Suami Lakoni Delapan Adegan Bunuh Istri

In Metropolis
IRWAN/RADAR DEPOK
REKONSTRUKSI: Pelaku pembunuhan istrinya Yerimia Sitinjak (28) tertunduk malu saat rekonstruksi di lokasi dia menghabiskan Risma Sitinjak di kontrakanya Jalan Ciherang, Kecamatan Tapos, kemarin.

DEPOK – Warga di Jalan Ciherang, Kelurahan Sukatani, Tapos, tepatnya di kontrakan tempat Risma Sitinjak tewas, ramai dipadati warga. Rabu (15/8), Polresta Depok dan Polsek Cimanggis menggelar rekonstruksi, Yerimia yang mencekik istrinya sampai tewas. Dalam melakukan pembunuhan pelaku yang tega menghilangkan nyawa istirnya itu terdapat delapan adegan.

“Cuma mau lihat saja suami korban yang mana, soalnya belom pernah lihat suaminya bentuknya kaya apa,” ucap Wiwid (42) warga sekitar, kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Warga yang mengerumuni tersebut dijaga pihak kepolisian, sehingga tidak menembus garis polisi.

Keluarga korban terlihat ikut menyaksikan rekonstruksi pembunuhan ini. Ibu korban menangis saat pelaku mulai datang yang dijaga  pihak kepolisian.

“Saya keluarga korban, saya mau lihat kok tega sekali dia bunuh anak saya. Kenapa tidak manusiawi sekali, kasian anakku itu,” ucapnya sambil menangis tersedu-sedu.

Penyidik Polsek Cimanggis beserta tim polresta Depok datang membawa Yerimia, tiba di kontrakan tempat penemuan mayat Risma Sitinjak sekaligus tempat kejadian perkara pada pukul 14:00 WIB.

Yerimia yang mengenakan baju tahanan Polrestra Depok berwarna orange, langsung masuk ke kontrakan yang menjadi lokasi rekonstruksi.

Di dalam kontrakan Yerimia menghabisi nyawa Risma. Dia kemudian melarikan diri meninggalkannya.

Sementara itu, Wakapolsek Cimanggis, AKP Agus mengatakan, ada sekitar kurang lebih delapan adegan yang diperagakan langsung oleh tersangka sesuai dengan hasil pemeriksaan sebelumnya.

“Jadi dalam prarekon yang tim kami lakukan, terkait kasus yang ditangani oleh tim kami dari Polsek Cimanggis, ada 8 reka adegan, dan masing masing adegan sudah sesuai dengan berita acara dan sangat singkron dengan bukti-bukti yang kami miliki,” bebernya.

Agus menuturkan, kasus tersebut tergolong pembunuhan spontan bukan pembunuhan berencana.

“Kami belum menemukan ada bukti penambahan yang signifikan tentang pelaku yang lakukan pembunuhan dengan motif perencanaan,” katanya.

Selanjutnya, Agus menerangkan korban meninggal karena dicekik dan dibenturkan ke tembok yang dilakukan oleh pelaku.

“Korban itu dicekik, didorong, dan dibenturin kepalanya ketembok belakang. Jadi, ada benturan kepala dan cekikan, itulah yang menyebabkan korban ini meninggal,” paparnya.

Agus menegaskan, pihaknya belum bisa membeberkan terlalu jauh kasus tersebut karena masih dalam tahap penyidikan.(irw)

You may also read!

Walikota Depok, Mohammad Idris Lobi Kang Emil Soal UMK

DEPOK – Upah Minimum Kota (UMK) Kota Depok 2019 saat ini masih dalam pembahasan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pembahasan

Read More...

Satu Keluarga Nyaris Terpanggang

DEPOK – Sebuah mobil sedan terbakar hebat di Jalan Nurul Falah, Kelurahan Cisalak Pasar (Cipas), Cimanggis, Selasa (20/11) siang.

Read More...

1 Abad Hizbul Wathon, 106 Tahun Muhammadiyah Perjuangkan Dakwah dan Pendidikan

DEPOK – Ribuan kader Muhammadiyah memadati lapangan HW menggelar apel akbar di kawasan Beji Timur, memperingati milad 1 Abad

Read More...

Mobile Sliding Menu