Ikan Petani Pancoranmas, Kota Depok Mabuk Lagi Kemungkinan Karena Limbah yang Sama

In Satelit Depok, Wilayah Depok
DICKY/RADARDEPOK
GEJALA: Purwanto saat meninjau ikan miliknya yang mengalami keracunan diduga limbah dari aliran Kali Irigasi RW10, Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, kemarin.

DEPOK – Belum genap satu bulan ikan milik petawi di RW10, Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Kelurahan Pancoranmas, mengalami kematian. Kemarin, ikan milik sejumlah petani tersebut mulai mabuk atau mengambang lagi. Diduga penyebabnya sama, yakni aliran air Kali Irigasi mulai tercemar limbah yang belum diketahui dari mana asalnya.

Seorang petani ikan RW10, Purwanto mengatakan, sejumlah ikan miliknya yang berada di kolam ikan, kembali mengambang atau mabuk. Dia menduga aliran Kali Irigasi yang menjadi pengairan di kolam miliknya, tercemar kembali limbah industri lagi seperti kejadian beberapa waktu lalu.

“Kami memprediksi ikan mulai mengambang sejak subuh, karena saya baru turun ke empang sekitar pukul 08.00,” ujar Purwanto kepada Radar Depok, kemarin.

Purwanto menjelaskan, ikan yang mengambang miliknya berada di delapan kolam ikan dan menyerang ikan bawal yang dia ternak. Dia bersyukur, ikan miliknya belum sempat mati dan hanya mengambang, sehingga dia dapat menyelamatkan ikannya. Pada kejadian beberapa waktu lalu, akibat diduga limbah yang masuk kedalam kolam miliknya, dia harus menelan kerugian sekitar Rp15 juta.

Purwanto berharap, Pemkot Depok dapat cepat tanggap dan membantu petani ikan menemukan diduga jenis limbah berat yang mencemari kali irigasi. Tidak hanya itu, dia meminta Pemkot Depok dapat melakukan pengerukan kali irigasi dikarenakan kali tersebut mengalami pendangkalan dan menyebabkan pasokan air dinilai tidak mencukupi.

“Selain kali, Pemkot dapat memperbaiki pintu air dan bantuan penggantian korban terdampak racun dari aliran Kali Irigasi,” terang Purwanto.

Sementara itu, secara singkat Kabid Perikanan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok, Ita Wilda menuturkan, untuk mengetahui penyebab pasti kasus terbaru ikan yang diduga mengalami keracunan, DKP3 telah menurunkan tim penyuluh untuk melakukan pengecekan lokasi.

Selain itu, pihaknya juga telah mengambil sampel air dari kolam tersebut. Selanjutnya, sampel tersebut diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, untuk diperiksa kandungannya.

“Kami sudah menurunkan tim penyuluh dan kami juga berharap dinas terkait lainnya ikut membantu permasalahan perairan kali irigasi,” katanya. (dic)

You may also read!

BPJS Kesehatan Optimalisasi JKN-KIS

**Awasi dan Periksa Kepatuhan Pemberi Kerja DEPOK  – Upaya optimalisasi penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) terus

Read More...

Berpikir Cerdas Sebelum Berujar

Pengamat Pendidikan nasional dan Sosial Oleh Drs. Supartono, M.Pd. Kendati Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) telah memakan

Read More...

BPJS Kesehatan Gencar Sosialisasi

  Terjun Langsung ke Masyarakat DEPOK – Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat

Read More...

Mobile Sliding Menu