Penyitaan Aset First Travel Dipertanyakan

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
ASET : Petugas saat menunjukkan beberapa aset milik First Travel yang telah disita.

DEPOK – Advokat Pro Rakyat Riesqi Rahmadiansyah yang mendampingi sekitar 2.500 jamaah korban First Travel menegaskan, putusan Pengadilan Tinggi (PT) Bandung tidak melihat fakta yang terungkap dengan membiarkan aset First Travel disita oleh Negara.

Riesqi menuturkan, PT Bandung menolak banding Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan dalam kasus pencucian uang jamaah Umrah. Keduanya tetap divonis berupa pidana penjara selama 20 tahun dan 18 tahun.

Dia menyayangkan hal tersebut, kenapa tetap membiarkan aset First Travel disita negara. Bahkan, Andika Surachman hingga saat ini belum menerima salinan barang bukti apa saja yang disita.

“Tentunya kami sebagai kuasa hukum jamaah korban First Travel sangat perlu untuk mengetahui berapa aset yang disita jika dibiarkan, lantas hal ini akan sangat berbahaya,” ucapnya ketus.

Riesqi menjelaskan, PT Bandung menjatuhkan putusan sesuai dengan putusan PN Depok, hal itu sangat melukai hati jamaah karena jamaah berharap dapat berangkat dari dana hasil penyitaan yang dilakukan Kejaksaan. Namun, mekanisme aset disita untuk negara merupakan kesalahan terbesar.

“Bagaimana mungkin satu tindak pidana yang dilakukan pemilik perusahaan yang notabenenya menghimpun uang dari pihak perorangan bukan dari negara tapi putusannya dinyatakan aset disita untuk Negara?” kata Riesqi.

Dia memaparkan, dari sisi hukum kasus ini sangatlah rumit. Karena pemilik perusahaan divonis terbukti bersalah melakukan penipuan, berlanjut secara bersama-sama dan tindak pidana pencucian uang. Tetapi ada juga permohonan PKPU.

Menurutnya yang dikhawatirkan adalah jika proses PKPU selesai maka nota perdamaian batal dan dinyatakan pailit, jadi bagaimana cara kurator mengambil aset dari Pemerintah?

“Segera akan saya bongkar semua skandal Umroh ini nanti akan banyak nama yang disebut, saya pun meminta kepada kejaksaan agar tunjukan segera berita acara penyitaan semua barang berharga milik First Travel kepada publik. Agar kami tahu apa saja aset yang disita kalau memang disita untuk negara,” tandasnya. (rub)

You may also read!

Relawan Mujahidin Ajak Warga Tabayun

RADARDEPOK.COM, TASIKMALAYA- Banyaknya berita yang simpang siur dan berita hoax yang membakar suhu politik menjelang pengumuman hasil Pemilu 22

Read More...

Harga Tiket Bus Gila-gilaan

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Pemudik Depok tahun ini pasti bakal kebingungan pulang kampung halaman naik transportasi apa. Selain tiket pesawat yang sudah

Read More...

Pembalap Depok Jatuh Lagi

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Pembalap Indonesia asal Kota Depok Dimas Ekky Pratama gagal finis pada balapan Moto2 Prancis 2019 di Sirkuit Le

Read More...

Mobile Sliding Menu