Kejari-PN Depok Diancam

In Utama
IST
Surat Andika Surachman yang kini beredar luas di media sosial.

DEPOK – Setelah melalui proses hukum yang panjang, akhirnya, Pengadilan Tinggi (PT) Bandung menolak banding Andika Surachman dan istrinya Anniesa Hasibuan.

Itu terungkap dalam pengadilan dalam kasus pencucian uang jemaah umrah First Travel. Keduanya tetap divonis 20 tahun dan 18 tahun penjara dalam kasus First Travel.

“Menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Depok No 83/Pid.B/2018/PN.Dpk, tanggal 30 Mei 2018, yang dimintakan banding tersebut,” demikian putusan hakim yang dikutip dari situs Mahkamah Agung (MA), beberapa waktu lalu.

Dalam pengadilan itu, Ketua Majelis Arief Supratman, dengan anggota Ade Komarudin dan Abdul Fattah. Vonis itu diketok pada 15 Agustus 2018 dengan nomor perkara 195/PID/2018/PT.BDG.

Menanggapi putusan PT Bandung, Andika Surachman-Anniesa Hasibuan, pemilik jasa perjalanan umrah First Travel merasa tidak diperlakukan secara adil selama menjalani proses hukum di pengadilan. Salah satu ketidakadilan itu menurut Andika adalah penyitaan terhadap aset-aset First Travel yang tidak transparan.

Andika mengancam akan membuka orang-orang yang terlibat dalam kasus Firs Travel, termasuk mereka yang ikut menggelapkan aset-aset milik perusahaannya.

“Saya akan buka semua keterlibatan orang-orang di balik First Travel,” ujar Andika.

Andika bahkan menyatakan siap mati demi membongkar kejanggalan persidangan dalam kasus First Travel.

“Parahnya proses hukum terhadap kami, bahkan kami tidak mendapat bukti aset kami yang disita dan bobroknya bisnis umrah. Saya rela mati demi terbongkarnya skandal hukum ini,” kata Andika.

Berikut surat Andika yang kini beredar luas di media sosial:

Bismillahirrahmannirrahim

Kejaksaan, pengadilan mendzolimi saya. aset saya dihilangkan, negara merebut aset saya. Saya akan buka semua keterlibatan orang-orang di balik First Travel.

Parahnya proses hukum terhadap kami, bahkan kami tidak mendapat bukti aset kami yang disita dan bobroknya bisnis umrah. Saya rela mati demi terbongkarnya skandal hukum ini.

Allahu Akbar,Allahu Akbar,Allahu Akbar!

Depok 27 Agustus 2018, Andika Surachman.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Depok Sufari pun tak menampik jika surat yang tertulis dan beredar di kalangan media adalah tulisan Andika. Namun Sufari membantah keras tudingan yang dilayangkan ke institusinya itu.

“Kami sudah mendatangani yang bersangkutan untuk menanyakan apa maksud anda (Andika) menulis bahwa kejaksaan menghilangkan (aset), coba jelasin sebab, JPU (Jaksa Penuntut Umum) menuntut sesuai barang bukti atau aset yang ada dalam berkas,” kata Sufari, Kamis (30/8).

Kemudian, lanjut Sufari, setelah dikroscek langsung dan dicocokkan dengan data serta berkas penyitaan aset, Andika pun akhirnya sadar bahwa tidak ada asetnya yang hilang.

“Nah akhirnya dia menjelaskan, ternyata setelah saya pelajari tuntutan jaksa itu telah sesuai dengan apa yang ada dalam berkas. Jadi tidak ada yang dihilangkan. Saya mohon maaf. Saya nulis itu dalam kegelisahan saya,” kata Sufari menirukan ucapan Andika.

Dia menambahkan, Andika masih merasa aset-aset yang diamankan itu tidak terdaftar di berita acara.

“Saya bilang kenapa enggak cek langsung apalagi kan sudah ada kuasa hukum. Intinya salinan aset-aset sudah dia terima, sudah kami kasih semua. Kan dia punya penasihat hukum. Dari dulu harusnya dipersoalkan. Lagian di persidangan juga kan sudah dibahas,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Andika dijatuhkan hukuman selama 20 tahun penjara dengan denda Rp10 miliar. Sedangkan istrinya, Annis Hasibuan divonis 18 tahun penjara dan denda Rp10 miliar. Sementara itu sang adik, Siti Nuraida Hasibuan divonis 15 tahun penjara dengan denda Rp5 miliar. Ketiganya didakwa atas kasus penipuan dan pencucian uang.

Selain itu, hakim juga memutuskan aset para terdakwa disita atau dirampas untuk negara. Andika sendiri mengaku bakal mengajukan banding atas putusan tersebut. Sementara Kiki, mengaku masih pikir-pikir. Hakim pun memberikan kesempatan bagi mereka selama tujuh hari pasca pembacaan putusan, Rabu (30/5), untuk mengajukan banding. (rcc/viv/**)

You may also read!

Relawan Mujahidin Ajak Warga Tabayun

RADARDEPOK.COM, TASIKMALAYA- Banyaknya berita yang simpang siur dan berita hoax yang membakar suhu politik menjelang pengumuman hasil Pemilu 22

Read More...

Harga Tiket Bus Gila-gilaan

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Pemudik Depok tahun ini pasti bakal kebingungan pulang kampung halaman naik transportasi apa. Selain tiket pesawat yang sudah

Read More...

Pembalap Depok Jatuh Lagi

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Pembalap Indonesia asal Kota Depok Dimas Ekky Pratama gagal finis pada balapan Moto2 Prancis 2019 di Sirkuit Le

Read More...

Mobile Sliding Menu