PKB Depok : Cak Imin Cawapres Harga Mati

In Politika
Iwan Setiawan, Sekjen DPC PKB Kota Depok

DEPOK – Bagi DPC PKB Kota Depok, Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin sebagai sosok yang mengusulkan hari santri dan berasal dari keluarga Nahdiyin. Sehingga menjadi harga mati agar Ketum PKB ini menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada Pemilu 2019.

Hal tersebut diungkapkan Sekjen DPC PKB Kota Depok, Iwan Setiawan saat berpartisipasi di acara Donor Darah dalam Rangkaian HUT ke-8 Radar Depok di Boulevard Grand Depok City, Ruko Verbena Blok A No. 16, Jalan Boulevard Raya, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kamis (9/8).

“Bagi kami (PKB) harga mati, Cak Imin menjadi Cawapres, kami sudah konsolidasi hampir kurang lebih selama satu tahun,” kata Iwan kepada Radar Depok.

Iwan melanjutkan, selain sebagai Ketua Umum PKB, sosok Cak Imin berasal dari keluarga Nahdiyin dan mantan Menteri Tenaga Kerja RI ini juga orang yang mengusulkan hari santri, sehingga Cak Imin dijadikan Panglima Santri.

“Bagi kami sebagai anak-anak muda, dan bagian dari kelompok alumni santri  menginginkan agar cak Imin menjadi salah satu pimpinan di Indonesia, yakni Cawapres. Secara politik yang memiliki suara hanya Cak Imin. Secara partai politik tentu memiliki hitung-hitungan, jika tidak dipilih dan andaikata ada langkah dengan membentuk poros lain,” ucap Iwan. (cky)

You may also read!

Disdukcapil Kota Depok Bakar 30 Ribu Blangko e-KTP Rusak

DEPOK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok memusnahkan 30 ribu blangko Elektronik KTP di Balaikota Depok,

Read More...

Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Disdagin Depok Operasi Pasar

DEPOK – Mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI)

Read More...

NU Depok Serukan Perkuat Kebinekaan

DEPOK – Plt Ketua PC NU Kota Depok, Ahmad Solechan menyerukan ajakan untuk memperkuat kebinnekaan dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Read More...

Mobile Sliding Menu