Nuroji : Prabowo-Sandi Pasangan Paten

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
ORASI POLITIK: Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra, H. Nuroji saat perayaan satu dasawarsa Partai Gerindra di Kota Depok yang dipusatkan di kantor DPC Partai Gerindra di Jalan Boulevard Raya, ruko Arcade no. 16 GDC, Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya.

DEPOK – Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra Kota Depok, Nuroji menilai pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno merupakan kombinasi yang paten dan pas untuk menjadi pemimpin Indonesia periode 2019-2024.

“Ini pasangan paten dan pas untuk Indonesia,” tegas Nuroji kepada Radar Depok di Warung Betawi Ngoempoel, Jalan Tanah Baru No.74, Kelurahan Tanah Baru, Beji, Senin (13/8).

Koalisi partai pengusuang Prabowo-Sandi, sambung Nuroji, tidak mengambil politik identitas, padahal orang berfikir akan sama-sama mengambil ulama, tapi saat disodorkan ulama yang dimaksud tidak mau. Sementara, kubu sebelah mengambil ulama. Jika kedua kubu mengambil pendamping dari ulama, nanti akan membuat terjadi kubu-kubuan di kalangan ulama.

“Kasihan nanti umatnya, dikhawatirkan akan bentrok, tidak cantik kalau sampai mengadu umat untuk memilih pemimpin, biar kubu sana yang mengambil ulama, biar umat sendiri yang memilih. Yang jelas, kami tidak mau membuat bangsa ini terpecah belah untuk memilih pemimpin,” tegas Nuroji.

Berbicara sosok, lanjut Nuroji, sosok Prabowo Subianto sudah tidak diragukan lagi dengan sepak terjang, pengalaman, koneksi dan pribadinya. Sementara, ia menilai sosok Sandiaga Uno cocok untuk menghadapi masalah yang saat ini mendera bangsa Indonesia.

“Saat ini kan isunya ekonomi dan hukum, ekonomi jelas melihat kapasitas Sandi yang seorang pengusaha dan memiliki link luar di berbagai negara, artinya untuk membangun secara ekonomi, kami bisa mengharapkan Sandi,” paparnya.

Sedangkan, isu yang tak kalah penting terkait masalah hukum, diketahui saat ini ketidakadilan hukum terjadi di mana-mana, seperti orang yang salahnya kecil hukumannya banyak dan orang yang punya kekuasaan tidak pernah dihukum jika salah.

“Banyak sekali orang-orang yang lolos dari hukum, karena dia dekat dengan kekuasaan. Keduanya merupakan tantangan kita,” terang Nuroji.

Selain itu, lanjut Nuroji, kehadiran dan pemilihan Sandiaga Uno juga untuk meraih simpati pemilih milenial dan dapat menjadi nahkoda pada saat Indonesia mengalami fase bonus demografi yang Indonesia miliki pada Tahun 2020, artinya jumlah penduduk usia produktif mencapai 2/3 dari total jumlah penduduk.

“Ini nilai plus Sandi juga, dengan gaya milenial dia, dia masuk ke segmen itu,” ungkap Nuroji.

Terkait isu yang mengatakan koalisi pasangan tersebut tidak menuruti ulama, Nuroji menambahkan, itu sesuatu yang salah, karena Prabowo Subianto pun merupakan rekomendasi ulama juga dan sudah terpenuhi.

“Ulama itu kan Ijtima-nya Capresnya Prabowo Subianto dan Cawapresnya Salim atau UAS, Capres-nya kan sudah diikuti, jika masyarakat bilang tidak menjalankan Ijtima, itu salah, karena Prabowo sudah menjalankan Ijtima juga, jadi sudah mengikuti nasihat ulama. Jika wakilnya mengambil ulama juga, itu tadi, nanti takut berbenturan,” pungkas Nuroji. (cky)

You may also read!

Pedagang dan Pemkot Depok Lawan Petamburan

DEPOK – Akhirnya pedagang dan Pemkot Depok bersatu melawan PT Petamburan Jaya Raya (PJR). Selasa (18/9), sejumlah pedagang Pasar

Read More...

Satu ASN Depok Akan Dipecat

DEPOK – Menindaklanjuti kesepakatan bersama menteri, yang tertuang dalam surat Nomor 182/6597/SJ, Nomor 15 Tahun 2018, dan Nomor 153/KEP/2018.

Read More...

PLN TJBB Depok Diontrog Karyawan Kontrak

DEPOK – Ratusan pegawai kontrak tiba-tiba ingin merangsek masuk kantor PT PLN (persero) Transmisi Jawa Bagian Barat (TJBB), Kelurahan

Read More...

Mobile Sliding Menu