Ratusan Santri Dievakuasi

In Utama
Regi/Radar Depok
TERBAKAR: Kobaran api melumat gedung Pondok Pesantren Assa’adah, di Jalan Rawa Indah, Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, kemarin (9/8).

DEPOK – Suasana belajar mengajar di Pondok Pesantren Assa’adah di Jalan Rawa Indah RT03/RW02 Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, mendadak heboh, Kamis (9/8). Asrama dan ruang komputer di ponpes tersebut ludes terbakar sekitar pukul 12.00 wib. Akibatnya ratusan santri harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Tampak delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan guna memadamkan api. Kebakaran diduga terjadi karena korsleting listrik di salah satu asrama laki-laki di lantai dua. Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

“Dari 40 unit komputer, hanya tersisa enam komputer yang mungkin masih bisa digunakan,” tutur Nur Sholihin, guru di Ponpes Assa’adah kepada Radar Depok.

Namun, dalam peristiwa ini salah satu santri perempuan bernama Indah Nazulfa mengalami sesak napas akibat asap kebakaran, hingga harus dievakuasi oleh tim medis PMI yang ada di lokasi.

Sholihin mengatakan, awalnya di ponpes sedang ada kegiatan belajar mengajar. Santri kelas IX tiba-tiba berteriak ada asap yang muncul di asrama laki-laki. Kemudian ia mengecek ke tempat yang dimaksud. “Ternyata ada kasur santri sudah terbakar,” kata Nur.

Ahmad Fachry/Radar Depok
PENDINGINAN: Petugas pemadam kebakaran Kota Depok saat melakukan pendinginan di Pesantren Assa’adah, Jalan Rawa Indah, Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, yang dilahap si jago merah, Kamis (9/8).

Petugas PMI Kota Depok Muhammad Suherman yang ikut mengevakuasi santri mengatakan, santri perempuan sangat syok akibat asap yang masuk ke asrama putri.

“Hanya satu santri perempuaqn, sesak nafas akibat syok berlebihan. Kami dari tim medis langsung membawa santri ke rumah sakit,” ucap Suherman kepada Radar Depok.

Terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok Gandara Budiana menyebutkan, titik api diduga berasal dari asrama santri. Api cepat menjalar, karena asrama berisi benda-benda yang mudah terbakar.

“Dari ruang anak-anak tempat tidur katanya ada sumber api kemudian dengan cepat merambat. Di situ kan semua ada kasur, batal, tempat tidur itu, (api) cepat merambat ke atas,” ucap Gandara.

Pihaknya yang mendapatkan informasi kebakaran menurunkan mobil armada kebakaran dari UPT Cipayung dan pos walikota. Sekitar 30 menit kemudian api akhirnya dapat dipadamkan. Selanjutnya petugas melakukan pendinginan. Gandara melanjutkan, hampir seluruh kelas di lantai dua hangus terbakar. Tetapi ia menegaskan, penyebab kebakaran hingga saat ini masih belum dipastikan.

EVAKUASI: Salah satu santri dievakuasi tim medis dari PMI Kota Depok, dan dibawa menggunakan ambulans.

“Saat ini baru dugaan saja korsleting listrik di asrama laki-laki,” terang Gandara.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan MTs Wahid Hasyim Ponpes Assa’adah, Hidayat MS mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 wib. Ketika itu sejumlah siswa berteriak melihat api dan asap dari asrama di lantai dua. Diketahui, lantai dua merupakan asrama dan laboratorium komputer siswa MTs.

“Saya evakuasi anak-anak ke luar ruangan. Kemudian saya tanya ada santri enggak di atas, alhamdulillah enggak ada,” ujar Hidayat.

Hidayat mengatakan, terdapat puluhan komputer terbakar. Total santri yang mondok di ponpes Assa’adah sekitar 200 lebih santri, dan sekolah di MTs. Untuk sementara, santri yang dievakuasi ditempatkan di gedung Madrasah Aliyah. (cr1/**)

You may also read!

Awas Korupsi Nangka Berujung SP3

DEPOK – Berkas dugaan korupsi pelebaran Jalan Nangka, Kecamatan tapos, milik Nur Mahmudi Ismail dan Harry Prihanto tak ada

Read More...

MR-ORI Depok di Bawah Target Kemenkes

DEPOK– Cakupan imunisasi measle-rubella (MR) dan outbreak response imunization (ORI) difteri 3 di Kota Depok, masih di bawah target

Read More...

Sehat Dimulai dari Cuci Tangan

DEPOK – Memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS). Selasa (16/10), Walikota Depok Mohammad Idris, Dinas Kesehatan (Dinkes)

Read More...

Mobile Sliding Menu