Pemagaran Aset Pemkot Depok Ditolak Pedagang

In Metropolis
IRWAN/RADAR DEPOK
MENOLAK : Pedagangn Pasar Cisalak menolak rencana pemagaran area pasar tersebut.

DEPOK – Rencana Pemerintah Kota Depok memasang pagar sekitar Jalan Haji Ohan, sebelah Utara Pasar Cisalak sepertinya tak akan berjalan mulus. Keladinya, banyak pedagang yang menolak niat baik pemerintah itu, untuk mengamankan aset.

Salah satu pedagang, Dede Sumiyati mengatakan, apa yang dilakukan dengan membuat pagar di sepanjang Jalan Ohan, sangat merugikan. “Ini jelas sangat merugikan kami, di tempat ini menggantungkan nasib. Kalau nanti di pagar itu jelas kami sangat rugi,” ungkap Dede, kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menurutnya, para pedagang sudah puluhan tahun berjulan di Jalan Ohan. Akan tetapi jika terus dipaksa untuk di pagar, maka pemerintah sudah tidak peduli. “Kami ini adalah manusia bukan binatang. Masa kami di pagar terus kami akan jualan kemana,” katanya.

Selama ini, sambung Dede pihaknya sudah beusaha untuk meminta agar mendapatkan kios di Pasar Cisalak. Namun, niatan itu tidak pernah direspon sampai saat ini. “Kami sudah meminta ke UPT tapi nggak ada jawaban, malah kami di persulit untuk mendapatkan kios. Padahal, mau pasar ramai tapi kami tidak dianggap,” terangnya.

Sementara pedagang lainnya, Haji Ojak menolak rencana pemagaran yang dilakukan pemerintah. “Kami tolak rencana ini. Karena ini membuat kami rugi, terus kalau di pagar kita akan jualan kemana,” ujarnya.

Selain itu, Ojak juga mengungkapkan bahwa semua pedagang di Jalan Ohan memiliki sertifikat asli. “Kami disini tidak ilegal punya sertifikat. Kok kenapa harus di pagar. Ini kan membuat kami rugi,” tegasnya.

Seorang pedagang sekaligus pemilik kios di Jalan H. Ohan, Ramzi mengatakan, para pedagang  menolak pemagaran dengan alasan tidak ada lahan milik pasar yang berada di Jalan H. Ohan.

“Di mana lahan yang katanya punya pasar? Kios ini milik saya dan sisanya merupakan jalan umum untuk kepentingan warga. Kami kan juga warga. Kalau mau magar, mau dipasang di mana pagarnya? Di halaman rumah kami!” ujar Ramzi yang mengaku sudah tinggal dan berdagang sejak tahun 1991.

Dia menambahkan, jika pagar jadi dipasang, otomatis lahan rumahnya menjadi terhalangi dan semakin sempit. Tentu hal itu mengganggu akses keluar dan masuk ke kiosnya. “Ini kan sama saja mau mematikan usaha kami,” bebernya.

Diketahui di Jalan Ohan terdapat 50 kios pedagang berjualan. Rencana pemerintah melakukan pemagaran, berada persisn di depan kios. “Setelah kami ikut pertemuan yang diadakan oleh UPT, rencana pemagaran itu persisnya depan kios kami sangat dekat. Lah terus kami akan seperti apa,” terangnya.

Menimpali hal ini, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Kania Parwanti menjelaskan, sedang melakukan indetifikasi masalah penolakan dan diselesaikan bersama-sama.

“Kita sedang mengidentifikasi masalah penolakan, kemudian kita selesaikan permasalahan bersama-sama,” kata Kania, kepada Radar Depok, kemarin.

Kania menjelaskan, pemagaran Pasar Cisalak ini untuk pengamanan dan penetuan batas aset Pemerintah Kota Depok. Tak hanya itu, pemagaran juga sebagai bentuk pengamanan pasar, karena saat ini pasar terbuka. “Saat ini kegiatan sedang dalam proses lelang di BLP,”tutupnya.(irw/dra)

You may also read!

Pedagang dan Pemkot Depok Lawan Petamburan

DEPOK – Akhirnya pedagang dan Pemkot Depok bersatu melawan PT Petamburan Jaya Raya (PJR). Selasa (18/9), sejumlah pedagang Pasar

Read More...

Satu ASN Depok Akan Dipecat

DEPOK – Menindaklanjuti kesepakatan bersama menteri, yang tertuang dalam surat Nomor 182/6597/SJ, Nomor 15 Tahun 2018, dan Nomor 153/KEP/2018.

Read More...

PLN TJBB Depok Diontrog Karyawan Kontrak

DEPOK – Ratusan pegawai kontrak tiba-tiba ingin merangsek masuk kantor PT PLN (persero) Transmisi Jawa Bagian Barat (TJBB), Kelurahan

Read More...

Mobile Sliding Menu