Tujuh Warga Depok Terserang DBD

In Metropolis
REGI/RADAR DEPOK
TERJANGKIT : Wati (43), Warga RT5/6, Kelurahan Kalibaru, Cilodong terjangkit DBD sepekan lalu.

DEPOK – Khalayak Kota Depok saat ini sudah mulai hati-hati dengan cuaca yang lembab. Keladinya kemarin, penyakit mematikan Demam Berdarah Dengue (DBD) sudah masuk Kelurahan Kalibaru, Cilodong. Berdasarkan data yang ada, sedikitnya ada tujuh warga di RW5 dan 6 Kalibaru terjangkit DBD.

Kepada Harian Radar Depok, korban DBD RT3/6 Kalibaru, Wati mengaku, sudah sejak satu minggu yang lalu terjangki DBD. Kemungkinan penyakit tersebut, akibat dari lingkungan yang kurang bersih. “Saya masih dirawat, dan tak lama lagi bisa pulang,” singkatnya.

Sementara, Ketua RT5/6 Kalibaru, Heru Purwanto menjelaskan, ada warga yang melapor terkena DBD. Hal tersebut langsung ditanggapinya, kemudian dirujuk untuk mendapatkan perawatan di Rs Citra Medika. “Sekitar satu minggu yang lalu, saya langsung bawa ke rumah sakit,” ujar Heru.

Heru menambahkan, beberapa faktor yang mengakibatkan warga terkena dbd, karena wilayah tersebut memiliki banyak kebun–kebun kosong, sawah yang airnya tergenang dan tak terurus. “Ada selokan yang tersumbat kemudian dibiarkan begitu saja,” terangnya.

Terpisah, Ketua RW6 Kalibaru, Akmaludin mengungkapkan, jumlah keseluruh warga yang terjangkit DBD ada tujuh. Rincinannya di RW5 ada satu warga, sisanya enam warga di RW6. Khusus di RW6 ada satu keluarga yang terjangkit DBD. “Semuanya sudah mendapatkan perawatan intensif. Belum diketahui kapan warga tersebut akan pulang,” ujarnya.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Kalibaru, Burhanudin menuturkan, banyaknya yang terkena DBD di RW5 dan RW6  terdapat selokan yang tersumbat. Belum lagi adanya beberapa tumpukan sampah disekitarnya. “Kalau RW5 dan RW6 terjangkit DBD, kemungkinan besar karena lingkungan sekitarnya kurang bersih,” tutur Burhanudin.

Dia mengaku, kesadaran warga sekitar memang terlihat kurang peduli dengan adanya selokan yang tersumbat. Hal ini menjadi teguran bagi warga, agar lebih peduli pada lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat. “Memang manjadi teguran bagi warga, karena kepekaannya kurang terhadap lingkungan,” tegasnya.

Meski demikian, dia berharap Dinas Kesehatan cepat menanggapi hal tersebut dan memberikan antisipasi bagi warga. Karena, kata Burhan, penyakit seperti ini dapat memakan korban jiwa.(cr1)

You may also read!

Polresta, Kejari, Mandek… Kejari Menunggu Pengembalian Berkas Korupsi

DEPOK – Sepertinya Polresta Depok bisa leluasa melengkapi berkas perkara korupsi Jalan Nangka, Kecamatan Tapos. Kemarin, Kejaksaan Negeri (Kejari)

Read More...

Gara-gara Naavagreen Nyamuk Saja Jatuh, Grand Opening Hari Ini

DEPOK – Kebutuhan perawatan kulit wajah dan tubuh, sudah menjadi perhatian penting bagi perempuan maupun laki-laki. Apalagi di zaman

Read More...

Soal Limbah Situ Rawa Kalong, Pemkot Depok Tunggu Hasil BBWSCC

DEPOK – Tercemarnya Situ Rawa Kalong di Kelurahan Curug,  Cimanggis sudah tak terbendung. Saat ini, Pemkot Depok tengah menunggu

Read More...

Mobile Sliding Menu