Mengenal Raden Muhamad Choir, Petugas UPT Pemadam Kebakaran Cimanggis Depok (3) Menampilkan Kesenian Beladiri Nikmat Diiringi Gendang Rampak

In Metropolis
RUBIAKTO/Radar Depok
KOMPAK: Komunitas Golok Depok saat menyambut hari ulang tahun yang pertama beberapa waktu lalu. Mereka terus melestarikan kebudayaan Depok sambil menggandeng beberapa seniman yang ada di Kota Depok.

Jika berbicara budaya dan kesenian di Kota Depok. Tidak bisa membahas hanya satu bentuk kesenian saja. Karena setiap bentuk kesenian yang ada di Kota Depok saling berkaitan, antara seni beladiri, seni musik, dan seni peran.

Laporan: Rubiakto

Kecintaannya terhadap kesenian dan budaya di Kota Depok membuat Raden Muhamad Choir, terus mengembangkan dan mengumpulkan para seniman yang ada di Kota Depok. Mulai dari seniman beladiri, music, hingga seni peran.

Uu –sapaan akrab Raden Muhamad Choir- mengatakan, jika ingin mengembangkan budaya betawi tidak cukup jika hanya menekuni satu bentuk kesenian tradisional saja. Sehingga dia berupaya untuk menggabungkan berbagai bentuk kesenian tradisi, yang ada di Kota Depok. “Kalau kita ingin menampilkan kesenian tradisional kan tidak terlalu menarik, jika ditampilkan sendiri-sendiri,” kata  Uu.

Menurutnya, kesenian akan lebih nikmat dinikmati jika ditampilkan secara bersamaan. Misalnya, untuk menampilkan kesenian beladiri akan lebih nikmat dinikmati jika diiringi dengan seni musik gendang rampak.

“Saat ini setelah menekuni berbagai jenis kesenian di Kota Depok, kami jadi mengumpulkan sejumlah seniman untuk saling melengkapi terlebih untuk mengembangkan kesenian di Kota Depok,” kata Uu.

Dengan demikian, dia saat ini menekuni kegiatan kesenian di Sanggar Mustika Siliwangi, yang beralamat di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Tapos. “Kita juga menekuni berbagai jenis kesenian seperti gendang rampak, seni silat, dan lenong,” terang Uu.

Saat ini dia sedang berlatih lenong guna menyambut hari kemerdekaan. “Kami terus melakukan pembinaan terhadap seniman muda di Kota Depok,” ujarnya.

Dia sangat membutuhkan perhatian pemerintah Kota Depok. Menurutnya perhatian pemerintah Kota Depok terhadap perkembangan budaya sangat minim. Belum lagi pembinaan yang dilakuakn di Kota Depok belum maksimal.

Sehingga, dia berharap pemerintah mau peduli terhadap nasib kebudayaan, khususnya yang ada di Kota Depok. “Kami sangat berharap pemerintah mau sama-sama menjaga dan melestarikan budaya di Kota Depok,” pungkas Uu.(*)

You may also read!

Dorong Raperda LGBT

DEPOK – Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Depok mendukung pembuatan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Lesbi, Gay, Biseksual, dan Transgender

Read More...

Mural Obat Jenuh Macet Juanda Depok

DEPOK – Dengan diadakannya perhelatan Depok Mural Competition (DMC) yang diprakarsai oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Kota

Read More...

Ikadi Depok Bekali Kader DKM di UI

DEPOK – Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kota Depok menggelar pelatihan khatib Jumat untuk membekali 102 kader Dewan Kemakmuran Masjid

Read More...

Mobile Sliding Menu