Pelajar Korsel Kunjungi SMP Ar-Ridha Al Salaam Depok

In Pendidikan
SANI/RADAR DEPOK
TUKAR ILMU: Pelajar dari Korea Selatan dan SMP Ar-Ridha Al Salaam berfoto bersama dengan pimpinan yayasan usai melaksanakan program Sister School selama tiga hari, 14-16 Agustus 2018.

DEPOK – SMP Ar-Ridha al Salaam kedatangan tamu spesial dari Korea Selatan (Korsel). Sebanyak 28 pelajar dan tiga guru Mokil Middle School, berkunjung ke sekolah tersebut dalam rangka menjalin kerjasama (sister school), selama tiga hari, 14-16 Agustus 2018.

Ketua Program Internasional Ar-Ridha Al Salaam, S. Irzani mengatakan, kegiatan ini masuk ke dalam program internasional sekolah yang bernama student exchange (pertukaran pelajar). Pertama dengan Australia, kedua dengan Korea Selatan.

“Sister school itu bisa berarti kunjungan eksplorasi ke luar negeri dan menjalin kerjasama untuk meningkatkan kapasitas berbahasa Inggris, serta mengetahui keseharian para siswa. Begitupun sebaliknya,” kata Irzani kepada Radar Depok.

Selama tiga hari kunjungan, para pelajar Korea Selatan tersebut bergabung dengan siswa lain dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Dimulai dari kegiatan berkebun, belajar Bahasa Indonesia, membatik, bermain angklung, hingga sama-sama menampilkan budaya dari masing-masing negara.

“Di hari ketiga mereka ikut upacara HUT RI dan ikut perlombaannya juga. Semua siswa tidak canggung dengan hadirnya tamu dari sekolah lain itu. Malah saling bertukar fikiran dan mencoba kesenian satu sama lain,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Ketua Yayasan Ar-Ridha Al Salaam, Erida Melany menjelaskan, setiap usai kegiatan sister school, kedua  sekolah akan terus menjalin komunikasi. Baik melalui teleconfrence atau berkunjung ke negara tersebut secara bergantian.

“Dengan adanya program ini, kami ingin siswa tidak hanya memiliki jaringan dan manfaat di dalam negeri tetapi hingga luar negeri. Selain itu juga dapat mempererat tali persaudaraan dan saling memahami perbedaan,” jelasnya.

Salah satu guru Mokil Middle School Korea Selatan, Park Junghee mengatakan, dirinya merasa terhormat bisa belajar kebudayaan dan keseharian pelajar Indonesia. Ini merupakan pengalaman pertama dia dan siswanya, khususnya saat menanam di kebun.

“Di Korea ada sekolah asing, tapi tak sembarang orang bisa masuk.dengan pengalaman selama tiga hari di Indonesia, sebagian siswa akan menuliskan momen disini untuk masuk ke sekolah tersebut dan juga sebagai kenang-kenangan tersendiri untuk mereka,” tutup Park Junghee. (san)

You may also read!

Asep Kalap Lihat Paha Bule, Pemerkosa-Pencuri WNA Jerman di Depok Ditangkap

DEPOK – Asep Maulana sudah mengenakan kaos berwarna orange dengan tulisan tahanan, saat masuk hotel prodeo Polresta Depok. Pria

Read More...

Tujuh Rumah Gedong Numpang Listrik, Developer Aruba Residence Depok Putus Aliran

DEPOK – Entah apa permasalahannya sampai-sampai developer Aruba Residence berbuat tega seperti ini. Selama sembilan hari, tujuh rumah mewah

Read More...

Sehari 60 Orang Buat Kartu Kuning

DEPOK – Selain Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Ternyata, pemohon pembuatan Kartu Kuning atau AK1 juga mengalami peningkatan   kemarin.

Read More...

Mobile Sliding Menu