Penghuni Minta Satpol PP Depok Tegas

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
DIPROTES WARGA : Suasana pabrik pewangi laundry yang diprotes warga di kawasan Jalan Keadilan, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas.

DEPOK – Hingga kini Korps Penegak Perda belum juga menyegel CV Mawar Cipta Mandiri (MCM), di Jalan Keadilan, Kelurahan Rangkapanjaya Baru (RJB), Pancoranmas. Padahal pihak wakil juga sudah merekomendasi untuk segera menyegel CV MCM, karena belum memiliki ijin. Walhasil, warga yang terdampak khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan.

Kuasa Hukum Perumahan Pesona Mandiri yang terdapak dengan CV MCM, Ibnu Abas. Warga sangat khawatir CV MCM kembali produksi. Karena selama ini belum ada tindakan hukum dari Satpol PP Kota Depok. “Ini belum ada tindakan, meski sudah berhenti, bisa saja nanti mereka kembali beroperasi,” kata Ibnu Abas kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Selain itu, menurutnya warga juga masih melihat perkembangan  dari pihak terkait. “Kami masih melihat dan menunggu tindakan dari pihak terkait,” ujar Ibnu Abas.

Hanya saja menurutnya, jika tidak segera diambil tindakan pengelola bisa saja kembali menyalahgunakan bangunan tersebut. “Warga hanya khawatir jangan sampai disebelah dijadikan gudang penyimpanan bahan-bahan produksi. Sehingga bisa berbahaya juga bagi lingkungan,” terangnya.

Apalagi, jika sampai produksi itu berlanjut, otomastis keresahan warga kembali timbul. “Jangan sampai kenyamanan warga terganggu, Pol PP Kota Depok harus tegas,” kata Ibnu Abas.

Menimpali hal ini, Kabid Tranmastibum Satpol PP Kota Depok, Kusumo mengatakan, mau mediasi dulu minggu depan. Satpol PP, kata dia sudah melakukan pemanggilan pihak CV Mawar Cipta Mandiri. Lalu hasilnya mereka mengantongi SIUP dan TDP. “Penertiban belum karena mereka nengantongi SIUP dan TDP . Sedang saya pelajari dulu,” kata dia.

Selain itu, mereka mau mengurus semua perizinannya, tapi ada kendala tidak ada izin warga sekitar. “Makanya mereka mau pindah ke Citeureup, mereka mengajukan dan membuat pernyataan akan pindah saja tiga bulan kedepan,” terangnya.

Sementara itu, sebelumnya pengelola CV Mawar Cipta Mandiri, Rubadi mengaku, telah menghentikan operasional pabrik. Pabrik juga akan segera pindah dari lokasi yang sekarang di Jalan Keadilan, Kelurahan Rangkapanjaya Baru (RJB), Pancoranmas. “Sejak beredar pemberitaan di Harian Radar Depok, Jumat (3/8) kami telah menghentikan operasional, dan kami berencana akan pindah lokasi produksi,” kata Rubadi kepada Harian Radar Depok.

Rubandi mengklaim, telah memiliki ijin dari pemerintah, dia juga mengatakan sebenarnya konflik dengan warga telah lama selesai, melalui sejumlah mediasi yang dilaksanakan dengan pihak pemerintah. “Sebenarnya sudah selesai konflik dengan warga, kami juga telah mendapat kesepakatan, tapi seolah warga tidak kooperatif,” terang Rubadi.

Dia juga mengatakan, alasan yang disampaikan oleh warga tidak masuk akal. Belum lagi dampak dari wewangian yang mampu menusuk hidung menurutnya tidak benar. “Sempat salah satu warga kami ajak periksa ke dokter untuk mengetahui penyebabnya, tapi warga menolak. Kalau benar itu terjadi mungkin karyawan kami sudah banyak yang mati,” terang Rubadi. (rub)

You may also read!

Tunggu Kajian Ganjil Genap

DEPOK – Program ganjil genap saat ini masih terus dikaji Dinas Perhubungan bersama konsultan. Namun, Kasubdit Lalu Lintas Badan

Read More...

Walikota Gowes Bareng Cilokers Depok

DEPOK – Sebanyak 1.400 peserta meramaikan HUT ke-2 Komunitas sepeda Cilodong Bikers (Cilokers) Depok. Walikota Depok, Mohammad Idris ikut

Read More...

Maksimalkan Pengelolaan Pasar Cisalak Depok

DEPOK – Dari sejumlah pasar yang ada di Kota Depok, baru Pasar Sukatani, dan Pasar Cisalak yang kepemilikannya sudah

Read More...

Mobile Sliding Menu