Situ Rawa Besar akan Ditata Pemkot Depok, Pembongkaran Perahu-Jembatan Tunggu BBWSCC

In Metropolis
IRWAN/RADAR DEPOK
GAK ADA IZINYA : Jembatan merah dan perahu gerek untuk penyebarangan warga tidak ada izinya ke pemerintah kota dan pemerintah pusat, bahkan jasa perahu tersebut dijadikan komersil dan tidak melibatkan warga sekitar.

DEPOK – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, berang dengan keberadaan jembatan dan perahu gerek, di Situ Rawa Besar. Musababnya, keberadaan dua alat penyebrangan tersebut tidak ada izin dari pihak Pemerintah Kota Depok dan Pemerintah Pusat.

“Belum ada izinya, itu harus ada izin dari pihak Pemerintah Pusat yakni Balai Besar Wilayah Sungai Cisadane dan Ciliwung (BBWSCC),” tegas Kepala Bidang SDA DPUPR Depok, Citra Indah Yulianty, kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menurut dia, perahu dan jembatan itu harus dibongkar karena dalam aturan yang ada bila tidak ada izin membangun atau apa pun tanpa ada izin BBWSCC harus dibongkar. “Menurut aturan itu sih dan PPNS dari BBWSCC harus dibongkar. Karena tidak boleh ada bangunan diatas situ dalam bentuk apapun,” kata dia.

Selain itu, Situ Rawa Besar atau Situ Lio jadi tempat latihan atlet dayung. Kata dia, pembangunan perahu dan jembatan atau dermaga ini usulan dari masyarakat Kampung Lio. Tetapi warga sekitar dan pengurus RT pun tidak mengetahui, akan bangunan perahu dan jembatan.

“Dibangun Ketua RW13 Kelurahan Depok, Pancoranmas. Menurut Pak RW 13 katanya usulan masyarakat. Tahu masyarakat yang mana, ini benar tidak ada laporan ke pihak kami, kan situ sudah menjadi kewenangan pusat,” beber dia.

Dalam hal ini dia sudah melakukan koordinasi dengan pihak RW13. Namun, kata dia, pihak Ketua RW13 meminta ganti rugi jika dibongkar.

“Malah kalau dibongkar Pak RW minta ganti rugi, Aneh kok Pak RW yang bangun minta ganti rugi. Saya bilang suruh stop dulu sebelum ada info apapun dari BBSCC,” ulasnya.

Lebih lanjut, kata Citra, Situ Rawa Besar kedepan akan ada penataan dari pihak Pemerintah Kota Depok. Sekarang ini sedang dibuat master plannya oleh Bappeda Depok.

“Itu program strategis Pak Walikota. Pak Walikota sudah punya rencana akan menata Situ Rawa Besar, tahun ini master plan jadi dari Bappeda. Tahun depan DED-nya baru nanti pelaksanaan fisiknya yang dilakukan secara bertahap,” terang Citra.

Meski perahu dan jembatan dermaga itu usulan masyarakat dibangun di atas situ, harus ada izin dan informasi kepada pemerintah setempat.

Selain itu, situ itu milik negara sesuai degan UUD Negara RI tahun 1945 pasal 33 yang menguasai hajat hidup orang bayak dimiliki oleh negara.

“Kami aja melakukan sesuatu di situ kami selalu izin ke pusat hal ini melalui BBWSCC. Karena situ itu kewenangan pusat dan aset-nya tercatat di propinsi Jawa Barat,” tutur Citra.

Menurut pihak BBWSCC harus dibongkar. Lalu  nanti akan ada surat teguran untuk bongkar sendiri dulu yakni dari pihak RW13.

“Kami saat ini sedang menunggu surat dari BBWSCC karena situ kewenangan pusat,” terangnya.

Selain itu, kata dia, kontruksi bangunannya pun kurang untuk keselamatan. “Kalau overload itu membahayakan penumpang,” kata dia.

Terpisah, Kepala Bidang Pariwisata dan Budaya Disporyata Yelis Rosdiana mengaku, tidak mengetahui adanya perahu dan dermaga apung di Situ Rawa Besar. Bahkan, pihak LPM Kelurahan Depok menanyakan ke Disporyata apakah itu bantuan dari pemkot atau bukan. “Tidak tahu, itu bukan bantuan dari Disporyata Depok juga,” kata Yelis.

Berdasarkan informasi bangunan bahwa perahu dan dermaga apung itu dibangun tanpa izin warga sekitar.(irw)

You may also read!

Walikota Depok, Mohammad Idris Lobi Kang Emil Soal UMK

DEPOK – Upah Minimum Kota (UMK) Kota Depok 2019 saat ini masih dalam pembahasan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pembahasan

Read More...

Satu Keluarga Nyaris Terpanggang

DEPOK – Sebuah mobil sedan terbakar hebat di Jalan Nurul Falah, Kelurahan Cisalak Pasar (Cipas), Cimanggis, Selasa (20/11) siang.

Read More...

1 Abad Hizbul Wathon, 106 Tahun Muhammadiyah Perjuangkan Dakwah dan Pendidikan

DEPOK – Ribuan kader Muhammadiyah memadati lapangan HW menggelar apel akbar di kawasan Beji Timur, memperingati milad 1 Abad

Read More...

Mobile Sliding Menu