KPK Warning Capres-Cawapres

In Utama

JAKARTA – Pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, sama-sama telah mendaftarkan diri sebagai peserta Pemilihan Presiden pada 2019, ke kantor KPU, kemarin (10/8). Paslon capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin memilih datang ke KPU pada pagi hari, sedangkan paslon capres-cawapres Prabowo-Sandiaga usai melaksanakan salat Jumat.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta dua pasangan capres dan cawapres yang sudah mendaftarkan diri di KPU untuk kembali melaporkan harta kekayaan yang dimilikinya. Lembaga antirasuah ini memberi tenggat waktu hingga (21/8) pada dua pasangan calon agar segera melaporkan harta kekayaanya.

“Sepanjang pengetahuan kami syarat calon itu sampai tanggal 20 atau 21 Agustus 2018. Karena itu kami imbau ke capres-cawapres jangan mepet-mepet pada saat lapor,” ungkap Direktur Pendaftaran dan Pelayanan LHKPN Cahya Hardianto Harefa, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (10/8).

Harefa juga menjelaskan, Laporan kekayaan harta penyelenggara negara (LHKPN) merupakan salah satu syarat untuk maju Pilpres. Hal tersebut ada dalam UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang pemilihan umum, Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2018 tentang tahapan penyelenggaraan pemilu dan peraturan KPK Nomor 7 Tahun 2016.

“Jadi tanda terima LHKPN ini secara spesifik ada dalam aturan KPU sebagai salah satu syarat calon,” tuturnya.

Dia juga menjabarkan bahwa dua pasangan capres/cawapres sudah melaporkan harta kekayaan secara berkala. Dalam data yang dimiliki lembaga antirasuah Joko Widodo terakhir melaporkan hartanya pada 31 Desember 2017. Sementara pasangannya, KH Ma’ruf Amin terakhir melaporkan harta kekayaan pada tahun 2001.

“Ma’ruf tahun 2001 melaporkan saat itu beliau sebagai anggota DPR, Akun LHKN-nya sudah diaktifkan dan kami sudah berbagi bagaimana cara melaporkan,” tukasnya

Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno didampingi sejumlah perwakilan partai pengusung menyerahkan syarat pencalonan menjadi presiden dan wakil presiden kepada Ketua KPU Arief Budiman (kanan) di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (10/8). Pasangan Prabowo-Sandiaga secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

Sedangkan, untuk pasangan capres Prabowo Subianto, kata Refa memang sudah melaporkan harta kekayaannya dan dinyatakan berkas tersebut lengkap. Berbeda dengan cawapresnya Sandiaga Uno yang belum melaporkan harta kekayaannya sebagai cawapres.

“Melalui kesempatan ini kami akan sampaikan, karena memang dari KPK ini juga harus diumumkan. Harapannya ini jadi salah satu pertimbangan kepada pemilih dalam saat nanti bisa mengunakan hak pilihnya pertimbangannya berdasarkan laporan kekekayaan,” tandasnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dalam perjalannya selama menjadi kepala negara sudah membuktikan Indonesia telah bergerak lebih maju. Hal ini dia katakan karena ada beberapa pihak yang meragukan kepemimpinannya selama empat tahun menjadi kepala negara. “Apa yang kami (bersama dengan JK) kerjakan selama empat tahun ini adalah bukti, bukan fiksi,” ujar Jokowi saat pidato politiknya di Gedung Joang 45, Jakarta, Jumat (10/8).

Oleh sebab itu, bersama Ma’ruf Amin di Pilpres 2019, petahana tersebut ingin semakin membuat rakyat Indonesia semakin bangga dan optimistis menatap masa depan. Jokowi dan Ma’ruf Amin ingin mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan. Serta menjaga kedaulatan sumber daya alam (SDA) Indonesia. “Kami ingin membuat warga di seluruh pelosok merasa bangga menjadi bangsa Indonesia,” katanya.

Bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin didampingi Ketua Partai Koalisi pengusung menyerahkan syarat pencalonan menjadi presiden dan wakil presiden di Kantor KPU Pusat, Jakarta, Jumat (10/8). Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin yang diusung sembilan partai politik secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

Terpisah, Calon Presiden Prabowo Subianto menghampiri para pendukungnya pasca mendaftarkan diri untuk mengikuti Pilpres 2019 di KPU. Berdiri di atas mobil, mantan Danjen Kopassus itu lantang berorasi. “Terima kasih atas kehadiran kalian, terima kasih atas dukungan saudara,” ujarnya di depan Gedung KPU, Jakarta, Jumat (10/8).

Dia juga berterima kasih kepada Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang sudah berjalan kaki dari Surabaya. “Terima kasih semangatmu,” ucap Prabowo.

Di hadapan para buruh dan pendukungnya itu, Prabowo mengatakan bersana Sandiaga Uno akan mengerahkan seluruh kekuatan agar memenangi kontestasi nantinya. “Segala tenaga saya, segala pikiran saya, segala energi saya, saya akan tumpahkan untuk membela kepentingan rakyat Indonesia. Itu tekad saya. Saya akan membela kepentingan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Prabowo yakin kemenangan akan ada di tangannya. Sebab, keputusannya ingin menjadi pemimpin untuk membela rakyat dan kepentingan Bangsa Indonesia.

“Yakinlah bahwa yang benar selalu menang. Tuhan maha kuasa. Allah SWT berada di pihak yang benar. Membela rakyat miskin itu benar. Membela rakyat yang susah itu benar. Membela kepentingan bangsa Indonesia itu benar. Kekuasaan rakyat untuk rakyat Indonesia. Itu tekad saya. Tekad Sandiaga Uno, tekad koalisi kita,” umbarnya.

Prabowo juga berjanji akan mengembalikan kekayaan yang ada di negeri seluruhnya untuk rakyat Indonesia. “Bukan untuk bangsa lain. Kita tidak mau menjadi antek bangsa lain. Kita tidak mau menjadi kacung dan budak bangsa lain,” katanya dengan penuh gelora.

Dia berjanji akan menyejahterakan rakyat. Prabowo tidak ingin para generasi penerus menjadi rakyat yang miskin di negaranya sendiri. Apabila menjadi pemimpin nanti, tugasnya membela dan mengurangi penderitaan rakyat.  “Tidak boleh ada yang lapar di Indonesia. Tidak ada yanq boleh putus asa di Indonesia. Tidak boleh ada yang bunuh diri karena nggak kasih makan ke anak-anaknya. Kita bangsa yang hina kalau ada yang tidak bisa beri makan anaknya,” tukas Prabowo. (ipp/gwn//dna/JPC)

You may also read!

Tunggu Kajian Ganjil Genap

DEPOK – Program ganjil genap saat ini masih terus dikaji Dinas Perhubungan bersama konsultan. Namun, Kasubdit Lalu Lintas Badan

Read More...

Walikota Gowes Bareng Cilokers Depok

DEPOK – Sebanyak 1.400 peserta meramaikan HUT ke-2 Komunitas sepeda Cilodong Bikers (Cilokers) Depok. Walikota Depok, Mohammad Idris ikut

Read More...

Maksimalkan Pengelolaan Pasar Cisalak Depok

DEPOK – Dari sejumlah pasar yang ada di Kota Depok, baru Pasar Sukatani, dan Pasar Cisalak yang kepemilikannya sudah

Read More...

Mobile Sliding Menu