Ketika Artis Layar Lebar Berbagi Pengalaman di SMK Yappa Depok, Berbagi Ilmu, Pengalaman, Promosi Film Sesat

In Pendidikan
SANI/RADAR DEPOK
BERBAGI PENGALAMAN: Pemain Film Sesat mengunjuni SMK Yappa Depok untuk berbagi ilmu, pengalaman, sekaligus promosi film kepada siswa, kemarin (14/8) di aula sekolah lantai II, Jalan Proklamasi, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya.

SMK Yappa Depok tiba-tiba riuh dengan teriakan para siswa siang kemarin (14/8). Rupanya, tiga artis pemain film layar lebar yang berjudul “Sesat” mendatangi sekolah yang berlokasi di Jalan Proklamasi, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, tersebut.

LAPORAN: NUR APRIDA SANI

Kedatangan tiga artis bersama crewnya tersebut untuk berbagi pengalaman dengan para siswa tentang penulisan dan penggarapan sebuah film. Sekaligus, promosi film bergenre horor yang akan segera tayang 23 Agustus 2018 tersebut.

“Ini adalah kali keduanya sekolah kami dijadikan kunjungan roadshow film. Dari empat sekolah yang disambangi hari ini (kemarin, red) sekolah kami termasuk salah satunya,” kata penanggung jawab acara, Laits Assamarqandi Mufa kepada Radar Depok.

Para artis yang mengunjungi SMK Yappa Depok, di antaranya Endy Arfian, Laura Theux, dan Rebecca Klopper.

Ketiganya membagikan pengalaman saat proses penggarapan film yang berlangsung selama 20 hari di Kawasan Bogor.

Bagi Rebecca, film ini merupakan film horor pertamanya selama terjun ke dunia perfilman. Sementara, menurut Endy Arfian dirinya banyak menemukan sentuhan mistis saat proses syuting. Karena lokasinya yang juga mendukung unsur menyeramkan.

“Tapi kami selalu berdoa sebelum syuting. Itu sangat perlu, jadi buat adik-adik dibiasakan kalau ingin melakukan sesuatu harus dimulai berdoa dulu, supaya dilancarkan segala urusannya,” kata Endy kepada siswa.

Selaian menonton cuplikan film, para siswa juga diajak bercengkrama dengan para pemain. Dari tanya jawab soal penggarapan film, sampai berfoto bersama. Banyak sisi positif yang dapat diambil oleh mereka, salah satunya tumbuh jiwa ingin meningaktkan kreatifitas melalui sebuah film.

“Saya jadi tertarik untuk menggarap film, selain dijadikan proses belajar untuk ke tingkat selanjutnya juga bisa untuk mencari kerja karena saat ini yang dibutuhkan adalah kreatfitas. Jadi ke depan saya akan sungguh-sungguh untuk belajar membuat film,” tutup salah satu siswa, Muhammad Andrian Aziz. (*)

You may also read!

Asep Kalap Lihat Paha Bule, Pemerkosa-Pencuri WNA Jerman di Depok Ditangkap

DEPOK – Asep Maulana sudah mengenakan kaos berwarna orange dengan tulisan tahanan, saat masuk hotel prodeo Polresta Depok. Pria

Read More...

Tujuh Rumah Gedong Numpang Listrik, Developer Aruba Residence Depok Putus Aliran

DEPOK – Entah apa permasalahannya sampai-sampai developer Aruba Residence berbuat tega seperti ini. Selama sembilan hari, tujuh rumah mewah

Read More...

Sehari 60 Orang Buat Kartu Kuning

DEPOK – Selain Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Ternyata, pemohon pembuatan Kartu Kuning atau AK1 juga mengalami peningkatan   kemarin.

Read More...

Mobile Sliding Menu