Seminar Nasional AIKD: Targetkan Puncak Omzet di 2018

In Ekbis
IMMAWAN/RADAR DEPOK
HEBAT : Peserta seminar nasional AIKD bersama keynote speaker sekaligus Walikota Depok, Muhammad Idris, Senin (13/8).

DEPOK – Asosiasi Industri Kreatif Depok (AIKD) menggelar seminar nasional di Ruang Serba guna Bank BJB, Jalan Margonda Raya No.29, Senin (13/8).

Mengangkat tema Meningkatkan Omzet dan Menjadi Pengusaha Tangguh, ratusan peserta seminar nasional diajak berbagi pengalaman dengan sejumlah pegiat industri kreatif yang telah mapan dan berhasil mengembangkan bisnisnya.

Salah satu Narasumber yang hadir yaitu founder green kids day care yang termasuk dalam best five Jawara UMKM 2017, Wury Hapsari. Dalam pemaparan materinya, Wury berpesan kepada para peserta untuk selalu bersiap diri terhadap masa depan. Baik itu masa depan yang sukses ataupun gagal.

“Jadi, meskipun pebisnis pasti berharap sukses dimasa depan, dia harus bersiap menerima kegagalan. Yang penting pantang menyerah,” ujar Wury kepada Radar Depok di lokasi seminar nasional.

Selain itu, Wury juga menganjurkan untuk selalu iklas dan mencintai bisnis. Dengan begitu, pebisnis akan terus bersemangat dalam menjalankan bisnisnya. Meskipun dalam situasi sulit.

“Jangan lupa ilmu langit. Selalu ada hikmah dalam setiap kejadian. Jadi, jangan lupa memohon pendampingan dari Allah SWT dalam menjalankan usaha kita,” tegasnya.

Selain Wury, seminar nasional tersebut juga mengundang Ayu Zhulia Shafira, Founder dan CEO What’s Up Cafe yang berhasil meraup omzet miliaran rupiah di usia 24 tahun.

Menurut Ayu-sapaannya, demi meningkatkan omzet dan menjadi pengusaha yang tangguh, pebisnis harus menerapkan tiga pilar yang keberhasilan usaha. Yakni, lanjut Ayu, mindset yang benar, mental yang kuat, dan passion pada bisnis yang dijalani.

Setelah memiliki tiga pilar ini, lanjut Ayu, pebisnis harus mampu membaca situasi situasi pasar dan menemukan terobosan baru berdasarkan situasi tersebut.

”Disini kita harus pintar membaca, kira-kira gimmick seperti apa yang efektif menjaring konsumen,” imbuhnya.

Dia mencontohkan, Agustus identik dengan kemerdekaan Republik Indonesia, pebisnis bisa menggunakan strategi diskon untuk pelanggan bernama agus atau pelanggan yang lahir di tanggal 17. Tujuannya, cara ini dapat memancing pelanggan untuk datang.

”Yang penting itu, mereka mau datang dulu. Selanjutnya, tinggal buat mereka betah dan mau balik lagi dengan pelayanan maksimal atau rasa yang enak,” terang Ayu.

Ketua Umum AIKD, Markiyat Berlian menerangkan, seminar nasional ini merupakan salah satu cara AIKD mencapai visi puncak omzet di tahun omzet, tahun 2018.

”Omzet disini tidak semata-mata berarti keuntungan rupiah, melainkan dalam arti tangguh dan profesional dalam berbisnis,” terang Markie-sapannya.

Selain seminar nasional, Markie mengaku telah menjalankan beberapa program khusus untuk membina 400an anggota AIKD mengejar visi tersebut. Diantaranya, melakukan coaching bisnis dan sharing pengalaman antar anggota.

”Tujuannya, agar kita tahu apa masalahnya. Dari situ, persoalannya akan kita petakan untuk mencari solusinya.,” kata Markie.

Selain itu, AIKD juga telah 12 kali melaksanakan penyuluhan keamanan pangan untuk meningkatkan kualitas produk anggota.

Untuk mencapai visi omzet ini, lanjut markie, perlu motovasi diri yang kuat. Kemudian,  berkumpul dengan komunitas atau kelompok yang sepemikiran untuk memperkuat motivasi yang telah terbangun tadi.

”Selain itu, pegiat industri kreatif juga memerlukan bantuan dari pemerintah selaku pembuat kebijakan,” imbuhnya.

Menanggapi, Walikota Depok, Mohammad Idris mengaku siap mendukung pengembangan industri kreatif di Kota Depok. Sebab, industri kreatif telah berkontribusi menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

”Penyerapannya mencapai 3-10 orang tiap satu usaha berskala kecil. Bahkan, dapat menyentuh angka 20-30 orang tenaga kerja untuk skala menengah,” seru Idris.

Sebagai bentuk dukungan Pemkot Depok kepada pegiat industri kreatif dan UMKM, Idris mengaku telah merumuskan sejumlah kebijakan pro industri kreatif.

”Salah satunya, jatah 2 persen untuk pengusaha UMKM di mal atau pasar-pasar modern,” imbuhnya.

Selain itu, Idris sudah merencanakan area industri kreatif di alun-alun kota yang akan terealisasi di tahun 2019.

”Pembangunan alun-alun dimulai tahun ini, tapi area usaha industri kreatif dan UMKM baru akan diselesaikan tahun 2019,” ujarnya.

Idris berharap, AIKD dapat berperan mengadvokasi penguasaha industri kreatif dalam perjalanan bisnisnya. Paling tidak, dalam pemenuhan legalitas dan pencarian targer pasar.(mg2)

You may also read!

Asep Kalap Lihat Paha Bule, Pemerkosa-Pencuri WNA Jerman di Depok Ditangkap

DEPOK – Asep Maulana sudah mengenakan kaos berwarna orange dengan tulisan tahanan, saat masuk hotel prodeo Polresta Depok. Pria

Read More...

Tujuh Rumah Gedong Numpang Listrik, Developer Aruba Residence Depok Putus Aliran

DEPOK – Entah apa permasalahannya sampai-sampai developer Aruba Residence berbuat tega seperti ini. Selama sembilan hari, tujuh rumah mewah

Read More...

Sehari 60 Orang Buat Kartu Kuning

DEPOK – Selain Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Ternyata, pemohon pembuatan Kartu Kuning atau AK1 juga mengalami peningkatan   kemarin.

Read More...

Mobile Sliding Menu