Jemaah Depok Bertahan di Tenda

In Utama
KEBERSAMAAN: (dari kiri) Ketua Rombongan KBIH Arrahmaniyah Nasihun Syahroni, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna (tengah berkacamata), Ketua TPIHI Kloter 94 JKS KH Abudin Somad, Pengurus TPIHI Kota Depok, dan Anggota Bazda Kota Depok Abdul Gofar.

MEKAH – Kondisi cuaca di Arab Saudi beberapa hari ini sempat kurang bersahabat. Hujan disertai angin kencang dan badai pasir melanda kawasan Arafah, Minggu (19/8) waktu Arab Saudi. Hal tersebut cukup mengkhawatirkan bagi jamaah haji asal Kota Depok yang saat ini berada di Arafah.

Tidak hanya itu, suhu di tanah suci saat ini mencapai 39-41 Derajat Celcius. Selama badai, para jamaah memilih tetap di dalam tenda melantunkan dzikir dan tahlil. Hingga akhirnya badai terhenti sebelum masuk salat Isya.

Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna yang turut serta di Kloter 94 Depok mengaku, ketika badai pasir ia bersama jamaah lainnya sedang menunaikan salat Magrib. Sebelum salat, ia melihat awan sudah hitam.

“Kemudian turun hujan. Saking kencangnya angin, ada tenda yang robek. Padahal tenda tersebut berbahan dasar stainles buatan Jerman, yang bisa menampung 200 jamaah,” tutur Pradi saat dihubungi Radar Depok.

Pada kondisi tersebut, tidak banyak yang bisa dilakukan jamaah. Para jamaah hanya berdzikir dan mengulang-ngulang menyebut nama Allah SWT. Bahkan, lampu sempat padam.

“Kami ada yang pegang tiang, pegangan di pintu masuk yang terbuat dari plastik tebal. Ada juga yang berupaya mengikat tenda robek pakai tambang,” terang Pradi.

Namun, kondisi kurang beruntung menimpa sejumlah tenda dari negara lain, karena konstruksinya kurang kuat, dan tenda pun roboh. “Tempat sampah beterbangan. Tapi, ini bagian dari ibadah, kami terima ini,” ujar Pradi.

Sementara itu, Ketua Rombongan KBIH Arrahmaniyah yang tergabung dalam Kloter 94 Depok Nasihun Syahroni menambahkan, meski ba’da Magrib angin menerpa cukup kencang, kondisi para jamaah di kloter tersebut dalam kondisi baik.

“Alhamdulillah, jamaah dari Depok dalam lindungan Allah SWT. Semoga jamaah dari daerah lain juga sama. Kita semua berharap, bisa menjalankan ibadah haji dengan sempurna,” ungkap pria yang akrab disapa Pak De Nasihun, kepada Radar Depok, kemarin (20/8).

Selain itu lanjut Pak De Nasihun, setelah mendengarkan tausiyah dari Ketua Kloter jamaah ada yang melanjutkan dengan istirahat, ada pula yang terus berdzikir. Saat ini pula, jamaah berkonsentrasi pada proses ibadah haji. Walaupun ada beberapa jamaah yang terdengar akan melaksanakan kurban.

Ia menyebutkan, ba’da dzuhur merupakan waktu Wukuf di Arafah, dilanjutkan ba’da Magrib menuju Musdalifah untuk Mabit dan mengambil batu. Setelah lewat tengah malam jamaah berlanjut ke Mina untuk melontar Jumrah Aqobah pada Selasa (21/8).

“Di Arab 10 Dzulhijahnya Selasa (21/8). Perbekalan yg disediakan pemerintah sangatlah mencukupi, baik sarana tempat, transportasi maupun konsumsi,” kata Pak De Nasihun.

Terpisah, pascabadai pasir Kepala Kementerian Agama Kota Depok Asnawi memastikan kondisi jamaah haji asal Depok dalam keadaan sehat. Secara umum tidak mengganggu rutinitas jamaah menjalankan ibadah sunnah maupun wajib.

“Angin sempat menggoyangkan tenda jamaah, Alhamdulillah selamat. Kami mendoakan semua jamaah dari Indonesia dilancarkan dalam menjalankan ibadah haji,” kata Asnawi kepada Radar Depok.

Namun, berdasarkan laporan rombongan di Kloter 75, terdapat satu jamaah yang kurang sehat dan kini di rawat di rumah sakit, bernama ibu Amih. “Karena kecapean,” pungkasnya. (jun/gun/irw)

You may also read!

Walikota Depok, Mohammad Idris Lobi Kang Emil Soal UMK

DEPOK – Upah Minimum Kota (UMK) Kota Depok 2019 saat ini masih dalam pembahasan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pembahasan

Read More...

Satu Keluarga Nyaris Terpanggang

DEPOK – Sebuah mobil sedan terbakar hebat di Jalan Nurul Falah, Kelurahan Cisalak Pasar (Cipas), Cimanggis, Selasa (20/11) siang.

Read More...

1 Abad Hizbul Wathon, 106 Tahun Muhammadiyah Perjuangkan Dakwah dan Pendidikan

DEPOK – Ribuan kader Muhammadiyah memadati lapangan HW menggelar apel akbar di kawasan Beji Timur, memperingati milad 1 Abad

Read More...

Mobile Sliding Menu