arief disambut riuh tepuk tangan hadirin di gedung KPU, Jakarta Pusat, Jumat (21/9) malam.

Penetapan nomor urut ini dituangkan dalam Keputusan KPU RI 1142/PL.02.2-Kpt/06/KPU/IX/2018 tentang Penetapan Nomor Urut Pasangan Calon Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019, tanggal 21 September 2018.

Sementara itu, nomor urut capres-cawapres ditambah angka 0. Penambahan ini disebut untuk membedakan dengan nomor parpol peserta Pemilu 2019. “Ya pasangan calon mengatakan demikian, ini nanti supaya tidak bias terhadap partai yang menggunakan angka 1 dan angka 2,” ujar Arief.

“Termasuk supaya semua menjadi berbeda, penomeran untuk parpol berbeda untuk DPD, berbeda untuk penomoran paslon presiden-wakil presiden,” imbuhnya.

Arief menegaskan penambahan angka 0 ini tidak melanggar aturan. Penambahan ini disepakati dua pasangan calon yakni nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Tidak (menyalahi PKPU), nomor urut itu kan nomor 01 nomor 02, tapi penulisannya kan bisa juga 1, 2, 3 dan sebagainya,” ujar dia.

“Sepanjang semua menyepakati kan silakan saja, dan tidak ada aturan yang dilanggar tapi kalau ada aturan yang dilanggara tentu KPU tidak mau. Tapi karena semua sepakat dan tidak ada aturan yang dilanggar maka kami pun sedia,” sambung Arief.

Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin berharap pemilu presiden 2019 tidak diisi dengan fitnah dan saling hina antarpendukung.

Harapan itu disampaikan Jokowi saat berpidato usai mengambil nomor urut Pilpres 2019. Menurut Jokowi, pemilu harus dirayakan dan menjadi ajang pendewasaan rakyat dalam berpolitik.

“Pilpres adalah pesta demokrasi, oleh sebab itu pada malam berbahagia ini saya mengajak kita semua agar Pilpres ini kita isi untuk pendidikan politik yang baik pada masyarakat kematangan berdemokrasi rakyat, kedewasaan rakyat berdemokrasi,” kata Jokowi di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (21/9).

Jokowi juga berharap agar kampanye diisi adu gagasan, ide, rekam jejak, dan prestasi antarcalon. Ia tak ingin pemilu menyebabkan keretakan hubungan antarmasyarakat dan antara dirinya serta Ma’ruf dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Saya ingin meskipun kita berkontestasi saya masih bisa bertelepon dengan Pak Prabowo, Pak Sandi, karena mereka sahabat saya sejak lama,” ujar Jokowi.

Ajakan Jokowi disambut Prabowo-Sandiaga. Saat berpidato, pasangan nomor urut dua itu langsung menyerukan agar kampanye berjalan damai.

“Saya menyerukan seluruh rakyat marilah kita laksanakan pemilu dengan sejuk, damai. Sebagai kekeluargaan untuk mencari yang terbaik untuk bangsa. Bukan untuk mencari kesalahan atau kekurangan masing-masing,” tutur Prabowo.

Prabowo juga mengimbau agar semua relawan dan pendukung tidak emosional selama masa kampanye. Ia mengingatkan agar kedamaian dijaga untuk masa depan Indonesia.

“Saya berharap semua pihak selalu bersikap tenang, tidak emosional, menahan diri, marilah kita songsong proses demokrasi ini dengan baik, tenang. Kita berharap semua pihak melaksanakan tugasnya sebaik-baiknya demi masa depan bangsa dan cucu-cucu kita,” kata Prabowo. (yes/JPC/gun/dtc/trt)

You may also read!

Senin, Penentuan Nasib 500 CPNS Depok

DEPOK – Nasib 500 calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari Kota Depok akan ditentukan pada Senin, 10 Desember 2018.

Read More...

Lokasi Longsor di Depok akan Dipasangi Bronjong

DEPOK – Kali Tanah Baru di RT05/03, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, yang mengalami longsor pada  Kamis (6/12) silam,

Read More...

Chicking Depok Rasa Dubai

DEPOK – Rasanya hampir kebanyakan orang suka menyantap makanan berbahan dasar ayam. Baik ayam goreng tradisional, ayam goreng tepung

Read More...

Mobile Sliding Menu