OJL Membawa Kepala SMAN 3 Depok, Abdul Fatah ke Papua

In Utama
IST FOR RADARDEPOK
PENGALAMAN BERHARGA: Kepala SMAN 3 Depok, Abdul Fatah (enam kanan) didampingi Kepala SMAN 4 Arso, Antonius Lokobal dan guru-gurunya dalam program OJL yang diadakan Kemendikbud.

On The Job Learning (OJL), membawa Kepala SMAN 3 Depok, Abdul Fatah mendapatkan pengalaman baru. Dia menjadi salah satu dari sekian banyak kepala sekolah (kepsek) yang mengikuti program pertukaran kepsek. Fatah berangkat ke SMAN 2 Skanto dan SMAN 4 Arso yang berada di Papua, dan menghabiskan waktu dari 3-9 Agustus 2018 di SMAN tersebut. Banyak hal yang bisa dipetik oleh Fatah dari dua SMAN tersebut.

LAPORAN : Pebri Mulya

Hamparan hutan lebat yang membungkus sebagian besar Pulau Papua, menjadi pemandangan yang tidak ada habisnya saat Kepala SMAN 3 Depok, Abdul Fatah berada di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Dua SMAN yang menjadi tujuan Fatah ke tanah Papua tersebut, yakni ke SMAN 2 Skanto dan SMAN 4 Arso.

SMAN yang menjadi singgahan pertama adalah SMAN 2 Skanto. Di daerah SMAN yang dikepalai oleh Mesak Mantek tersebut, tidak terlalu diselumuti hutan-hutan. Karena, di SMAN tersebut, adalah daerah yang menjadi sasaran untuk program pemerintah, yakni transmigrasi. Sehingga, masih banyak siswa yang berasal dari luar Pulau Papua.

“Ini adalah pengalaman yang sangat berharga, karena bisa memetik pelajaran dari SMAN di kawasan Papua,” ucapnya kepada Radar Depok.

Fatah menjelaskan, yang menarik perhatiannya dari SMAN 2 Skanto, yakni lahannya yang cukup luas, yakni mencapai 2 hektare. Sehingga, oleh pihak SMAN tersebut, dijadikan lahan untuk pembibitan dan penanaman, dan itu bisa menjadi salah satu pengembangan sekolah dalam hal kewirausahaan.

Fatah menjelaskan, tidak hanya itu saja, kedisiplinan yang dibagun di SMAN 2 Skanto berdasarkan pada kesadaran warga sekolah. Disana, meskipun jarak rumah dan sekolah yang sangat jauh, tidak menyurutkan siswa dan guru untuk datang tepat waktu. Jadi, pembentukannya berawal dari kesadaran warga sekolah, tentang arti pentingnya bersekolah.

“SMAN 2 Skanto budaya nasionalismenya sangat kelihatan, karena berada di daerah transmigrasi,” terangnya.

Hal berbeda dirasakannya pada saat mendatangi SMAN 4 Arso. Di SMAN yang suasana lingkungannya masih dihiasi hutan-hutan tersebut, siswanya adalah 95 persen adalah orang asli Papua. Oleh karena itu, budaya kehidupan sehari-harinya masih natural. Tiap harinya, tidak sampai 50 persen siswanya bersekolah.

“Hal itu disebabkan karena, masih banyaknya siswa yang diajak sama orang tuanya untuk berburu binatang dijadikan makanan,” katanya.

Kondisi lingkungan yang masih terbuka tidak ada pagar, juga menjadi kendala di SMAN yang kepalai Antonius Lokobal. Beberapa orang kerap datang ke SMAN 4 Arso dalam kondisi mabuk dan berbuat yang tidak menyenangkan di area sekolah, bahkan sampai merusak, seperti memecahkan kaca sekolah. Karena hal tersebut, banyak guru yang takut dengan warga lingkungan sekitaran sekolah.

“Bahkan, terkadang ada juga guru yang dicegat oleh orang yang tidak dikenal saat jalan menuju sekolah ataupun saat pulang dari sekolah,” terangnya.

Kondisi geografis yang termasuk kategori SMAN pedalaman tersebut, juga merambah pada administrasi guru. Salah satunya adalah kerap telatnya gaji untuk guru baik untuk guru ASN ataupun guru honorer. Bahkan, gaji tertunda tersebut bisa sampai berbulan-bulan. Jadi, untuk operasional guru ke sekolah ataupun biaya kehidupan sehari-hari cukup sulit. Apalagi, sertifikat yang diterima guru juga kerap terpotong.

“Melihat kondisi disana, tentunya guru di kota-kota harus bisa lebih maksimal lagi. Dengan segala keterbatasan sekolah yang berada di Papua, berusaha maksimal memajukan pendidikan. Jadi, guru di kota dengan kemudahan-kemudahan yang didapat, semoga lebih bisa bersyukur dan berbuat yang lebih baik,” tuturnya. (*)

 

You may also read!

Pemagaran Aset Pemkot Depok Ditolak Pedagang

DEPOK – Rencana Pemerintah Kota Depok memasang pagar sekitar Jalan Haji Ohan, sebelah Utara Pasar Cisalak sepertinya tak akan

Read More...

Cijago Tawar Murah Lahan 106 Warga Depok

DEPOK – Pembebasan lahan Seksi III Cinere-Jagorawi (Cijago) menyisakan penolakan. Sedikitnya 106 warga di Kelurahan Tanah Baru, Beji secara

Read More...

Askot PSSI Depok Dilantik

DEPOK – Meiyadi Rakasiwi resmi dilantik sebagai Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Depok, di Aula Teratai Lantai 1

Read More...

Mobile Sliding Menu