Pedagang Terminal Depok Minta Lapak Jualan

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PERINGATAN LANJUTAN : Kabid Transmas Tibum dan Pamwal Satpol PP Kota Depok, Kusumo didampingi petugas kepolisian saat melakukan sosialisasi terhadap PKL mengenai penertiban yang akan dilaksanakan di kawasan Terminal Kota Depok, beberapa waktu lalu.

DEPOK – Saat ini ratusan pedagang kaki lima (PKL) banyak berharap kepada Korps Penegak Perda, memberikan solusi selepas meminta kosongkan lapak. Alasannya, pundi rupiah hasil jualan yang biasa untuk kehidupan dan sekolah hilang. Keinginannya hanya satu, bisa berjualan kembali.

“Saya tidak nuntut apa-apa, nggak menuntut uang. Saya hanya minta tolong diberikan lahan saja untuk berjualan, anak saya sekolah semua,” ujar seorang pedagang, Nurhayati (48), kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Nurhayati mengatakan, para pedagang sebelumnya sudah diberi peringatan oleh Satpol PP untuk mengosongkan area terminal. Akan tetapi, Satpol PP tidak memberikan tempat relokasi. Nurhayati mengaku, sudah berjualan di situ selama 3 tahun. Selama berjualan, keuntungannya untuk menyekolahkan anak-anaknya. “Kita harian membayar Rp20 ribu sehari, wajar sih bayar listrik dan air, bayar ke pengelola lapak untuk listrik dan air,” ucapnya.

Pada dasarnya, Nurhayati tidak keberatan atas pengosongan tersebut. “Kami setuju, tapi tolong dikasih tempat untuk makan, biar anak sekolah juga,” tambahnya.

Sedangkan Jackson, pedagang lainnya, juga mengaku tidak keberatan atas penertiban itu. Dia juga sudah membereskan barang-barangnya dari lapak. “Sudah dikasih surat peringatan, yang barang-barang elektronik dibawa ke rumahlah, gitu aja. Tapi pembongkaran kalau tidak salah hari Senin,” kata Jackson.

Sama dengan Nurhayati, dia meminta Pemkot Depok menyiapkan lahan di tempat lain, agar bisa berjualan kembali. “Harapannya ya disediakan lapak lagi biar bisa dagang lagi. Saya udah dari lahir di sini, ya tempat di mana aja kita mah, gitu aja mintanya kita mah,” tuturnya.

Hal sama juga dikatakan pedangang lainya. Bahkan, mereka mendapatkan relokasi di terminal sementara yang statusnya pinjam pakai. Tetapi tempat dangang baru itu dibandrol Rp5 juta untuk setahun dengan bulanan Rp500 ribu, dan perharinya dikenakan Rp 13 ribu.

“Tentunya ini cukup memberatkan para pedagang,” kata salah satu pedagang.

Diketahui lapak tempat sewaan dagangan itu berada di atas kali. Pantau Radar Depok tempat semacam outlet masih dalam tahapan penyelesaian. “Dibuat pihak PT. Andika Investa, kita ditertibkan malah di lokasi lain dibiarkan saja, ini kan tidak adil bagi kami,”tandasnya.(irw)

You may also read!

Disdukcapil Kota Depok Bakar 30 Ribu Blangko e-KTP Rusak

DEPOK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok memusnahkan 30 ribu blangko Elektronik KTP di Balaikota Depok,

Read More...

Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Disdagin Depok Operasi Pasar

DEPOK – Mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI)

Read More...

NU Depok Serukan Perkuat Kebinekaan

DEPOK – Plt Ketua PC NU Kota Depok, Ahmad Solechan menyerukan ajakan untuk memperkuat kebinnekaan dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Read More...

Mobile Sliding Menu