Prositusi Online di Margonda Depok Terbongkar

In Utama
IRWAN/RADAR DEPOK
DIAMANKAN : Sebanyak enam diduga pelaku kasus prositusi online berhasil diungkap Polresta Depok, Rabu (15/8).

DEPOK – Jaringan prostitusi online yang beraksi di apartemen Jalan Raya Margonda Kota Depok, terbongkar. Enam anak baru gede (ABG) yang terlibat kasus prostitusi tersebut diamankan Satreskrim Polresta Depok. Mereka adalah SG (20), AD (19), FO (19), DP (22), MF (20) dan MR (18).

Dalam aksinya menggaet pelanggan, mereka menggunakan media aplikasi Wechat sebagai alat komunikasi saat bertransaksi.

Kasatreskrim Polresta Depok, Kompol Bintoro mengatakan, jaringan ini terungkap dari informasi warga yang melaporkan adanya aktivitas prostitusi di sebuah apartemen Jalan Margonda.

“Tarif mereka bervariasi, harganya mulai dari Rp500 ribu hingga Rp800 ribu, satu kali berhubungan plus sewa apartemen,” kata Bintoro kepada Radar Depok, kemarin (15/8).

Terungkapnya kasus prostitusi online ini dinilai mudah. Sebab lanjut Bintoro, para pelaku menggunakan aplikasi Wechat sehingga bisa mudah dilacak.

Untuk transaksi jelas Bintoro, penyewa masuk ke aplikasi tersebut dan langsung melihat tarif sewa jasa pemuas birahi bagi laki-laki. Kemudian bersangkutan memberikan nomor handphone ke pelanggan untuk transaksi.

“Mereka terang-terangan menawarkan jasa itu, dengan tarif yang sudah ditentukan. Dari sini kita membongkar karena jaringan ini mudah sekali,” kata Bintoro.

Sementara untuk sewa kamar apartemen pada hari biasa Rp200 ribu, sedangkan weekend alias hari libur Rp250 ribu. Hingga saat ini, aplikasi Wechat yang dimaksud belum diblokir, dan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika perihal aplikasi prostitusi online.

“Di apartemen itu disewa bebas ada brokernya. Kami juga khawatir aplikasi itu disalahgunakan oleh anak di bawah umur,” terang Bintoro.

Para pelaku, rata-rata diamankan ketika sedang transaksi. Misalnya SG sedang bersama pelanggan pria. Ditemukan dari tangannya alat kontrasepsi, sebuah pelicin, uang Rp800 ribu, dan kunci apartemen.

Sedangkan FO diamankan saat menunggu pelanggan untuk melakukan hubungan seksual dengan tarif Rp800 ribu. Diamankan pula satu buah alat kontrasepsi. “Kami juga amankan AD bersama laki-laki yang hendak melakukan hubungan seksual. Diamankan juga enam buah alat kontrasepsi, uang Rp500.000 dan kunci apartment,” tambahnya.

Selain itu diamankan DP dengan laki-laki yang diduga pelanggan dan akan melakukan hubungan dengan tarif Rp500 ribu. Diamankan dua buah alat kontrapsepsi bekas pakai, uang sebesar Rp500.000 dan satu kunci apartemen.

“Sedangkan MF diketahui sedang bersama MR menunggu tamu suruhan AD. MR yang memegang uang hasil dari pelanggan AD ditemukan barang bukti uang Rp750 ribu,” ungkapnya.

Hingga saat ini para pelaku masih diperiksa di Mapolresta Depok, berikut pelengkapan identitas. Tidak hanya itu, polisi sudah memasang garis di kamar yang diduga dipakai tempat transaksi.

“Kami memeriksa pemilik kamar apartemen juga. Kami amankan kunci kamar apartmen,” pungkas Bintoro. (irw)

You may also read!

Walikota Depok, Mohammad Idris Lobi Kang Emil Soal UMK

DEPOK – Upah Minimum Kota (UMK) Kota Depok 2019 saat ini masih dalam pembahasan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pembahasan

Read More...

Satu Keluarga Nyaris Terpanggang

DEPOK – Sebuah mobil sedan terbakar hebat di Jalan Nurul Falah, Kelurahan Cisalak Pasar (Cipas), Cimanggis, Selasa (20/11) siang.

Read More...

1 Abad Hizbul Wathon, 106 Tahun Muhammadiyah Perjuangkan Dakwah dan Pendidikan

DEPOK – Ribuan kader Muhammadiyah memadati lapangan HW menggelar apel akbar di kawasan Beji Timur, memperingati milad 1 Abad

Read More...

Mobile Sliding Menu