Intan Fauzi Sosialisasi 4 Pilar di Sukmajaya, Depok

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
SOSIALISASI: Anggota MPR RI, Intan Fitriana Fauzi saat memberikan sambutan dalam sosialisasi empat pilar di MTS AL Hidayah, Jalan KSU Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Senin (20/8).

DEPOK – Anggota MPR RI, Intan Fitriana Fauzi menggelar sosialisasi empat pilar di MTs Al Hidayah di Jalan KSU, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Senin (20/8). Sosialisasi ini dihadiri oleh anggota PC Muslimat NU Kota Depok dan Ketua MUI Sukmajaya, Kyai H Abdul Kohar sebagai narasumber.

Dalam kesempatan itu Intan menuturkan, sebagai anggota MPR dirinya berkewajiban melakukan sosialisasi empat pilar. Ia mengungkapkan, dirinya sengaja mengambil sosialisasi di MTs Al Hidayah dan narasumbernya dari MUI, karena juga menjelaskan Pancasila dalam Islam.

“Kita tahu dalam Pancasila, sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, ini sejalan dengan Islam. Kemudian isi dari UUD 1945 juga berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, jadi artinya empat pilar, baik Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945 sejalan dengan Islam,” tutur Intan saat usai sosialisasi.

Pesertanya, sambung Intan, adalah Anggota PC Muslimat NU dan pendekatannya pun dari Empat Pilar Kebangsaan yang sejalan dengan ajaran Islam. Sedangkan, targetnya, kata Intan, ketika berbicara NKRI artinya benar-benar kedaulatan kesatuan, tentu rakyat tidak mau ketika pulau tersebar, banyak etnis, keragamanan budaya dan bahasa ini menjadi terpecah, tetapi kita harus akui seluruh warga negara Indonesia harus mengakui keberadaan NKRI.

Kemudian, UUD 1945, dirinya menceritakan kepada peserta, mulai lahirnya, reformasi, ada amandemen, punya demokrasi, kebebasan pers sejak 1999 di sidang istimewa, memiliki otonomi daerah.

“Harapannya pun agar empat pilar kebangsaan ini benar-benar tertanam dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Diketahui, lanjut Intan, tahun ini merupakan tahun politik, ia pun mengharapkan agar masyarakat paham, seperti Bhineka Tunggal Ika mencerminkan berbeda-beda tapi tetap satu, artinya tidak berbicara sara, tidak melihat keterpilihan presiden dan wakil presiden dari satu unsur semata, tapi melihat seluruh unsur, baik integritas dan kapasitas bisa memimpin bangsa, bukan melontarkan isu-isu hoax.

Selain itu, ia juga berharap agar peserta yang hadir dari unsur PC Muslimat NU ini bisa menyebarluaskan lagi ke masyarakat. Sehingga tercipta suasana yang kondusif. Selain itu diharapkan agar kedaulatan dan kesatuan dapat terjaga. “Harapannya agar nilai luhur Pancasila dapat tertanam di kehidupan sehari-hari. Mereka dapat menyebarluaskan kembali ke masyarakat,” tukasnya.

Dia mengingatkan agar kehidupan yang Pancasila dapat dijaga. Dan masyarakat tidak terpecah belah mengingat sekarang adalah tahun politik. “Kami ingin tidak gaduh. Supaya masyarakat bisa berbineka,”  tuntasnya. (cky)

You may also read!

Ina 3 Tahun, Tajudin-Aulia 15 Bulan

BANDUNG – Akhirnya kasus rasuah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Sukamaju, Cilodong finish. Rabu (19/9), Agustina Tri

Read More...

Satpol PP Kota Depok Tertibkan 71 Pedagang Liar Jalan Mawar

DEPOK – Sedikitnya 71 pedagang kaki lima (PKL) dan bangunan liar (Bangli), di belakang Pasar Depok Jaya dibongkar, kemarin.

Read More...

Petugas Kesehatan Se-Depok Dilatih Heat Plus

DEPOK – Petugas kesehatan di 35 Puskesmas se-Depok, dapat ilmu baru dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI). Ilmu

Read More...

Mobile Sliding Menu