SD-SMA/SMK Perjuangan Depok Karantina Tahfiz, Terbagi Kelas Pemula, Tengah, dan Tinggi

In Pendidikan
SANI/RADAR DEPOK
PECINTA ALQURAN: Koordinator Karantina Tahfiz, Wahyu Maulana (berdiri) memberikan sambutan di depan peserta didik yang akan mengikuti kegiatan karantina selama tiga hari, Jumat-Minggu (10-12/8).

Seluruh sekolah yang tergabung dalam Yayasan Perjuangan Khalifah Masa Depan (YPKMD) dari SD, SMP, SMA, dan SMK menyelenggarakan kegiatan karantina tahfiz Alquran selama tiga hari, sejak Jumat-Minggu (10-12/8) di sekolah yang berada di Jalan Raya Sawangan, Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Kecamatan Pancornanmas.

LAPORAN: NUR APRIDA SANI

Program tahfiz baru diberlakukan pihak sekolah pada tahun ajaran 2018-2019. Minggu ini, jenjang SMP yang menjadi pembuka kegiatan.

“Selama tiga hari mereka akan dikarantina (menginap). Ada sebanyak 50 siswa. Ini untuk kali pertamanya di khususkan bagi kategori kelas cepat,” kata Koordinator Karantina Tahfiz, Wahyu Maulana kepada Radar Depok.

Di program tahfiz, terbagi dalam tiga kelas yakni pemula, tengah, dan tinggi. Dari masing-masing kelas tersebut diklasifikan lagi menjadi tiga kategori. Di antaranya kelas lambat, sedang, dan cepat.

“Di kelas cepat ini, target kami selama tiga hari akan selesai Juz 30. Kegiatan ini juga sebagai bahan evaluasi kami apakah bisa tercapai atau tidak. Kalau ada siswa yang ingin menghafal lebih dari terget juga tidak masalah,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMP Perjuangan Terpadu, Siti Nenden Kurniawati mengatakan, dengan diadakannya karantina, selain menjadikan siswa mandiri sekaligus mengajarkan mereka untuk cinta dengan Alquran.

“Kami sudah menerapkan pembiasaan di sekolah membaca Alquran, itu untuk memetakan kemampuan mereka sudah sejauh mana kelancaran dan hafalnya,” jelas Nenden.

Pembiasaan dilakukan setiap hari Senin-Kamis dengan guru tahfidz dan mentor yang didatangkan langsung dari pondok pesantren. Khusus kelas cepat juga ditargetkan mereka harus hafal hingga juz 29.

“Nanti bergilir SD-SMP akan dapat karantina. Di semester 2 nanti khusus juz 29, jadi target 2 juz dalam setahun,” pungkasnya. (*)

You may also read!

850 Restoran di Depok Belum Bayar Pajak, Dewan: Perlu Pendekatan Persuasif

DEPOK – Guna mengetahui sebuah restoran belum membayar pajak, dan upaya meningkatkan pendapatan daerah dari sektor tersebut, pada 2019

Read More...

Pohon Natal Setinggi 15 Meter Sambut Pengunjung Mall

DEPOK – Memasuki libur panjang anak sekolah, Hari Natal (25/12), serta tahun baru, sejumlah pusat perbelanjaan dan hiburan di

Read More...

Pasokan Listrik Natal-Tahun Baru Aman

DEPOK – PT PLN (Persero) Transmisi Jawa Bagian Barat (TJBB) memastikan akan menjaga pasokan listrik di Jawa Barat dan

Read More...

Mobile Sliding Menu