Peremas Payudara di Depok Dipenjara Setahun

In Metropolis
RUBIAKTO/RADARDEPOK
SIDANG VONIS : Kemarin, Ilham Sinna Tanjung (30) memenuhi panggilan sidang, di Pengadilan Negeri (PN) Depok. Akibat perbuatannya Ilham divonis satu tahun penjara setelah terbukti secara hukum meremas payudara RAF.

DEPOK – Setelah sempat ditunda karena sakit akhirnya terdakwa peremas payudara RAF (22) di Jalan Kuningan RT 01/RW 18 Kelurahan Kemiri Muka, Beji, Januari 2018 lalu. Kemarin, Ilham Sinna Tanjung (30) memenuhi panggilan sidang, di Pengadilan Negeri (PN) Depok. Akibat perbuatannya Ilham di vonis satu tahun penjara setelah terbukti secara hukum meremas payudara RAF.

Pada sidang putusan Ilham dijerat Jaksa Penuntut Umum (JPU), Putri Dwi Astrini dengan Dakwaan Tunggal, yaitu Pasal 281 Ayat (1) KUHP sehingga dalam agenda sidang terdahulu, JPU menuntut terdakwa empat bulan penjara. Putri mengatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan keasusilaan terhadap Saksi Korban RAF.

Sementara itu, saat sidang putusan Hakim Ketua Rizky Nazario Mubarak dengan anggota Nanang Herjunanto dan Rosana Kesuma Hidayah memvonis satu tahun, lebih tinggi dari tuntutan JPU.  “Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan kesusilaan di tempat terbuka. Menjatuhkan putusan terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama satu tahun,” kata Rizky saat memimpin sidang di Ruang Sidang III PN Depok.

Rizky memaparkan, hal yang memberatkan terdakwa karena telah melecehkan RAF, sehingga meresahkan masyarakat. Hal yang meringankan, lanjut Rizky bahwa terdakwa berjanji tidak akan mengulanginya lagi, tidak berbelit-belit dan berperilaku sopan di persidangan.

Namun, dalam amar putusan itu Majelis Hakim tidak mengeluarkan perintah dan penetapan agar terdakwa segera ditahan. Atas putusan itu, JPU beserta terdakwa di dalam ruang sidang yang dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum menyatakan, pikir-pikir.

Perlu diketahui, dalam Surat Dakwaan, JPU menyatakan, terdakwa telah melakukan kesusilaan terhadap Saksi Korban RAF yang dilakukan pada Kamis (11/1) sekira pukul 14.29 wib di belakang Bank Mandiri KCP Kota Depok, Jalan Kuningan RT.01/RW.18 Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok.
Awalnya, terdakwa Ilham Sinna Tanjung, berangkat dari rumahnya dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario 125 Nomor Polisi B 3720 EAO, hendak membeli pulsa dengan melewati depan Perumahan Pesona Khayangan Depok. Tetapi tidak menemukan counter handphone.

Selanjutnya, terdakwa meneruskan lagi perjalanannya menuju ke arah Jalan Kuningan RT1/18 Kelurahan Kemirimuka. Saat sedang melintasi lokasi tersebut, terdakwa melihat Saksi Korban seorang diri sedang berjalan kaki. Terdakwa melihat Saksi Korban dari belakang, bertubuh seksi sehingga timbul niat buruk terdakwa terhadap Saksi Korban.

Atas keinginannya itu maka muncul niat terdakwa untuk memegang tubuh seksi Saksi Korban. Lalu dengan mengendarai sepeda motornya, terdakwa berusaha mendekati Saksi Korban dengan cara mengikutinya dari belakang.

Setelah terdakwa berada pas di samping kanan Saksi Korban yang sedang berjalan kaki, terdakwa dengan menggunakan tangan kirinya langsung memegang payudara Saksi Korban sebanyak satu kali. Akhirnya, Saksi Korban tersontak kaget.

Saat itu juga, Saksi Korban langsung meneriaki terdakwa, “Kurang ajar lo”. Mendengar itu terdakwa langsung bergegas mempercepat laju sepeda motornya, pergi meninggalkan Saksi Korban.

Akibat perbuatannya, Saksi Korban melaporkan kejadian itu ke Polresta Depok. Beberapa hari kemudian terdakwa berhasil ditangkap. Dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti satu unit Sepeda motor yang digunakan terdakwa untuk melakukan aksinya berdasarkan rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Sementara itu, korban remas payudara, RAF mengaku sedikit lega, dengan putusan hakim. “Tanggapannya sih sedikit lega, karena infonya kan tuntutan jaksa hanya 4 bulan dan tahanan kota. Tapi hakim putusannya 1 tahun penjara. Setidaknya ada hukumannya jadi buat pelajaran semua orang biar ada efek jeranya,” singkat RAF.

Anggota DPRD Kota Depok, Sahat Farida Berlian yang juga menyaksikan persidangan di PN Depok, mengapresiasi putusan hakim. Menurutnya putusan hakim bisa menjawab kegetiran kaum wanita menghadapi begal payudara yang marak di Kota Depok. “Hanya saja prosesnya lama dan melelahkan bagi korban,” kata Sahat.

Menurutnya, walaupun vonis masih terbilang kecil tapi ini merupakan kemenangan yang patut dirayakan bersama. “Pelaku harus mendapat efek jera, sehingga tidak ada lagi kasus serupa. Putusan ini juga menjadi seruan, untuk mengajak semua masyarakat mewujudkan ruang publik yang aman dan nyaman,” pungkas Sahat. (rub)

You may also read!

Tunggu Kajian Ganjil Genap

DEPOK – Program ganjil genap saat ini masih terus dikaji Dinas Perhubungan bersama konsultan. Namun, Kasubdit Lalu Lintas Badan

Read More...

Walikota Gowes Bareng Cilokers Depok

DEPOK – Sebanyak 1.400 peserta meramaikan HUT ke-2 Komunitas sepeda Cilodong Bikers (Cilokers) Depok. Walikota Depok, Mohammad Idris ikut

Read More...

Maksimalkan Pengelolaan Pasar Cisalak Depok

DEPOK – Dari sejumlah pasar yang ada di Kota Depok, baru Pasar Sukatani, dan Pasar Cisalak yang kepemilikannya sudah

Read More...

Mobile Sliding Menu